Aplikasi Transportasi Online Harusnya Memverifikasi Data Penumpang

Aksi perampokan terhadap sopulir taksi online kembali terjadi, kali ini menimpa seorang sopir taksi Kosti solo yang mendapat orderan melalui aplikasi Online.

Kejadian seperti ini seharusnya bisa dicegah dan cepat terungkap jika penyedia aplikasi melakukan registrasi dan verifikasi terhadap pengguna layananya.

Jangan asal berfikiran yang penting banyak traffik penggunanya. Tapi juga harus dibarengi dengan tanggung jawab moral untuk melindungi sopir/mitra. Jika identitas sopir aja diketahui, maka seharusnya identitas penumpang juga diketahui sama perusahaan untuk mencegah hal-hal kriminal, termasuk pelecehan seksual.



Apalagi aplikasi seperti Go-Jek punya layanan Go Pay, apa iya tidak diverifikasi KTP dll. Bukankah itu sudah ketentuan dari Bank Indonesia bahwa akun layanan dompet online harus dibarengi verifikasi KTP.

Dengan adanya validasi, maka akan memudahkan pelacakan jika terjadi tindak kriminal.

roda2blog di sosial media

4 Komentar

  1. Masalahnya tidak sesimpel itu…dgn harus validasi data,malah akan menurunkan jumblah pengguna! Dan itu kabar buruk buat bnyak pihak juga.(dan babyak hal2 teknis lainlain)sebene sekrgpun bisa dilacak kog dari sim card yg digunakan untuk memesan kan sudah harus pake ktp dibelakangnya!

    • Setuju. Saya yakin,dalam waktu dekat polisi pasti bisa menangkap pelakunya. Karena data no ponsel plus ponselnya itu sendiri sudah terekam.
      Lagian kalo bicara keamanan,aman mana antara menarik penumpang taxi konvensional dengan taxi online? Bukankah penumpang taxi konvensional justru si sopir sama sekali tak mengenalnya? Apa pernah saat kita naik taxi konvensional,kita diminta menunjukkan ktp dulu?
      So,namanya orang jahat sampai kapanpun tetap ada. Tapi bicara keamanan,tentunya jauh lebih aman taxi online. Baik bagi driver maupun bagi penumpangnya.

      • baru nyadar sih kalo bandingin ama taksi konvensional, jejaknya jauh lebih susah dilacak yakk… tapi berhubung mobil yang dipake memang mobil taksi, warna ngejreng dan susah dijual, maka kemungkinan penjahat pengen ngerampok mobil pun hampir gak ada.

        jadi, bagusnya mobil buat taksol itu ya memang mobil taksi, pake cat taksi dan pake plat kuning. pasti pada keberatan kan driver taksolnya.

        • Yang sedang kita bahas itu data penumpangnya.
          Logikanya,sang penumpang jelas berpikir 1000x jika ingin merampok driver taxi. Karena data penumpang setidaknya bisa diselidiki dari ponsel yang digunakan dan data aplikasi yang diunduh.

Tinggalkan Balasan