BONEK untuk NURDIN HALID ke FIFA

Tak bisa dipungkiri, salah satu kebobrokan sepakbola Indonesia saat ini adalah si ketua umum Nurdin Halid. Well berikut adalah tingkah polah si Nurdin Halid

1. Sering menganulir keputusan Komisi Disiplin dengan alasan “amnesti” ….

akibatnya, pemain menjadi brutal, sak karepe dewe, coz dalam pikiran mereka ….

“ahhhh tenang aja, ntar juga tinggal ketemu pak Ketua, minta ampun,beres urusan”

dan jelas semuaa itu nggak gratis…diantara yang menikmati fasilitas ini adalah Marcio Souza, Cristian Gonzales, termasuk juga Persebaya Surabaya dan lain-lain

2. Sering Memberikan Tiket “gratis” untuk Promosi

Seperti kasus Persis Solo, jelas-jelas musim kemaren Persis Solo mengundurkan diri dari arena Divisi Utama dengan alasan nggak ada dana, dan tertulis jelas, harusnya Persis Degradasi ke Divisi 1, ehhhh…lha kok tiba-tiba nongol di Divisi Utama musim ini :mrgreen:

3. Menguapnya Uang Sponsor Liga

Tidak seperti di Liga-liga Eropa yang ada pembagian pendapatan ke Klub. Liga Super Indonesia malah blas nggak ada sama sekali pembagian dana ke Klub. Padahal untuk musim ini saja, PT. Djarum sudah mengucurkan dana lebih dari 37 Milyar untuk menjadi sponsor Liga Super Indonesia…..dan Klub hanya kebagian, Juara 1 = 2 Milyar … Juara 2 = 1 Milyar …. Juara 3 = 500juta….Lalu kemana sisa uang Sponsor dari Djarum menguap?…padahal masih ada dana-dana lain dari hukuman kartu kuning, kartu merah dan sanksi untuk panpel.

Baca Juga:   Starting Grid MotoGP Inggris, Lorenzo Raih Pole Position

Dalam semusim, Klub Sepakbola di Indonesia rata-rata menghabiskan anggaran 10 Milyar…dari APBN…alias dari Pajak Rakyat….Kecuali beberapa klub yang sudah Mandiri macam AREMA…dan hasilnya.

4. Berlindung dibalik ketiak FIFA

FIFA sebagai federasi sepakbola Internasional sangat sadizz, jika sampai Pemerintah memecat kepala federasi macam PSSI, timnas negara tersebut pazti langsung di skors dari Arena Internasional… Kuwait, Iraq dan Nigeria sudah pernah merasakanya….

Dan untuk itu semua. Beberapa BONEK nekat datang langsung ke Swiss ke Markas FIFA untuk melindungi persepakbolaan Indonesia dari Nurdin Halid yang terkutuk

monggo beritai šŸ˜€

sumber: surabaya.detik.com

Surabaya – Suporter Persebaya Surabaya atau yang lebih dikenal sebagai bonek, menempuh jarak puluhan ribu kilometer menuju markas FIFA di Zurich, Swiss, untuk menggelar sebuah aksi demonstrasi.

Sebanyak lima perwakilan Bonek asli Surabaya dan beberapa wilayah Jawa Timur lain, bergabung dengan Bonek Swiss, dan dibantu beberapa suporter Eropa dari Serbia, mengunjungi markas besar FIFA itu pada Kamis (2/12/2010) lalu, bertepatan dengan pemilihan host Piala Dunia 2018 dan 2022.

“Kami berhasil menyebarkan 50 lembar fotokopi petisiĀ Justice for Indonesian Footballkepada sejumlah peserta dan beberapa wartawan asing,” kata Doni, salah satu perwakilan Bonek melalui email dan rilisnya diterima redaksiĀ detiksurabaya.

Baca Juga:   Renault KWID Indonesia Resmi Diluncurkan, Harga 117 Juta

Para Bonek itu berangkat dengan dana urunan dan donatur dari beberapa simpatisan.

“Kami rencananya berangkat sepuluh orang. Tapi karena kendala teknis dan kesibukan lainnya, termasuk untuk pertandingan pra Liga Primer Indonesia, maka diputuskan yang berangkat hanya lima orang,” kata Andie Budi, Bonek yang berlatarbelakang wiraswastawan.

Bonek langsung menuju markas FIFA untuk memberikan informasi tentang kebobrokan sepakbola Indonesia di bawah rezim (Ketua Umum PSSI) Nurdin Halid. “Kami memang berencana dari awal memberikan petisiĀ Justice for Indonesian Football kepada semua delegasi di sana,” ujar Andie.

Aksi sejumlah perwakilan Bonek Suporter Surabaya di markas FIFA mencerminkan sebutannya: bondo dan nekat. Mereka sempat membentangkan spanduk bertuliskan Justice for Indonesian Football selama sepuluh menit. Beberapa suporter klub lokal, Lucerne dan FC Zurich, turut membantu membagikan amplop coklat berisi petisi tersebut.

“Acara sangat cepat. Kami tidak bisa bertemu dengan pengurus FIFA. Tapi ada beberapa anggota delegasi negara peserta acara sempat bertanya,” tambah Andie. “Kami selalu optimistis. Apapun yang terjadi, karena kami berangkat untuk berjuang demi kebaikan sepakbola nasional, bukan hanya Persebaya.”

roda2blog di sosial media

8 Komentar

1 Trackback / Pingback

  1. TAMPARAN dari MALAYSIA … Semua Karena NURDIN « RODA 2 BLOG

Tinggalkan Balasan