Property itu Roti (Busuk)

Miris juga lihat nasib beberapa rekan EU (Entreprenuer University) yang saat ini sedang kolaps. yah, sebenarnya seh saya nggak menyalahkan ilmu yang mereka serap di EU, karena toh itu hanya salah satu kesalahan pengamalan saja….may be

Salah satu doktrin yang sebenarnya saya kurang sreg di EU adalah perkara properti ini. hmmmm. Begini, salah satu suhu mentor EU sudah menegaskan, Bisnis dulu baru properti.

Dan properti pun harus selangkah demi selangkah, nggak bisa langsung jadi developer…karena kalau sudah di developer harus punya seni menjual diri, lain waktu saja saya bahas soal jual diri

Saya sendiri termasuk orang yang sangat anti dengan properti untuk tujuan Investasi jangka panjang…tapi kalau untuk tempat bisnis oke laghhh….emang mau kaki lima, hehehe

Selama ini orang bilang kalau Rahasia Tuhan itu ada 3 tapi Bagi saya, Rahasia TUHAN itu ada 4… Mati, Rizki, Jodoh dan PROPERTI ….hehehe kok bisa?

Baca Juga:   Kastem Honda Win Scrambler Keren dari Purwokerto

Orang menjual rumah itu nggak bisa disamain dengan jual tempe atau motor. Susssaaahhnya setengah mampussss, maka nggak heran kalau di iklan ada istilah BU CPT SGT … Butuh Uang Cepat Sangat

dan jika sudah BU CPT SGT itu berarti properti itu sudah sangat lama nampang di koran dan udah bosen di tulisi “dijual”…dan biasanya, klo udah sampe difase ini, si penjual udah gak perduli lagi dengan nilai inflasi dan aneka biaya lainya….pokoknya cepat laku..dan dijual dibawah harga pasaran.

Contoh, beli tahun 1990 seharga 60 juta, dijual BU CPT SGT seharga 150juta….kelihatanya emang untung, tapi jika dihitung pake inflasi + biaya …. yo rugi rek..lha wong 60 juta tahun 1990 bisa beli  grand civic baru…nah..150 juta sekarang dapat mobil baru apa?…

Seerem…coba aja lihat iklan-iklan di surat kabar tentang tanah/rumah yang dijual, passti ada iklan yang udah berumur lebih dari 2 tahun….

Baca Juga:   Membenci Guru Tak Akan Membuatmu Sukses

Yang lebih disayangkan lagi, setelah kelar dari EU, mereka ini langsung bergaya jadi developer….mas, mbak, pak de…nggak usah termuluk-muluk dengan kesuksesan para mentor atau besarnya hutang para senior

Pendapatan bersih sehari 30 ribu tanpa hutang, itu lebih enak daripada 5 juta per bulan tapi menanggung cicilan setengahnya….apalagi kalau 30 ribu itu dari 10 tempat hehehehe

intinya, bisnis jangan ditopang properti…karena properti “liability” bukan assets….yang betul bisnis ditopang dengan emas batangan, selain “asset” emas juga penjaga “value”

Properti itu sama seperti Roti, klo bisa laku cepat .. ya untung, fresh enak macam roti abis dari oven….tapi kalau nggak laku-laku ya bossok, jamuran….emang sih bisa di daur ulang, tapi jadi TPH…Tempat Penginapan Hantu…

7 Komentar

  1. oh ikut EU ya? waah.. entrepreneur juga ya? hehehe

    saya malahan baru beli buku kmrn, kayaknya bukunya suhu EU deh, judulnya the power of kepepet! baru baca seperempat, lumayan sih..

  2. Sorry nih gk sependapat bro…
    Ya gak bisa disalahkan sepenuhnya kalo pengusaha developer itu tidak menguntungkan.
    Coba deh ditelaah lebih baik lagi, kenapa sebuah property itu harganya tidak berkembang? Banyak faktor bro. contohnya adalah: Lingkungan, akses tol, akses jalan, fasilitas kesehatan, sekolah, hiburan, mall, supermarket, mini market dan pasar tradisional terkadang menjadi tolak ukur masyarakat untuk sebuah property. Nah, kenapa tidak berkembang, ya kemungkinan besar fasilitas2 diatas tersebut tidak terpenuhi/ada.
    Coba bro lihat developer2 besar seperti PT. Kentanik, Summarecon, dan Ciputra, mereka beli harga tanah per m2 cuma dibawah Rp 50rb perak/m2 dan dijual bisa diatas Rp 3 juta/m2. Kenapa bisa begitu? Ya karena mereka bukan hanya sekedar menjual property saja tapi juga memberikan fasilitas2 diatas dengan kemasan yang sangat baik.
    Saran saya nih,
    Seandainya ingin membeli properti dilihat gunanya untuk apa, lokasinya dimana, surat2nya bagaimana, masyarakat sekitarnya bagaimana, fasilitas penunjangnya apa, dan apakah dekat dari bencana alam ato tidak.
    Jadi dimasa yg akan datang bro gk akan menyesal menjadikan sebuah hunian adalah asset yg nantinya akan mendatangkan keuntungan berlimpah.

    Tks,
    Dwityandaru Hananto
    Project Manager
    Developer
    Kontraktor
    Owner
    Perumahan Pesona Alam Residence, Bojongkulur, Gg Putri, Bogor

    • Koreksi utk mbah amama ali:

      “Begini, salah satu suhu mentor EU sudah
      menegaskan, Bisnis dulu baru properti…”

      Kebalik mbah, justru di EU itu yg ditekankan properti dulu baru bisnis. Properti sebagai ‘backing-an’ bisnis, menurut EU.

      Buat bro Onyx, yg dipermasalahkan mbah amama bukan soal propertinya bro, tapi bagaimana EU memberikan ilmu tentang properti kepada murid2nya. Cenderung grusa-grusu dengan konsep: ‘yang penting mulai aja dulu investasi properti’, ‘hitung2an mah urusan belakangan’, yang ujung2nya kredit macet di bank :mrgreen: Mungkin beda sama ilmu propertinya bro Onyx yg udah moncer 🙂

  3. perlu pengalaman yg matang buat bisnis di bidang property.. kalo asalan2 ya bisa kayak roti busuk.. tapi kalo dikelola sebaik mngkin bisa kayak ciputra..

1 Trackback / Pingback

  1. Property itu Roti (Busuk) « RODA 2 BLOG - Website Kumpulan Dongeng

Tinggalkan Balasan