Freestyler Jokowi Kenapa Bukan Wawan Tembong, Inikah Alasanya?

Tak ada gading yang tak retak, gak ada yang sempurna. Sama kayak di dunia politik saat ini, selalu ada celah bagi si kampret untuk menyerang cebong.

Aksi teatrikal keren masuknya Presiden Jokowi ke arena Asian Games melalui gaya ala biker streetbike menuai decak kagum serta memancing perdebatan. Ya terutama karena setelah publik ternyata sosok stunt man freestyler nya orang Thailand. Untung aja dia cowok asli bukan ladyboy.

Awalnya publik sih menduga klo sosok stunt man-nya Presiden Jokowi itu adalah Wawan Tembong, freestyler terbaik se-ASEAN yang asli Indonesia.Bahkan di bulan februari kemarin, dia berhasil jadi juara di Thailand. Selain itu, mas Wawan juga asliya orang Solo,
sama kan kayak Pak Jokowi.

Pemilihan orang Thailand yang bernama Saddum So itu juga seperti bentuk pembalasan dendam. Selama ini, Saddum So udah sering banget dikalahin sama freestyler Indonesia. Salah satunya yang pernah ngalahin adalah
Reza Ss tahun 2012.

“2012 kita pernah ikut kompetisi yang sama di Thailand, Saddum lumayan bagus kok tapi saat itu saya yang menang,” kenang Reza SS, freestyler asal Tanah Air seperti dikutip dari GridOto.

Saddum So sendiri juga bukan levelnya Wawan Tembong sang jawara di ASEAN.
“Saddum lumayan bagus, cuma gayanya masih yg basic,” kata Wawan Seperti dilansir GridOto juga.

Lalu kenapa bukan Wawan Tembong aja sih yang dipilih? kan sama-sama orang Solo?

Usut punya usut, ternyata penyebabnya adalah Wawan Tembong bukan orang Solo asli.

Sudah jadi kebiasaan klo orang dari Karanganyar, Sukoharjo, Klaten sampai Wonogiri. Klo ditanya orang, “kamu dari mana?” jawabnya pasti “Solo”.

Setelah dikorek, solonya mana?

baru deh dijawab Wonogiri, Karanganyar, Palur, Kartosuro termasuk juga Boyolali.


Nah si Wawan ini. Doi orang Boyolali asli, jadi ya mungkin aja selain produser acara Asian Games lupa sama namanya, juga karena memang kurang rasa Solo-nya. Karena dia orang Solo Boyolali, bukan Solo Surakarta.

Setelah ini sebaiknya status Bandara Adi Sumarmo juga harus ditulis resmi sebagai Bandaranya Boyolali bukan Kota Solo.

Gak usah spanneng ya


roda2blog di sosial media

1 Komentar

Tinggalkan Balasan