Royal Enfield Pilih Thailand daripada Indonesia Sebagai Basis Produksi

Pabrikan sepeda motor Royal Enfield terus mengembangkan bisnisnya di penjuru dunia. Produsen motor yang mengusung segmen unik dan klasik, pabrikan motor ini pun tidak hanya menambah jaringan penjualan tapi juga menambah titik produksinya.

Indonesia sendiri dikatakan oleh Country Manager Royal Enfield Indonesia, Irvino Edwardly sebagai pasar yang penting bagi Royal Enfield secara global. Namun untuk lokalisasi produk wilayah Asia Tenggara, Thailand menjadi negara yang terpilih.

“Alasan Thailand pertama itu lebih decision strategi dari company tapi itu tidak menutup kemungkinan setop begitu saja, apakah kemungkinan ada di Indonesia kita masih belum tau,” papar Vino.


Dalam satu dekade Royal Enfield sendiri terus mengalami pertumbuhan penjualan secara global. Pada tahun 2018 Royal Enfield berhasil menjual 820.000 unit motor naik signifikan dibanding tahun 2010 di angka 50.000 unit.

Royal Enfield Military Classic 2018

“Royal Enfield telah melakukan perjalanan menakjubkan. Tumbuh dari penjualan 50.000 unit sepeda motor pada tahun 2010 menjadi lebih dari 820.000 sepeda motor pada tahun 2018,” tulis Head Business APAC Royal Enfield, Vimal Sumbly dalam siaran persnya.


Vino menegaskan bahwa Indonesia tetap memegang peran penting di antara 4 negara yang menjadi perkembangan pasar seperti Brasil, Kolombia, dan Thailand.

“Key market itu ada di Brasil, Kolombia di Latin Amerika dan Thailand Indonesia di Asia Pasifik. Dari sana bisa dilihat betapa Indonesia memegang peran penting Royal Enfield secara internasional,” lanjut Vino.

Alasan Indonesia sebagai negara penting untuk Royal Enfield adalah konsumen sepeda motornya yang terhitung masuk di antara negara paling banyak.

“Secara global Indonesia merupakan salah satu pasar motorcycle terbesar di Indonesia sesudah India, China jadi itu salah satu kenapa Indonesia menjadi key market. Kami melihat potensi re berkembang di indonesia sangat luas,” pungkas Vino. | detik.com

roda2blog di sosial media

1 Komentar

  1. Indonesia penting sebagai negara konsumen tapi bukan sebagai negara basis produksi. Emangnya pemerintah mau ngasi tax holiday buat royal enfield…lagian selaku2nya nih motor emang sudah sampai kaya matik? Kalau belum ya biarin aja tetep mahal….:-D

Tinggalkan Balasan