NGomongin KECAP MANIS :) ahh

Nylenong dulu mbahas yang manis-manis. :mrgreen: Kali ini mbahas tentang kecap manis. Sebagai salah satu bumbu pokok tambahan yang khas Indonesia terutama wajib ada di selera orang Jawa, klo diluar negeri mah kecap itu pasti asin … lagipula, klo diluar negeri kita minta kecap, pasti dikasih saos 😕 (ketchup) …
Yup kecap manis emang hanya ada di Indonesia saja.

Naghh di tiap-tiap daerah pasti memiliki merek kecap tradisional yang hanya ada di daerah tersebut saja. Di Madiun, kecap yang paling cocok dan ada dimana-mana pasti Kecap Cap Tawon. Di Kediri kecap Cap Sawi. Di Ponorogo Kecap Cap Dorang. Jawa Tengah Kecap Cap SUka Sari. dan merek kecap yang sudah ngetop dan khas di daerahnya pasti nggak bisa ekspansi ke luar daerah, karena ini soal rasa yang sudah melekat dan khas di daerah tersebut.

BErbeda dengan produk kecap yang emang didesain untuk semua rasa. Terutama kecap yang emang diproduksi oleh perusahaan sekala nasional dan rasanya bisa diterima semua lidah macam ABC dan Indofood.. eitt tapi itu dulu…Semenjak kecap tradisional Cap Bango diakuisisi Uniliver, dan dengan memanfaatkan fakta bahwa selama ini kecap nasional itu nggak murni 100% kecap, pasar menjadi panik – kacau balau … ABC dan Indofood yang selama ini mempermainkan pasar kecap Nasional … langsung terkapar.

Baca Juga:   10 Kapal Rudal Baru TNI AL

Soal kualitas… Kecap ABC dan Indofood nggak sebaik dengan kecap tradisional, maklum karena di ABC dan Indofood, selain menggunakan jenis kedelai putih juga ada campuran tepung terigu atau biji gandum untuk menambah kuantitas.

Naghh saat Unilever dengan cerdik mengakuisisi Pabrik Kecap Bango dan meluncurkan kecap Bango yang murni bercita rasa tradisional. Yang 100% murni dari fermentasi kedelai hitam dan gula merah tanpa tambahan tepung terigu atapun biji gandum. Barulah orang-orang sadar…. seperti inilah seharusnya kecap manis … inilah rasa yang dulu pernah dikecap waktu dulu.

Soo nggak heran kalau Bango bisa dengan mudah merebut tahta market Share dari Kecap ABC. parahnya, ABC telat mereaksi … baru setelah kegusur mereka ngluarin produk yang sepadan dengan Bango pake embel-embel Black Gold.

Baca Juga:   Jadwal Piala Dunia Hari Ini, 18 Juni 2014

Tapi itu sudah terlambat … karena rasa nggak pernah berbohong

roda2blog di sosial media

23 Komentar

  1. emak aye dari doeloe biasa pake abc, lalu udah hampir 3 tahun ganti bango.. dari rasa emang uda beda..
    pa lagi aye yang alergi ama MSG dan sodara2nya..

  2. klo disolo yang terkenal kecap gandaria, klo dibandung kecap merak,
    kecap merak ada 2 kualitas, yang bagus labelnya merah, yang ekonomis labelnya hijau (biasa dipake PKL), salah satu temen saya ada yang menjadi suplier pabrik kecap merak dan ternyata bahan dasarnya bukan kedele tapi residu dari pabrik gula, temen saya ini yang mensuplai residu (tampilan fisik seperti oli dan rasanya manis) tersebut, tentunya biar tambah enak ya pasti ditambah bumbu penyedap

    indofood juga ngeluarin kecap klo gak salah, kecap pedas indofood, ini yang cocok sama selera 😀

    yang jelas klo orang jawa suka yang manis-manis, salah satunya penggunaan kecap ini, beli baso 1 mangkok kecapnya 2 botol 😆

    maaf ngetuprus… fyi semua kecap no 1 jadi bingung milih klo mau beli di swalayan :mrgreen:

  3. kalo di lidah saya ketjap tjap ikan dorang uwenak e poool…. ‘ ehh salah ya tag nya’ bwuahahaha walopun saya bukan orang Ponorogo lho ya…

  4. memang semua kecap no. 1, tau artinya kan? btw gw lebih suka kecap cap bango ketimbang yang lain, atau kecal sari rasa dari cirebon mantaf banget gan…

  5. kecap mirama , kecap legenda dari semarang… rasanya maknyus dan sehat karena tanpa pengawet, pewarna, pengental, pemanis buatan dan tanpa MSG…. cocok buat masakan ataupun camilan…. buktikan perbedaan rasanya….

  6. Saat ini sudah hampir tidak ada kecap yang menggunakan kacang kedelai sesungguhnya. Baik kecap Bango, ABC, Indofood, Ikan Dorang, Bandeng, Cap Jeruk, dll saat ini menggunakan tetes tebu atau air kelapa. Kedelai hitam hanya digunakan Bango saat sesi foto.

    Kualitas kedelai hitam dibawah kedelai kuning! Baik dalam hal rasa maupun kadar protein.

    Warna hitam pada kecap saat ini diperoleh dari pewarna karamel / pewarna hitam. Hal ini karena mindset orang Indonesia yang masih percaya kalau kecap yang baik dan enak harus berwarna hitam.

    Semua hal diatas sudah menjadi rahasia umum sesama produsen kecap. Info diatas diperoleh dari dosen teknologi pangan profesional, ahli fermentasi dari Berlin.

    Saya cuma tidak mau masyarakat kita terus menerus dibohongi oleh iklan-iklan dari produsen nakal.

  7. “Kecap Dari Tetes Tebu”

    Tetes tebu adalah sisa hasil pengolahan tebu menjadi gula, selama ini tetes tebu masih dianggap sebagai limbah yang dibuang begitu saja, akan tetapi ada juga memanfaatkanya sebagai bahan campuran makanan ternak, sebagai pupuk dan dibuat bumbu masak/ penyedap masakan, seperti MSG (Monosodium Glutamat).

    Disini sya mau menjelaskan memanfaatkan tetes tebu sebagai sebagai bahan pembuat kecap karena secara fisik bentuknya mirip dengan kecap, yaitu warnanya coklat kehitaman,
    kental, rasanya manis keasaman dan baunyapun mirip dengan kecap manis. Karena tetes tebu adalah sisa hasil pembuatan gula, maka secara ekonomis
    harganya murah dan untuk mendapatkan juga mudah, karena di Indonesia banyak terdapat pabrik gula yang pasti menghasilkan molases/ tetes tebu.

    Tujuan
    Memberi wawasan masyarakat untuk berwirausaha dengan menerapkan ilmu yang didapat di sekolah khususnya bidang studi ekomomi (Teori produksi
    dan pemasaran) dan bidang studi kimia (penetralan).

    Pelaksanaan
    Untuk membuat kecap asin rasa udang atau rasa ikan, langkah–langkahnya sama dengan kecap manis rasa udang atau rasa ikan, tetapi kandungan garamnya ditambah atau ikan asinya ditambah.
    Secara prinsip tahapan pembuatan kecap tetes tebu meliputi tahap pembuatan bumbu, peneteralan tetes tebu, pemasakan/ perebusan tetes tebu dengan bumbunya dan penambahan bahan penambah protein setelah itu dilanjutkan dengan pengemasan.

    Secara rinci langkah–langkah pembuatanya adalah sebagai berikut :

    Pembuatan bumbu :
    Bawang putih dan ketumbar dihaluskan dengan menggunakan cobek, Gula merah diiris–iris.

    Peneteralan tetes tebu :
    Tetes tebu dinetralkan dengan memberi air kapur tohor/ air gamping dan diaduk–aduk hingga PH mencapai 6/ 7

    Pemasakan / perebusan
    Bumbu–bumbu yang sudah dihaluskan dan gula merah yang diiris–iris dicampur dengan tetes tebu dalam panci kemudian dididihkan sambil diaduk–aduk untuk meningkatkan kandungan protein ditambahkan kaldu ikan atau udang yang
    sudah direbus, panaskan terus di atas kompor dengan api kecil sambil diaduk–aduk selama kurang lebih 20 menit, setelah itu diangkat dan didinginkan
    lebih kurang 40 derajat celcius.

    Pengemasan
    Botol diseterilkan dengan cara dikukus atau direbus kurang lebih 1 jam Kecap dimasukkan dalam botol dan ditutup
    Botol yang sudah diisi diseterilkan kembali dengan cara dikukus
    Pemasangan segel dengan cara membenamkan ujung botol beserta segel ke dalam air panas.

    Pemasangan label.
    Kegiatan ini tidak hanya sekedar mengajarkan cara pembuatan kecap dari tetes tebu tetapi bagaimana mengemas yang baik hingga ketahap pemasaran
    hingga studi kimia.
    Kegiatan ini sangat menyenangkan karena masyarakat bisa membuat sendiri kecapnya sekaligus bisa memasarkan langsung ke penjual makanan yang
    banyak terdapat di lingkungan sekolah seperti, tukang bakso, penjual pangsit ayam, penjual sate dan penjual batagor adapun harga jual perbotol Rp.4.000.
    Para kelompok saling “bersaing” untuk
    memasarkannya, karena ada kebanggaan tersendiri apabila hasil produksi kita digunakan orang lain.
    Hasilnyapun tidak kalah enak dari kecap yang biasa.

    Hasil yang diharapkan
    – Memberi wawasan Bagi maasyarakat bahwa kecap tidak hanya terbuat dari kedelai tetapi bisa juga dari tetes
    tebu.
    – Bagi lingkungan dan masyarakat sekitar
    menciptakan lapangan kerja dan mengurangi jumlah pengangguran.

    Salam
    By Wahyu

Tinggalkan Balasan