Mobil Nasional Vietnam Digawangi Pengusaha Swasta Bukan Presiden

Ada perbedaan besar dibalik kesuksesan Mobil Nasional (Mobnas) Vietnam Vinfast dengan Mobil Nasional Esemka Indonesia yang masih abu-abu.

Di Vietnam, mobnas Vinfast, ini dikembangkan oleh pihak Swasta. Oleh perusahaan konglomerasi real estate terbesar Vietnam, Vingroup Joint Stock Company (Vingroup JSC VIC.HM).

Perusahaan publik yang saat ini dipimpin oleh Nguyen Viet Quang ini sekitar 30% sahamnya dimiliki oleh pendiri sekaligus pemegang saham terbesarnya, Pham Nhat Vuong, sebagaimana dikutip dari Nikei Assian Review. Sekitar 15% sahamnya dimiliki oleh gabungan investor asing, dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 3 miliar.

Vingroup memulai usahanya sebagai perusahaan makanan olahan yang didirikan Pham Nhat Vuong di Ukraina pada 1993. Perusahaan itu dipindahkan ke Vietnam pada 2000 karena Vuong ingin lebih banyak berkontribusi membangun tanah kelahirannya.

Pada 2013, Vuong menjadi orang Vietnam pertama yang masuk daftar orang terkaya versi Forbes. Kekayaannya kini ditaksir sekitar US$ 7,6 miliar.

Vingroup sudah mendominasi pasar properti di Vietnam melalui perusahaan properti Vinhomes. Mereka juga telah memasuki pasar alat kesehatan lewat Vinmec, serta menjalankan rantai franchise supermarket yang disebut Vinmart, dan masuk ke sektor pariwisata lewat jaringan resort Vinpearl.


“Mungkin ada 4 juta pelanggan hari ini yang terkait satu atau lain dengan Usaha Vingroup sehingga ini adalah merek besar, merek aspiratif, dan pelanggan tersebut siap untuk produk VinFast domestik,” kata CEO Vinfast, Jim Deluca jelang Paris Motor Show tahun lalu.


Setidaknya lima dari pimpinan manajemen VinFast merupakan tenaga kerja asing, termasuk Deluca dan Shh.

sumber: detikoto.com

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan