Perbedaan Air Aki Merah dan Air Biru, Jangan Salah Pilih

Air Accu atau air aki punya fungsi vital dalam menjaga tenaga kelistrikan. Air aki ini bisa menyusut perlahan-lahan.

Ketika air sudah ada di bawah ambang batas normal, maka pemilik kendaraan harus segera menambahkannya. Air untuk isi ulang ini dapat dengan mudah dibeli di bengkel atau toko otomotif biasa. Dalam hal ini, satu hal yang perlu diperhatikan adalah jenis air aki.

Ada dua jenis air aki yang dijual bebas,
Pertama, cairan dengan bungkus bernuansa merah. Kedua, cairan dengan bungkus dengan corak biru.

Awas jangan sampai keliru, karena dua jenis air aki ini memang beda fungsinya.


Kalau untuk menambah air aki, pakainya yang botol biru.

Kalau yang botol merah disebut juga Zuur, untuk mengisi aki yang baru. Aki bekas juga bisa diisi yang botol merah zuur ini, syaratnya hsrus dikuras dulu, dikosongin dulu secara total.

Kedua jenis cairan itu beda zat yang terkandung di dalamnya. Pada cairan yang kemasannya merah atau juga disebut aki zuur, terkandung asam sulfat (H2S04) yang mengandung elektrolit, yaitu zat yang dapat menyimpan serta menghantarkan listrik.


Dibanding air di kemasan biru, cairan ini cukup berbahaya karena jika terkena kulit akan dapat membuat gatal-gatal.

Oleh karena zat yang dapat menyimpan dan menghantarkan listrik itulah aki jenis ini yang harus dipakai untuk aki pertama. Biasanya, masing-masing pabrikan sudah punya formula H2S04-nya sendiri.

Sementara, air berkemasan biru dipakai untuk menambah volume. Beda dengan yang merah, air ini pada dasarnya adalah air yang sudah mengalami demineralisasi sehingga tidak mengandung logam sama sekali. Air jenis ini tidak akan menambah berat jenis H2SO4 yang masih tersisa.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan