Rasisme masih ada, dan saya mohon maaf

Sekitar tahun 2007-2008  (Saya ketika itu bekerja pada salah satu supplier proyek PLTU Jepara), Saat menonton pertandingan Persijap Jepara vs Persipura Jayapura…terdengar beberapa nyanyian dan ledekan rasisme untuk para pemain Persipura

Sakit rasanya….melihat pemain berbakat macam Boaz Salossa menjadi emosi, Kapten  Eduard I. Dalam sampai bingung mau berbuat apa untuk meredakan emosi anak buahnya.

Bahkan pelatih Persipura asal Malaysia Raja Isa pun dibuat bingung oleh ulah “oknum” Laskar Kalinyamat itu…..perih rasanya.

Maaf, saya tidak pernah mentolerir setiap perilaku rasis. Mungkin itu trauma masa kecil saya

Sejak SMP-SMA, karena asal muasal saya. Saya selalu diidentikan dengan PKI. Padahal saya tak pernah tahu apa dosa yang telah diperbuat leluhur saya, lha wong saya belum lahir…

Baca Juga:   Biker Tanpa Lampu Adu Kepala Dengan Truk Parkir Ngawur

Sudahlah…kita satu bangsa..satu tanah air..satu bahasa…tak perlu menjelekkan suku bangsa lain atau bahkan menghina tempat tinggalnya…apapun sukunya…bumi yang dipijaknya tetap sama Indonesia.

Saya mohon maaf kalau beberapa hari lalu terbawa emosi…menanggapi sebuah komen di blog lain…mohon maaf beribu maaf..

Tak ada satupun tempat yang  “NDESO” di muka bumi Indonesia, setiap jengkal dari tanah air kita adalah Surga di dunia…

1 Komentar

  1. Meski kita semua beda tp sebenernya kita itu satu, satu bangsa…,tetep harus saling menghargai…

    kita juga gak selalu sependapat…, tp tetep harus menghargai pendapat org lain…

    salam,
    One HEART

Komentar ditutup.