LPI Emang Lebih Enak Ditonton

Liga Super Indonesia (LSI) yang digawangi oleh PSSI emang patut waspada sama LPI (Liga Primer Indonesia). Alasan utama nya jelas, LPI meski baru, tetapi Penyelenggara Gelaran ini nggak main-main, bahkan boleh dibilang, EO LPI lebih oke daripada PT.Liga Indonesia.

Maklum, orang -orang dibalik layar LPI adalah dedengkot industri hiburan tanah air. Mereka sudah biasa dan emang sudah ahlinya mengemas suatu acara menjadi menarik. Nggak heran kalau rating siaran langsung LPI di Indosiar kabarnya terus naik dan Trans-TV pun terpincut untuk terjun juga.

Secara permainan, jujur saja, LPI lebih menarik ditonton  daripada Liga Super. Yang paling menonjol adalah peran pemain asing di LPI yang jelas lebih berkualitas daripada pemain asing di Liga Super. Terutama Kontrol emosi pemain asing di LPI lebih bagus …. klo di LSI  sering jadi provokator.

Baca Juga:   TVS Patenkan Sistem Pindah Gigi Otomatis Lewat Saklar

Meski kualitas pemain lokal di LPI kalah jauh dari LSI. Tapi itu bisa ditutupi dengan permainan taktikal yang fantastis yang ditunjang oleh kualitas pemain asing di LPI. Daripada di Liga Super yang lebih mirip Liga Silat.

Nggak heran kalau permainan klub-klub baru macam SOLO FC, Tangerang Wolves, Bali de Vata yang diawal-awal kompetisi miirip permainan klub kampung, tapi begitu kedatangan pemain asing dan pelatih asing, permainan mereka bisa berubah drastis menjadi sangat bagus dan menghibur.

Di Liga Super sendiri, sejauh ini hanya Persipura dan Sri Wijaya yang sangat bagus permainanya, selebihnya … maaf, hanya mengandalkan keputusan bloon wasit untuk menang.

Jika PSSI nggak segera berbenah, bukan tidak mungkin LPI akan menenggalamkan Liga Super. Lihat saja PERSEMA MALANG, yang selama ini minim penonton, tapi sejak meroketnya nama Irfan Bachdim, mereka bisa mengisi setengah stadion…

Baca Juga:   Jelajah Telaga Kemuning dan Kampung Berseri Astra Jogjakarta

dan cukup dengan Irfan Bachdim seorang, pluss gadis-gadis fansnya … orang akan berduyun-duyun ke Stadion untuk mencari pacar dan calon istri, lalu kalau sudah beranak menularkan militansinya pada anak.

Dan pada akhirnya, konsep LPI yang ingin menjadikan Stadion sebagai tempat refreshing keluarga (public area) … bisa terwujud. semoga

Di jamin FIFA nggak akan berkutik ataupun berani ngutak-ngatik LPI, karena salah satu sponsor utamanya adalah Coca-Cola, dan jelass coca-cola lebih berharga daripada Nurdin Halid … tanya kenapa?

roda2blog di sosial media

18 Komentar

  1. kalo saya ngeliat dari stasiun tv yang mengemas. kalo LSI kayak ala kadarnya gitu deh. tapi semalam liat di TransTV nayangin LPI, lebih keren. ya mirip2 gayanya R*TI pas lagi anget2nya nayangin liga champions.

  2. saya liat di indosiar, kemasan LPI lebih professional. nonton LPI kayak liat liga champion di luar negeri. cuma sayang rumput di stadion jelek, apalagi kalau uda hujan, lumpurnya bikin banyak pemain jadi cedera. salut for LPI 🙂

  3. Sampe hari ini, ane gak pernah absen liat LPI!! Yg ane pikir kenapa LPI lebih enak ditonton, adalah alur permainan yang bertempo cepat layaknya liga Inggris dan permainan bola pendek ala Liga Spanyol.. Beda ma LSI deh!!! Kalo bukan SFC ma Persipura yg tanding, permainan klub LSI lambat dan membosankan, juga terlalu sering main bola atas…
    Mungkin pelatih2 klub2 LPI yg berkualitas internasional yg bikin klub2 LPI walopun hanya klub Karbitan, tapi dengan cepat menjadi klub2 yg sangat enak ditonton ketika bertanding… Monggo dibuktikan sendiri…

  4. Kelebihan LPI
    1. Pelatih Asing menjamur
    2. Pemain Asing Berkualitas
    3. Pengelolaan Manajemen secara Profesional
    4. Sponsor Liga berkelas
    5. Tayangan di TV lebih baik
    Kemahannya adalah
    1. Tifosi belum terbentuk seluruhnya, atmosfer penonton kurang di lapangan
    2. jika salah mengelola, klub bisa bangkrut
    3. sponsor resmi klub belum ada
    4. induk organisasi LPI berkiblat ke mana?? yang dikhawatirkan adalah masa depan klub, pemain, dan yang terlibat didalamnya

  5. Kelebihan LSI
    1. Klub berkompetisi dari level terendah, berjenjang ke atas dengan sistem promasi-degradasi (Divisi 2, divisi 1, divisi Utama sampai level tertinggi Super liga) sehingga lebih kompetitif.
    2. Tifosi masing-masing klub sangat antusias di lapangan dengan nyanyian, alunan drum band penyemangat tim, bahkan teriakan ini terdengar sejak kick off sampai pluit panjang dibunyikan. biar kata mainnya jelex
    3. Banyak klub yang sudah mempunyai sponsor resmi
    4. masa depan pemain, klub dan yang terlibat didalamnya jelas. Juara Liga Otomatis ke Liga Champions Asia, Juara Copa Play off Champion Asia, dan Runer Up liga ke AFC Cup
    5. liga di akui Asia sebagai liga yang paling kompetitif di kawasan Asia tenggara, penonton fanatik (ke tiga di Asia dalam hal kefanatikan dan antusias). Makanya cuman Juara LSI yg dapat satu jatah Otomatis ke Champion Asia, liga lain di Asia tenggara harus melewati Play-off. lihat saja menjamurnya bintang-bintang Asia Tenggara di LSI, ada pemain singapura, Malaysia, filipina, dulu sempat juga ada pemainThailand.

    Kelemahannya
    1. Manajemen masih tradisional, tidak profesional
    2. Wasit kurang fair play
    3. saking fanatik, penonton sering rusuh

    • itulah yang dikehendaki FIFA dalam statemenya:
      “In addition, if the PSSI is not able to regain control of the breakaway league, the case will be submitted to the FIFA Executive Committee for a potential suspension”

Tinggalkan Balasan