Motor Listrik Viar Q1 Lebih Cocok Untuk Papua?

Mungkinkah Papua lebih cocok untuk pasar motor listrik? sepertinya demikian.

Masalah utama pada persoalan sumber energi. Jika BBM susah didapat, sedangkan listrik mudah didapat, maka bisa jadi motor listrik akan lebih lebih familiar.

Hal ini yang sedang dibidik oleh Perusahaan Motor Viar. Yang kita tahu, Viar punya motor listrik Q1, hasil kolaborasi UGM dan Bosch.

Gara-gara Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menunggangi motor Listrik Wim Motor Zero 8 saat kunjungan ke Agats, Kabupaten Asmat, Papua. Hal tersebut membuka mata pihak Viar untuk memasarkan Q1 di sana.

Apalagi ternyata populasi pengguna motor listrik di sana cukup banyak.

Viar pun mengatakan pihaknya langsung bergerak memantau pasar motor listrik di Papua.


“Sebelum (ada berita Jokowi naik motor listrik di Papua) ini kamu belum concernke sana, jadi mendengar ini kami mulai bergerak ke sana juga,” ujar Direktur Pemasaran PT Kencana Laju Mandiri Yucuanto Susetyo, kepada wartawan, di Jakarta.

“Sudah kita laksanakan kita juga sudah gerak juga,” jelasnya.

Memang untuk saat ini Yucuanto mengaku untuk Viar sendiri belum menjajaki bagian ujung timur Indonesia. Namun karena tiba-tiba muncul Jokowi menunggangi motor listrik yang diklaim hanya dijual di Papua, potensi pasar motor listrik di Papua tidak diragukan lagi oleh Viar.

Foto: rri.co.id

“Sampai saat ini Papua masih belum banyak digali oleh kami, tapi dengan adanya berita itu kami merasa Papua pasar yang potensial untuk motor listrik,” tuturnya.


Motor yang digunakan Jokowi adalah WIM Motor Zero 8i. Motor ini dibekali penggerak listrik 48 volt 1.000 watt. Motor itu menggendong baterai 48 volt 20 Ampere hour. dengan daya jelajah 50KM. Dan pengecesan 8jam.

Sedangkan Viar Q1 menggunakan daya baterai tipe Lithium-Ion kapasitas 60 Volt-20 Ah yang bisa mengeluarkan daya sebesar 800 watt, dan diklaim sanggup menjelajah sejauh 70 Km dengan pengecesan 6jam.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan