Sejarahnya dulu Pemerintah Indonesia Kere_Miskin, Kasultanan JOGJA KAYA RAYA!

Susah emang ngeliat orang di luar Jogja komentar tanpa tahu duduk persoalanya. Opo maneh beberapa tokoh parpol, ndaliwuk! ra nduwe dugo, sudah dibantu ehhhh sekarang malah mau ngrampaszzzz

Posisi Kasultanan Ngayoyakarta dan Hindia Belanda

  • de facto merdeka (1755-1830)
  • de jure negara dependen dari VOC (1755-1799)
  • de jure negara dependen dari Republik Bataav/Franco Nederland (1800-1811)
  • de jure negara dependen dari EIC (Inggris) (1811-1816)
  • de jure negara dependen dari Nederlands Indie (1816-1830)
  • negara dependen dari Nederlands  (1830-1942)
  • negara dependen dari Kekaisaran Jepang (1942-1945)
  • negara dependen/daerah istimewa dari Republik Indonesia dengan bentuk monarki persatuan berparlemen (1945-1950)
  • Status negara diturunkan secara resmi menjadi status daerah istimewa setingkat dengan provinsi (1950)

Dalam pemerintahan kolonial, posisi Hindia Belanda yang beribukota di Batavia, itu sejajar dengan kasultanan Ngayogyakarta, artinya, Gubernur Jendral di Batavia, tidak memiliki kontrol atas Yogyakarta. istilahnya “Kerajaan vasal/Negara bagian/Dependent state” … nah lhooo. Dependent state ini ada banyak sekali, diantaranya adalah Kerajaan Luwu di Sulawesi.

Naghhh ketika Indonesia merdeka, Hanya ada 4 “dependent state” yang langsung declare dan siap memujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (Jogja-Bali-Aceh dan Luwu), sedang beberapa lainya menghendaki status quo (dijajah Belanda) dan beberapa lainya menginginkan konsep Republik Indonesia Serikat.

Kerajaan Luwu kemudian berhasil ditumpas habis oleh tentara NICA dengan bantuan “dependent state” yang berseberangan, begitu pun juga dengan Bali. Yang tunduk karena diplomasi…CMIIW

Baca Juga:   Iseng Lempar Batu ke Kereta Api, Dua Bocah Diciduk Polisi Di Madiun

YOGYAKARTA lah yang membidani dan membiayai Lahirnya “Republik Indonesia”

Hal terpenting untuk mendapatkan pengakuan kemerdekaan adalah adanya “pemerintahan” dan APBN, terutama untuk menyelenggarakan roda-roda pemerintahan.

Karena Republik Indonesia masih miskin, masih bayiiii, dan bahkan setelah pengakuan kedaulatan pada Konverensi Meja Bundar dibebani hutang Hindia Belanda. tambah melaratlah Republik Indonesia…siapakah yang paling berjasa “nyuapin” Republik ini ketika itu…hmmmm kiranya kutipan ini cukup jelas laghhh

Dukungan (Jogja) ini tidak setengah setengah. Ada beberapa bulan Sultan harus mengambil peti peti kerajaan yang berisi uang perak dan gulden untuk membayar gaji pegawai Pemerintahan. Juga menyediakan gedung gedung untuk administrasi pemerintahan negara muda ini.
Bung Hatta pernah mengatakan jumlah uang yang dikeluarkan Sultan mencapai 5 juta gulden, dan ia pernah menanyakan kepada Sultan, apakah perlu diganti. Sultan tak pernah menjawabnya sampai akhir hayatnya. sumber

hampir 5 trilliun rupiah untuk ukuran zaman sekarang lhooo, lha 1 gulden bisa beli nasi 1 piring, 1 piring nasi berapa rupiah? 😀

Padahal, Belanda selalu menawarkan untuk memperluas Kasultanan ngayogyakarta, asalkan Sultan HB IX mencabut dukungannya pada “Kiblik” (Sebutan untuk Republik Indonesia ketika itu) … padahal “Kiblik” negoro miskin yang nggak akan hidup tanpa subsidi dari Kasultanan Jogja

Apa jadinya Republik ini tanpa dukungan Kesultanan Jogja ? Sultan selalu menolak ajakan kerja sama dari Belanda saat pendudukan Agresi Militer. Kolonel Van Langen – Penguasa Militer Jogjakarta – selalu berhadapan dengan Raja Jawa yang cerdas, berwibawa dan tak mau berkompromi.
Tawaran untuk menjadikan Wali Super atau Raja atas wilayah seluruh Pulau Jawa dan Madura ditolaknya. Sama sekali tak ada keraguan untuk menyambut proklamasi dan menyatakan diri sebagai bagian dari Republik Indonesia.

Bahkan tanpa prakarsanya untuk melakukan serangan Umum 7 maret 1949, yakin dan seyakin-yakinnya, Republik Indonesia sudah dianggap punah dari Jagad Raya…itu pun beliau selalu dikerdilkan sama Soeharto…yo ora opo2

Baca Juga:   Calon Honda CRV Terbaru, Concept D

Jika kemudian SiBuya, mempersoalkan dan mencoba menggusur Sultan dari tahta nya sendiri…Opo ra kurang ajar jenenge, Urip disusui gedeni mateni, kecilnya dirawat..ehhh paz besarnya malah membunuh.

Soal Demokrasi, Rakyat Jogja sudah berdemokrasi bahkan jauh sebelum Republik Indonesia mengenal opo kuwi Demokrasi

Bersambung…atau baca dulu disini juga boleh klik

penutup

Dan ngomong2, Sultan gak pernah menaruh saudara-saudaranya atau putrinya atau besannya di jabatan strategis di Yogya lho.. Beliau jauh lebih demokratis daripada Bapak (SiBY) sementara Bapak (SiBY) jauh lebih monarkis daripada Sultan.

Lebih detil klik dua blog berikut

1. Brontoseno

2. Cacian Qalbu

19 Komentar

  1. “Dan ngomong2, Sultan gak pernah menaruh saudara-saudaranya atau putrinya atau besannya di jabatan strategis di Yogya lho.. Beliau jauh lebih demokratis daripada Bapak (SiBY) sementara Bapak (SiBY) jauh lebih monarkis daripada Sultan.”
    mestinya Pejabat malu baca tulisan ini…

  2. Kok sepertinya anda punya prejudice kepada pak Beye…
    Saya tidak mengerti politik..tapi saya tidak mau menyimpulkan sesuatu pada hal2 yang belum jelas…

  3. @spies…
    mungkin karena gemas saja bro…masih banyak hal lain yang lebih urgent dari pada masalah demokrasi di yogya…

    istilahnya kalo jalan masih banyak lubang yang perlu ditambal, jangan berpikir renovasi jembatan dulu …

  4. Semua pimpinan nda boleh sombong, zaman sudah berubah namun sejarah nda boleh punah . Mo Republik, mo Kerajaan, mo No KKN , mo yes KKN , klo yang mimpin orang waras hati – pikiran – dan jiwanya ya nda bakalan ambruk negri yang kita cintai ini …

  5. @sa469
    betul bro…
    Intinya jangan sampai masalah ini jadi bibit perpecahan..
    Apalagi mem-blow up-nya secara hiperbolik..
    Mari berpikir dengan kepala dingin… 😀

  6. INILAH RADIO SUARA KESULTANAN YOGYAKARTA MERDEKA (THE VOICE OF THE SULTANATE OF FREE YOGYAKARTA)
    SEKSI BAHASA INDONESIA.
    DISIARKAN DARI IBUKOTA KESULTANAN YOGYAKARTA HADININGRAT.

    SARI WARTA BERITA : PEMERINTAH KESULTANAN YOGYAKARTA HADININGRAT BERENCANA MELAKUKAN KERJA SAMA PEMBANGUNAN DENGAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TERUTAMA DI WILAYAH PERBATASAN KEDUA NEGARA.

    DUTA BESAR KESULTANAN YOGYAKARTA HADININGRAT UNTUK REPUBLIK INDONESIA MENERIMA KUNJUNGAN MENTERI LUAR NEGERI RI DI KANTORNYA KEMARIN.

    PEMERINTAH KERAJAAN ARAB SAUDI SIAP BEKERJA SAMA DENGAN PEMERINTAH KESULTANAN YOGYAKARTA DAN MEMBANTU PEMBANGUNAN PUSAT KEAGAMAAN DAN KEMUDAHAN CALON JAMAAH HAJI DARI KESULTANAN YOGYAKARTA HADININGRAT.

    SULTAN BRUNEI DARUSSALAM AKAN MELAKUKAN KUNJUNGAN KENEGARAAN KE KESULTANAN YOGYAKARTA HADININGRAT PEKAN MENDATANG.
    DALAM KESEMPATAN TERSEBUT, SULTAN HASSANAL BOLQIAH AKAN BERTEMU DENGAN SULTAN HAMENGKU BUWONO IX UNTUK KERJASAMA BILATERAL KEDUA KESULTANAN TERSEBUT.

  7. http://id.wikipedia.org/wiki/Syarif_Kasim_II
    KEsultanan Siak pra kemerdekaan statusnya sama ama Yogyakarta. Sumbangannya lebih banyak 13 Juta Gulden.
    Tapi berakhir jadi sapi perah pemerintahan pusat aja.
    Bung Hatta dulu lebih memilih opsi negara Federal karena Sejarah Membuktikan Kerajaan maritim yg bercorak Federal Seperti Sriwijaya dan Majapahit lebih bisa bertahan dibanding kerajaan agraris terpusat seperti Mataram semenjak Amangkurat

  8. SAUDARA2 ku dijojja jangan terlalu membanggakan diri.saudaera2 tau semua daerah ini berjuangberjasa dalam merebut kemerdekaan indonesia dari sabang sampai merauke..banyak darah pejuang kita berceceran dari sabang sampae merauke…Tolong hargain jngan mempecah belah NKRI..jangan utamakan ke egoan saudara2..kita ni semua sama gag harus dibeda2kan……tolong cam kan

  9. Di Nusantara ini yang tidak pernah dijajah Belanda justru NKRI. Karena sebelum 17 Agustus 1945 NKRI belum lahir… 🙂

    Memang kata-kata SBY tidak pada tempatnya. Meskipun bukan orang Yogya, saya juga kecewa mendengarnya. Namun rasanya kalo Yogya merdeka sih nggak sesuai dengan keinginan Sri Sultan HB IX. Beliau ikhlas tanpa paksaan bergabung dg NKRI, bahkan ikut berjuang membidani lahirnya RI. Bangsa yang bijak harus menghormati sejarah yang benar, dan harus menghormati pahlawannya. Sri Sultan HB IX adalah raja Yogya sekaligus Pahlawan Nasional NKRI. Keistimewaan kedaulatannya dan kepahlawanannya harus dihormati oleh seluruh bangsa Indonesia. Semoga ada solusi terbaik.

  10. Wilayah jogja istimewa dari sejarahnya bangsa indonesia. Tnpa mengevilkan daerah lain yg tidak tau klausul mending diam dan ndak usah mengistimewakan daerahnya sendiri2… hal ni muncul karena pernyataan petinggi republik ini yg kemaruk kekuasaan… so terimakasih buat jogja…

Tinggalkan Balasan