Viral Video Mobil Sipil Ugal-Ugalan Pakai Plat Nomor Polisi, Bisa Dipenjara 6 Tahun

Video pelajar mengendari mobil polisi ugal-ugalan di Jalur Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Aksi pelajar pada Sabtu, 1 Juni 2019 pagi itu pun viral di media sosial WhatsApp.

Video viral tersebut berdurasi 2,45 menit. Dalam video terlihat anggota Lantas Polres Bogor menghentikan iring-iringan kendaraan menggunakan rotator, strobo yang dibuka jalur oleh kendaraan Fortuner Hitam Plat Dinas Polri 3553-07.

Kendaraan Fortuner tersebut mengawal tiga kendaraan lain, Rubicon abu-abu, Kijang Innova hitam, dan mobil merah


Kanit Turjawali Satlantas Polres BogorIpda Danny pun menghentikan tring-iringan mobil tersebut. Saat dihentikan itulah, diketahui pengemudi merupakan pelajar dengan nama Kevin Kosasih Kevin beralamat di BSD Tangerang dan bukan anggota Polri. Kevin yang warga keturunan ini saat mengemudikan Fortuner didampingi seorang wanita.

Bilamana terbukti palsu, berdasarkan UU berlaku maka Kevin terancam penjara maksimum 6 tahun. Hal itu tercantum pada Pasal 263 KUHP yang mengatur mengenai tindakan pidana pemalsuan surat.

Pasal itu berbunyi “Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam, jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun.”

Jika ada indikasi pemalsuan (STNK dan/atau pelat nomor kendaraan), akan dilakukan penilangan serta diproses pidana pemalsuan sesuai ketentuan yang berlaku. Sanksi pidana itu sebagaimana diatur dalam UU sebagai berikut:

1. Pasal 280, melanggar tidak dipasangi tanda nomor kendaraan bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia, pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

2. Pasal 287 Ayat 1, melanggar larangan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas, pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

3. Pasal 288 Ayat 1, melanggar tidak dilengkapi dengan STNK atau surat tanda coba kendaraan bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia, pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.


Kevin juga terancam terkena hukuman lainnya karena menyalahgunakan kendaraan pribadi menjadi dinas Polri seperti melengkapi mobilnya dengan storobo.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan