Mbolos Karena Ngojek, Polisi Pangkat Perwira Dipecat

Soerang polisi dengan pangkat perwira divonis dipecat dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) karena dianggap lalai menjalankan tugasnya setelah mbolos 30 hari tanpa izin karena nyambi kerja jadi Ojek.

Perwira polisi tersebut bernama Inspektur Dua (Ipda) Triadi yang bertugas di Satuan Sabhara Polres Kendari.

Informasi tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt saat dihubungi, Sabtu (10/8/2019). Sidang dipimpin Kabidpropam Polda Sultra selaku ketua Sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) AKBP Agoeng Adi Koerniawan.

Hal yang memberatkan, Ipda Triadi pada 2017 pernah meninggalkan tugas lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut. Namun saat itu pimpinan memberikan kebijakan agar Ipda Triadi tidak diproses melalui sidang KKEP, melainkan sidang disiplin sesuai Surat Keputusan Hukuman Disiplin (SKHD) Nomor: KEP/04/I/HUK.12.10.1/2019/Sipropam tanggal 17 Januari 2019.


Ipda Triadi sejak menjabat Wakapolsek Waworete Polres Kendari meninggalkan tugas secara berturut-turut sejak 1 Agustus 2018 hingga 26 Agustus 2018. Dia kembali mengulangi perbuatannya meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan secara berturut-turut lebih dari 30 hari kerja sejak dimutasikan sebagai Pama Sat Sabhara Polres Kendari sejak 27 Agustus 2018 hingga 15 Oktober 2018.

Total keseluruhan Ipda Triadi tidak melaksanakan tugas tanpa izin pimpinan selama 62 hari kerja. Padahal sebagai seorang perwira dia harus menjadi teladan bagi para anggotanya.


Dalam persidangan, Ipda Triadi mengakui perbuatannya tersebut. Dia mengaku tidak melaksanakan tugas tanpa izin ke pimpinan karena menjadi tukang ojek dengan penghasilan Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per hari.

Hasil putusan sidang menjatuhkan sanksi bersifat etika dan administratif. Sanksi etika, perilaku Ipda Triadi dinyatakan sebagai perbuatan tercela. Sedangkan sanksi administratif, Ipda Triadi direkomendasikan diberhentikan tidak dengan hormat atau PTDH) sebagai anggota Polri. Ipda Triadi menerima putusan tersebut.

Ditanya kenapa Ipda Triadi lebih memilih menjadi tukang ojek ketimbang jadi anggota Polri, Harry mengaku Ipda Triadi tidak memberi alasan.

“Tidak ada alasan, yang bersangkutan menyadari telah meninggalkan tugas dan melalaikan tugasnya sebagai anggota Polri,” ujarnya.

Sumber: detik.com

roda2blog di sosial media

1 Komentar

  1. Ya itu resiko menjadi aparat memang sudah ada ketentuannya, dilarang ndobel kerjaan tanpa seijin atasan, bahkan untuk yang bertugas mengawal di bank pun itu ada penugasannya dan diketahui oleh atasan. Namanya juga profesional, memang kadang ada aparat yang sembunyi2 secara paruh waktu ndobel kerjaan, tentu atasan juga maklum tapi kalau sudah sampai lebih dari 30 hari ya sanksinya pasti diberhentikan.

Tinggalkan Balasan