Kemerdekaan Indonesia adalah Pemberian Belanda. Sebuah Jawaban.

17 Agustus 2014

image

Para kri.tikus seringkali menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah Pemberian Belanda lewat Konferensi Meja Bundar, 2 September 1949 . Indonesia sebenarnya tidak pernah mengalahkan Belanda dalam perang tahun 1945-1949.

Anehkan, bila benar Indonesia kalah lalu kenapa si Belanda repot repot minta damai dan malah mengakui kedaulatan Indonesia merdeka?. aya aya wae

image

Inggris Mundur dari Perang Kemerdekaan 1945 – 1947

Perang Kemerdekaan Indonesia adalah perang yang paling mengejutkan dunia setelah Perang Dunia ke 2. Dengan hanya bermodal senjata peninggalan Jepang, TNI sukses meladeni Inggris.

Perang 10 November di Surabaya adalah bukti kesolidan TNI. Secara dzohir Inggris memang menang berhasil menguasai Surabaya. Tapi faktanya mereka tetap mengaku kalah.

Hanya untuk menguasai kota Surabaya yang hanya dipertahankan 20.000 tentara dan milisi yang bersenjatakan peninggalan Jepang. Inggris butuh 30.000 prajurit tempur termasuk Prajurit Gurkha, yang didukung artileri Tank, pesawat dan meriam kapal laut.

Inggris boleh jumawa menang menguasai kota, tapi nama pasukan Inggris tercoreng luar biasa. Sebagai pemenang PD II, hanya untuk menaklukkan kota kecil mereka kehilangan 2 Jenderal dan 2.000 pasukan.

Saat Soekarno melantik Sudirman menjadi Panglima TKR/TNI, Media Belanda mempropagandakan bahwa perjuangan rakyat Indonesia telah kehabisan tentara pejuang sehingga seorang guru SD dipaksa untuk menjadi panglima perang. Tapi buktinya Sudirman sukses membuka mata dunia tentang betapa bahwa Rakyat Indonesia siap untuk perang jangka panjang. Palagan Ambarawa adalah bukti kejeniusan sang Jenderal Besar.

Pertempuran besar lainya seperti Medan Area, Bandung lautan api, Perang Jong Celebes Westerling dll telah membuat Inggris malu dan menarik diri dari perang di Indonesia pada akhir 1947.

image

Belanda Menyerah kalah tahun 1949

Agresi Militer kedua tahun 1949 adalah kejadian paling memalukan dalam sejarah Belanda. Dengan kekuatan penuh di darat dan udara, serta restu dari negara sekutu dengan dalih sebagai aksi polisional. Bahwa Republik Indonesia telah runtuh, bangkrut dan tanpa pemerintahan yg sah dan kuat, karena konflik interen gonta ganti Perdana Menteri.

Bahwa hanya dengan serangan singkat cukup untuk membuat Republik Indonesia bubar. 20 Desember 1949 serangan dilancarkan ke pusat pemerintahan NKRI di Jogja, para pemimpin pucuk Republik ditangkap. Belanda menyiarkan ke seluruh dunia bahwa NKRI telah tamat.

2 bulan berselang, 1 Maret 1949, Jenderal Sudirman berserta seluruh pasukan Gerilya sukses merebut kembali Jogjakarta. Dan dunia pun sadar tentang kekuatan militer Indonesia, tanpa bantuan dari negara asing, TNI siap untuk terus berperang dalam jangka panjang. Mau gerilya atau perang kota pun siap dilayani.

Walhasil Belanda sukses dipaksa meletakkan senjata dan mengakui kedaulatan Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar. Tanpa kemenangan di medan perang, mustahil menyeret dan memaksa Belanda di KMB untuk mengakui kemerdekaan Indonesia.

image


124 Tahun Migrasi Bangsa Jawa ke Amerika Selatan.

11 Agustus 2014

image

9 Agustus 1890 – 9 Agustus 2014. Bulan Agustus menjadi bulan yang sakral bagi orang Jawa di Suriname, Amerika Selatan.

Pada bulan inilah, 124 tahun yang lalu nenek moyang mereka dibawa oleh Belanda untuk bekerja di Suriname. Dari bumi belahan timur, mereka dibawa ke sebelah barat, sebuah perjalanan panjang dan jauh.

Sungguh pastilah sangat berat bagi para leluhur orang Jawa untuk berpisah dari tanah kelahiran, sanak saudara dan kerabat untuk selamanya. Prinsip hidup bangsa Jawi terpaksa harus dilanggar, mangan ora mangan sing penting mlumpuk bareng sedulur.

Satu seperempat abad telah berlalu, semoga sedulur jawa di sana diberi keberkahan hidup.

Berikut galeri foto diaspora orang Jawa ke Suriname

image

image

image


Hamas (juga) Tidak Berperi Kemanusiaan

16 Juli 2014

image

Penduduk Dunia saat ini sedang menonton kebiadaban Israel yang sedang memborbardir jalur Gaza Palestina. Mereka bersedih dengan jatuhnya korban anak-anak, wanita dan warga sipil yang tak angkat senjata.

Dalam pandangan saya, Hamas sang musuh Israel, juga sebenarnya sama biadabnya dengan Israel. Mereka menjadikan warga sipil sebagai tameng hidup. Mereka menembakkan roket dari atap-atap rumah penduduk sipil ke arah Israel.

image

Israel tentu saja membalas tembakan tersebut ke arah rumah itu berdasarkan citra satelit atau teropong mata-mata. Israel tentu tidak menelpon dulu si pemilik rumah atau mengetuk pintu. Musuh dari sana, pokoknya bom blast

image

Selebaran pemberitahuan serangan dari tentara Israel.
image

Tapi Israel setidaknya cukup beradab dengan menyebar selebaran pemberitahuan kepada penduduk di wilayah perang untuk menyingkir, tapi sepertinya mereka enggan atau memang dipaksa Hamas untuk tetap tinggal sebagai tameng hidup.

Hamas lebih biadab lagi ketika Mesir mengajukan proposal gencatan senjata pada kedua belah pihak. Israel setuju dengan menghentikan pemboman, tapi Hamas dengan lantang menolak proposal dan tetap menghujani Israel roket. Gencatan senjata pun cuma bertahan kurang dari 24 jam.

Jangan bertanya apa agamamu, karena sabar setiap manusia pasti ada batasan.

Tentu strategi perang Hamas yang melibatkan rakyat sipil itu sangat disayangkan, bukankah Rasul pernah bersabda:
“Almuslimu man salimal muslimina min lisaanihi wa
yadihi”
(seorang muslim adalah yang bisa menjaga keselamatan umat muslim lainya dari lisan dan perbuatanya).


Kisah Presiden Soeharto tak mau naik haji dibiayai negara

27 Mei 2014

0

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) sebagai tersangka korupsi penyelenggaraan haji tahun 2012-2013. Diduga ada permainan menggelembungkan proyek katering, pemondokan dan transportasi sehingga biaya haji menjadi mahal.

Diduga, ada sejumlah anggota DPR dan keluarga Suryadharma Ali ikut dalam rombongan haji bersama Menteri Agama. Mereka menggunakan fasilitas negara untuk naik haji.

“Ada keluarga menteri juga, menteri SDA. Keseluruhan tidak ingat lagi, tapi kurang lebih di bawah 100,” kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas Gedung KPK Jakarta, Jumat (23/5)

Fakta yang dibeberkan KPK ini membuat miris. Jika menengok sejarah, ada kisah menarik saat Presiden kedua RI Soeharto dan keluarganya naik haji. Walau menjadi orang paling berkuasa saat itu, Soeharto tak mau dibayari negara.

soehartno naik hajisumber foto: berita.plasa.msn.com

Tahun 1991 Presiden Soeharto bersama keluarga pergi menunaikan ibadah haji. Karena berhaji urusan pribadi, Soeharto menolak dibiayai negara. Dia juga tak mau Departemen Agama repot-repot mengurusi kepergiannya.

Seluruh Paspampres yang ikut dan rombongan pendukung pun dibiayai oleh Soeharto.

Reporter Senior TVRI DR Sutrimo meliput langsung momen Soeharto naik haji. Dia pun menuliskan pengalamannya dalam buku 34 Wartawan Istana Bicara Tentang Pak Harto terbitan UMB Press tahun 2013.

Walau naik haji bukan sebagai kepala negara, nyatanya kehadiran Presiden Soeharto tetap mendapat sambutan meriah para jamaah haji yang datang dari seluruh dunia.

“Sewaktu Pak Harto melempar jumrah, banyak kaum Muslimin melambaikan tangan dan mengelu-elukan Pak Harto dengan berteriak Assalamu’alaikum Rois Indonisi, Assalamu’alaikum Rois Indonisi,” kata Sutrimo.

Rois Indonisi artinya pemimpin dari Indonesia. Mereka menghormati Soeharto sebagai pemimpin dari negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

Jika benar kini para pejabat Indonesia mengkorupsi dana haji, sungguh memalukan sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar. Setelah sarung, Alquran, haji pun tak lepas dari bagi-bagi proyek dan aji mumpung.

sumber: MERDEKA.COM


Sekilas Perang Puputan Bayu, Kabupaten Banyuwangi

19 April 2014

Amamoto:

Salah satu perang bersejarah dalam perjuangan melawan kolonial, tapi luput dalam pelajaran sejarah di bangku sekolah. klik “view original” untuk membaca di sumber aslinya

Originally posted on Pusaka Jawatimuran:

Disusun oleh: Hasan Ali
Ketua Dewan Kesenian Blambangan

1. PENGANTAR

(Bahasa Using: puput = habis; Puputan Bayu = Perang habis-habisan di Bayu).
Perang   Puputan Bayu adalah peperangan yang terjadi antara pasukan VOC Belanda  dengan pejuang-pejuang Blambangan pada tahun 1771-1772 di bayu (Kecamatan Songgon sekarang). Peperangan ini oleh fihak Belanda sendiri diakui sebagai peperangan yang paling menegangkan, paling kejam dan paling banyak memakan korban dari semua peperangan yang pernah dilakukan oleh VOC Belanda di manapun di Indonesia (Lekkerkerker, 1923 : 1056). Di fihak Blambangan, peperangan ini merupakan peperangan yang sangat heroik-patriotik dan membanggakan, yang patut dicatat, dikenang dan dijadikan suri tauladan bagi anak cucu kita dalam mencintai, mcmbela dan membangun daerahnya, Bumi Blambangan.

Dalam Perang Puputan bayu tersebut pejuang-pejuang Blambangan dipimpin oleh Rempeg, yang kemudian dikenal dengan nama Pangeran Jagapati, seorang buyut Pangeran Tawang Alun, putra Mas Bagus Dalem Wiraguna (Mas Bagus Puri) dengan ibu dari desa Pakis, Banyuwangi (Pigeaud, 1932:…

View original 2.530 kata lagi


Sunan Samudera mendapat gelar Kalijaga #1

26 Januari 2014

kalijaga
Para sunan penguasa wilayah di kesatuan Demak telah berkumpul, dari ujung barat penguasa cirebon sampai penguasa Ampel. Abdullah Ibrahim sekarang telah menjadi Sunan Ampel menggantikan Maulana Malik Ibrahim yang telah wafat.

Berdasarkan musyawarah para sunan, serbuan ke Demak kali ini akan dipimpin oleh Sunan Giri dan markas komando dipusatkan di Keraton Giri, Kedaton, Gresik.

Berdasarkan usulan Panglima dari Turki, kali ini serangan pada Majapahit akan dilakukan pada dua sisi. Daratan dan sungai. Lalu ditunjuklah Raden Mas Said sebagai pemimpin pasukan yang akan menyerang dari sungai.

Said bukan orang sembarangan. Lahir di Tuban dan besar di Jepara telah menempa dirinya sebagai anak laut yang tangguh. Sejak kecil telah terbiasa hidup di atas air mengarungi samudera.

Setelah dewasa dirinya tumbuh menjadi kapten kapal perang yang tangguh dalam melindungi perairan jawa dari para perompak laut. Para awak kapal yang merasakan jasanya ini kemudian menjulukinya Sunan Samudera.

Begitu mendapat tugas untuk turut serta menyerbu Majapahit ini, samudera langsung bersemangat. Apalagi tugas juga tetap di atas air, sungai dan lautan bagi samudera adalah sama.

Samudera meminta waktu 30 hari untuk memetakan aliran sungai yang menuju ke Daha. Selama itu dia menelusuri aliran sungai Brantas dan anak sungainya dengan sampan seorang diri.

Dia mencatat dengan cermat setiap detil sungai. Desa, daratan, bahkan sampai hutan bambunya. Dia tidak ingin rombongan kapalnya menjadi sasaran empuk prajurit Majapahit dari darat.

Dengan pakaian dan nama samaran, dia akan turun ke desa-desa di pinggir sungai. Mendata dan menyapa penduduknya untuk mengetahui apakah mereka masih loyal kepada Majapahit atau tidak.

Penduduk desa di pinggiran sungai menyapanya dengan Orang Jaga Kali. Sedang beberapa orang yang melihatnya sholat di atas sampan menyebutnya Kyai Kalijaga.

Sejak kepindahan Ibukota Majapahit dari Trowulan ke Daha Kediri, secara drastis telah kehilangan kemampuan maritim. Meski di beberapa tempat ada penjagaan, tapi sangat mudah dikelabui. Samudera kemudian sukses mencapai Kediri.

Ketika pulang dan sampai di Giri untuk melaporkan temuanya di panglima tertinggi. Julukan Kalijaga telah sampai lebih dulu di Giri Kedaton. Dalam setiap musyawarah para sunan dalam menyusun strategi serbuan ke Majapahit, dirinya sekarang dipanggil Kalijaga.

Kalijaga kemudian memimpin pembuatan perahu perang yang lebih kecil agar bisa leluasa dalam berlayar dan bermanuver di aliran sungai Brantas. Kerajinan kayu memang salah satu keahlianya.

Kapal tersebut bisa mengangkut 30 pasukan, 14 pendayung, 4 meriam masing-masing dua di kanan dan dua di kiri. Total ada 10 kapal yg dibuat, semuanya berlayar dengan formasi jajar dua. Tapi hanya ada 6 kapal saja yg berisi pasukan, sisanya hanya sebagai kamuflase

….. bersambung
petikan novel Perang Jawa-buku saya. ;)


Keindahan Majapahit: Sketsa Negarakertagama #8

25 Januari 2014

Sketsa-sketsa ini bukan karya saya, ini berasal dari FB group pecinta sejarah Majapahit (Klik di sini) . Hak karya cipta dimiliki oleh Sdr. Tjahja Tribinuka (Alamat FB-nya)

Negarakertagama pupuh8

majapahit 11. Tersebut keajaiban kota: tembok bata merah, tebal tinggi, mengitari pura. Pintu barat bernama Pura Waktra, menghadap ke lapangan luas, bersabuk parit. Pohon brahmastana berkaki bodi, berjajar panjang, rapi berbentuk aneka ragam. Di situlah tempat tunggu para tanda terus menerus meronda jaga paseban.

majapahit sketsa 22. Di sebelah utara, bertegak gapura permai dengan pintu besi penuh berukir. Di sebelah timur, panggung luhur, lantainya berlapis batu, putih-putih mengkilat. Di bagian utara, disebelah pasar, rumah berjejal jauh memanjang sangat indah. Di selatan jalan perempatan, balai prajurit tempat pertemuan tiap caitra.

majapahit 33. Balai agung Manguntur dengan balai Witana di tengah menghadap padang watangan. Yang meluas ke empat arah: bagian utara, paseban pujangga dan menteri. Bagian timur, paseban pendeta Siwa-Budha, yang bertugas membahas upacara. Pada masa gerhana bulan Palguna demi keselamatan seluruh dunia.

majapahit 44. Di sebelah timur, pahoman berkelompok tiga-tiga mengitari kuil siwa. Di selatan, tempat tinggal wipra utama, tinggi bertingkat menghadap panggung korban. Bertegak di halaman sebelah barat; di utara, tempat Budha bersusun tiga. Puncaknya penuh berukir; berhamburan bunga waktu raja turun berkumpul.

majapahit 55. Di dalam, sebelah selatan Manguntur tersekat dengan pintu, itulah paseban. Rumah bagus berjajar mengapit jalan ke barat, di sela tanjung berbunga lebat. Agak jauh di sebelah barat daya: panggung tempat bercengkrama para perwira. Tepat ditengah-tengah halaman, bertegak mandapa penuh burung ramai berkicau.

semoga bermanfaat, dan bisa menjadi cermin untuk kebanggaan kebesaran sejarah yang telah diukir nenek moyang kita.


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.540 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: