Ajian Semar Mendem TKW dan Artis Blasteran

24 Juni 2011

Sudah bukan rahasia lagi, klo wajah blasteran itu lebih laku dijual daripada wajah-wajah lokal. Gak percaya?, tuh lihat aja BOTD, wajah ganteng Mas Tri dan Mas Taufik kalah telak dari wajah-wajah korea … macam Myo Bun, Kyo Hun maupun Mi Won :mrgreen: Orang keturunan Arab sendiri juga rata-rata gak kalah ngetop kok … tuhh si Nazarudin :lol:

Intinya, para kaum wanita kita emang (mungkin) dan bossen sama wajah-wajah lokal, jadi maunya yang blasteran. Naghh, ketika kesempatan untuk mendapat barang pria yang asli 100% tentu tidak boleh di-sia-sia kan sama si pemburu dan pengidola …

yaghh mungkin itulah yang ada di benak para TKW yang ketika berangkat dari kampung halaman sudah siap berbekal Pelet, ajian semar mendem, jaran goyang sampe rajah nyi lampir … monggo dilihat videonya  Baca entri selengkapnya »


Abu Khomsin, TKW Pelacur dan Harga Diri Bangsa

24 Juni 2011

Siapa kaum perempuan tercantik di dunia Arab, Wanita Indonesia jawabnya. Banyak mitos yang berkembang di kalangan pria Arab tentang wanita Indonesia. Mulai dari miss-v rapet, bersih, harum, bisa multi orgasme, manut disuruh gaya apa, bisa goyang maut, goyang inul … dannnn nggak mahal kok, semua servis tambahan tadi cuma cukup dibayar 200riyal, malah klo si pria Arab ganteng, cukup ditebus dengan bisikan “i love u” …

Piye ceritane? …

Kalo diprosentasekan, TKW yang gagal, disiksa dan dibunuh itu emang cuma 5%. Lalu yang sukses, majikanya baik, bahkan dianggap sebagai saudara sendiri itu 25%. Naghhh sisanya ya jenis TKW pelacur :roll: piss dulu ;)  Baca entri selengkapnya »


Jangan Salahkan Majikan di Arab, Basmi Oknum KBRI ARAB!

23 Juni 2011

Sekali lagi mengomentari tentang carut marutnya dunia TKI informal di Tanah Arab. lho kok baru sekarang Pak de ngomong, kenapa nggak dari dulu? … naghh itu masalahnya, yang jadi masalah dulu disono. Dubes RI di Qatar lebih percaya omongan oknum local staff KBRI daripada mulut saya. Maklum, itu tikus emang udah persis seperti penjilat sengkuni dalam wayang.

Lagipula saya juga bukan orang dalam KBRI, sehingga trust kepada saya sangat sedikit. padahal klo secara teknis, karena saya juga punya akses masuk ke CID (Central Inteligent Departemen) … jangankan nomor passport atau nama majikan si TKI/TKW, kapan dia masuk ke Qatar. bahkan berapa jumlah gajinya pun saya bisa tahu…. dan berkali-kali saya mengirimkan informasi itu secara diam-diam (klo ketahuan bisa dipecat saya) untuk membantu. Tapi apa daya, saya tetaplah orang diluar mereka …

Back to laptop

Saat menghadapi sengketa Majikan versus Pembantu TKW, saya selalu berada dalam dilema. 1. Majikan merasa dibohongi oleh Agen disono yang bekerjasama dengan oknum tikus KBRI. 2. Si TKW juga telah diberi informasi palsu mengenai hak-hak dia dan perlindungannya dari Kerajaan Qatar. 3. Saya selalu kurang bukti untuk menekuk si Tikus kamprett itu

Kita bahas 1-1  Baca entri selengkapnya »


Contoh Kebusukan Pejabat tentang TKW/TKI

20 November 2010

Tulisan ini saya buat setelah acara dialog antara Din Syamsudin dan beberapa wartawan Kompas dan Tempo, untuk diketahui, Din Syamsudin ini pernah menjabat BNP2TKI (Badan Nasional Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia )….

Inipula yang menjadi salah  satu alasan saya berhenti dari pekerjaan saya….nggak pernah ada niat untuk memperbaiki dari pemerintah kita

Seandainya Mereka Ibumu, Pak Din Syamsudin

Tak perlu saya sebutkan tanggal berapa dan bulan apa. Dan tak penting apakah forum tersebut formal atau hanya makan-makan, ataukah orang yang mengapit anda adalah ketua MPR dan Duta Besar RI.

Terserah mau sama atau tidak setidaknya inilah yang anda ucapkan ketika menanggapi pernyataan saya mengenai Turida:

“….bahwa prosentase TKW yang “gagal” dan yang sukses itu lebih banyak yang sukses. Yang gagal itu hanya 1-4% persen saja. Kalau anda pergi ke daerah yang menjadi basis TKW, anda akan menemui desa yang seperti kota. Rumahnya bagus, sawahnya luas, punya motor bahkan mobil”

Wahai Pak Din Syamsuddin, bagaimana bila anda menghadapi seperti ini?.

Seorang TKW, berumur sekitar 36 tahun datang ke kantor Polisi sambil menangis. Tanpa membawa paspor, nomor telepon majikan, bahkan nama lengkap majikan pun tak tahu. Jangankan alamat KBRI Doha, alamat rumah majikan pun dia tahu. Sedang dia juga belum melaporkan kedatanganya  di KBRI. Beruntung dia bertemu dengan sopir taksi yang baik yang bersedia mengantar ke kantor polisi tanpa memerkosanya.

Sekarang dia dihadapan anda, hanya bisa menangis karena sama sekali tidak paham bahasa Arab apalagi Inggris. Tangisanya semakin keras, setiap kali polisi Arab membentaknya karena jengkel dan bingung menghadapi bahasa Indonesia.

Buka hati dan mari bayangkan. Bagaimana seandainya dia adalah Istri anda?, atau Ibu anda?. Ingatlah!

Berapapun persen dari total TKW yang anda sebut “gagal”. Mereka tetaplah manusia biasa, istri dari seorang suami, ibu dari anak-anak. Masalah seperti itu bukan satu atau dua kali, tak perlu saya hitungkan karena pengalaman anda di Depnakertrans tentu sudah memberi tahu anda.

TKI/TKW hanya sebuah komoditas ekspor oleh pemerintah kita, jangan salahkan Arab Saudi atau Malaysia, salahkan pemerintah Kita yang nggak pernah mau bertindak……hanya menikmati devisa untuk mencicil hutang



Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.536 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: