Orang Indonesia Harus Niru Spanyol di MotoGP, Gak Usah Sok Nasionalis Kayak Italiano

Ngomongin mobil nasional atau motor nasional, biasanya orang Indonesia akan semangat banget. Kita pasti bisa, argumentasinya pun rasa ultra nasionalis sayap kanan super keras.

Mulai dari jaman motor Binter, mobil Bimantara, Mobil Timor sampai Mobil Esemka yang sangat hebat karena bisa dikendarai sampai jadi nomer 1.

Tapi ketika disuruh beli, kebanyakan orang Indonesia akan berkelit. Dengan alasan, Ahh nanti saja, pasti ada bumbu china nya ini. dll. Contoh paling faktual adalah motor listrik Viar Q1.

Kurang apa coba, mereknya udah merek dalam negeri. Teknologinya udah maju, pakek listrik. Tapi gak laris kan? giliran disuruh beli, masih aja milihnya yang merek Jepang.


Marilah mencontoh seperti orang Spanyol di MotoGP jangan orang Italia.

Spanyol gak punya mesin motor di arena MotoGP, tapi para pembalap mereka merajai ajang tersebut. Mulai dari Jorge Lorenzo, Marc Marquez, Dani Pedrosa.


Gak usah ribet seperti orang Italiano yang terus bermimpi untuk bisa jadi juara dunia dengan komposisi all italiano, pabrikan Italia, tim Italia dan pembalap asal Italia.

Jiwa Romawi orang Italia yang kompetitif sebenarnya sih sah-sah saja bermimpi yg begitu itu. Wong mereka punya teknologi motornya dan skill pembalapnya kok. Yang mereka gak punya mungkin hanya satu, sponsor.

Sedangkan orang Spanyol? mereka ini gak punya motor tapi sponsor, walhasil para pembalapnya sukses memanfaatkan motor-motor Jepang meraih prestasi.

Maksudnya apa saya nulis begini. Mimpi punya mobil atau motor asli buatan Indonesia sebaiknya dilupakan saja.

Modalnya atau uangnya sebaiknya digunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat, seperti membangun sirkuit motor yang bisa menggelar MotoGP. Daripada cuma mobil nasional yang dipakai hanya pas kampanye saja.

Iyo ora dab?

roda2blog di sosial media

3 Komentar

Tinggalkan Balasan