Ini Lho Tugas Kunci Mbah Maridjan

Sedih, saat ada banyak yang mencela kepergian beliau. Maklum, mungkin karena ketidaktahuan saja.

Mbah Maridjan ini bukan sekedar Juru Kunci ataupun juru selamat atau pun orang yang berhak menyuruh warga kapan mengungsi atau tidak.

Jika selama ini warga menganggungkan beliau dan bahkan menganggap nya sebagai “Orang Sakti” itu hanya efek dari “keberuntungan” beliau dalam menjalankan tugas…tugas opo to?

Jika anda wahabi…tolong…jangan ngomong masalah SIRIK atau BIDAH atau Nyampah di komen..hormati yang sudah mati

Tugas utama Mbah Maridjan adalah menjaga keselamatan Bumi Ngayogyakarta Hadiningrat dari amukan Merapi. Nah, Kinahrejo yang dihuni oleh beliau, itu termasuk bagian dari Ngayogyakarta dan harus dijaga.

Baca Juga:   Maafkan saya HONDA ...

Persis seperti Thomas Andrews yang memilih tenggelam bersama Titanic karena merasa dirinyalah yang bersalah

Begitu pula Mbah Maridjan yang selama ini menolak mengungsi karena sebagai bentuk tanggung jawab tadi. Jika awan panas menerjang Kinahrejo, berarti ada yang salah selama dia menjalankan tugas sebagai Juru Kunci. Dan Mati bersama Kinahrejo adalah bentuk final pertanggung jawaban….

Kalau pun “wedhus gembel” melenceng dari Kinahrejo, itu bukan karena kesaktianya, tapi karena memang sudah tugasnya untuk mencegah itu dengan aneka amalan, adat dan ritual yang di amanat kan Kraton untuknya

Mbah Maridjan itu sudah seperti prajurit di garis depan… lebih baik pulang nama daripada gagal menjalankan tugas … terima kasih Mbah… setidaknya, berkat “andilmu” Tragedi Merapi 1006 belum terjadi sampai ini ….

Baca Juga:   The Vixion Killer is the New Tiger?

 

roda2blog di sosial media

9 Komentar

  1. @myth:
    niki lho mas Tugas nya
    Kalau pun “wedhus gembel” melenceng dari Kinahrejo, itu bukan karena kesaktianya, tapi karena memang sudah tugasnya untuk mencegah itu dengan aneka amalan, adat dan ritual yang di amanat kan Kraton untuknya

  2. sosok yg patuh jd teladan bagi pemimpin bangsa ini yg selalu memble n tidak tegas dalam menyikapi berbagai hal, Mbah Maridjan sosok yg berani n bertanggung jawab atas amanah yg diberikan kepadanya meskipun nyawa taruhannya…..Do’a kami menyertaimu Mbah….Selamat jalan n semoga amalnya diterima disisi-Nya…Amin.

  3. memang tidak bijak menghina org yg sudah mati,ga ada yg menjamin beliau lebih hina nanti dibanding kita2,melihat mati sujud beliau mungkin beliau lebih beruntung dari kita,mgkin beliau mlah sempat mngucapkan tobat dihadapan YME lewat sholat
    **********
    sebagian dari komentar dihapus oleh Juragan Parkir

Tinggalkan Balasan