Vario Techno kurang Aerodinamis

coba menyimak keluhan beberapa rekan pemilik vario techno yang katanya oleng ketika dipake kecepatan tinggi diatas angka 80 Kpj.

Berhubung agak awam dan tinggal di desa, saya coba membahas pake bahasa F-1 walaupun mungkin agak kecampuran imajinasi sitik, ra po po ya.

Salah satu faktor yang paling diperhitungkan para mekanik F-1 adalah Aerodinamika. Singkat cerita, Aerodinamika adalah bagaimana sebuah benda menerjang angin dan bagaimana mengatasinya. pada mobil-mobil F1, desain aerodinamika selain dirancang untuk menambah kecepatan juga untuk menghasilkan downforce agar mobil tidak melayang terbang, seperti visual gambar mobil ferrari F-1 ini

Naghh …. bagi produk motor-mobil yang berkecepatan rendah atau cc rendah. biasanya hitungan Aerodinamis ini tidak terlalu penting, apalagi yang biasanya hanya digunakan pada kecepatan rata-rata 60-80an.

Baca Juga:   Pengendara Motor Wanita Banyak Enggak Paham Fungsi Bagasi

Tapi menurut terawangan JUPe di tempat parkiran, terdapat perbedaan yang mencolok antara skutik Honda dan Yamaha di sisi desain berkaitan dengan aerodinamika. Skutik Yamaha terlihat sangat memperhitungkan efek aerodinamika tapi tidak untuk produk-produk Honda walaupun desainya terlihat lebih futuristik.

Lihat saja tebeng depan (belakang roda depan) milik vario techno yang lebih sempit dibanding vario lama dan tidak memiliki lubang-lubang ventilasi untuk mengatasi hambatan dan  mengalirkan udara yang diterjang. Bagitu juga lekukan di body dan pijakan bawah. 

Pada vario lama, meski sama-sama tidak memiliki ventilasi udara. Tapi dimensi tebeng depan lebih lebar dengan lekukan yang tegas mengarahkan udara kebawah motor yang menghasilkan downforce lebih banyak … sehingga motor lebih antep dan ngegrip di aspal

Baca Juga:   Review Infinix Hot 2: Android One Generasi Kedua Mantab dengan RAM 2GB

Tapi, efek aerodinamis emang seharusnya nggak terlalu diperhitungkan buat motor-motor massal yang … paling-paling kecepatan rata-rata cuma 60-80Kpj. Tapi klo diperhitungkan agak sedikit detil macam Yamaha Mio pasti lebih enak dibawanya … apalagi klo ada kesempatan buat digas polllll :mrgreen:

24 Komentar

  1. gak bisa ngimentari dah, kl ngitung aerodinamis pake terawangan. bukan terowongan angin.
    yg jelas kt ahli tiger lebih aerodinamis dibanding scorpio n pulsar. kata ahli.

  2. secara nalar sih harusnya tidak pengaruh. angin dibelah oleh roda depan sehingga menyibak ke kiri kanan tebeng menuju ke belakang. tebeng lebih sempit juga berarti lebih aerodinamis.. banyak lobang di belakang roda malah berpeluang dijadikan sarang binatang sepeti cicak atau tikus.. kalo kemasukan kerikil atau tanah juga bikin repot..

  3. mngkn lebih kepada bobot motor yg ringan, sehingga gmpang oleng…btw prbandingan bobot motor vario vs mio berat yg mana ya? klo lebih berat mio wajar bs lbih stabil…

  4. kalo menurutku penyebab utama krn tebeng depan bagian bawah lebih sempit dibanding bagian tengah/atas, shg angi dr arah bawah ‘mengangkat’ motor.
    ini menyebabkan pada kecepatan tinggi motor serasa melayang, hal ini persis terjadi pd skywaveku

  5. jiah.. Mio tuh melayang kl buat speed tinggi masbro, trust me!!

    di kecepatan tinggi, semua bebek / matic berasanya ya melayang itu. ngga cuma Vario. ckkck

  6. lebih baik apabila dilengkapi data tes aerodinamika mas :)sehingga tidak hanya berdasar penerawangan semata .

    Keep Brotherhood & Keep Safety Riding

  7. masalah oleng ama aerodinamis beda mas…apalagi kalo kecepatan cuma 80kpj….aero dimnis ngukurnya pake wind -tunel….bukan perasaan…nanti ada gaya tulak yang dihitung…jika aerodinamis…tulakan kecil….
    suhu saya dulu menggambarkan kalo mengetahui suatu barang aero dinamis itu mudah….nguntit saja di belakang benda tersebut….bandingkan ketika anda berkendara dibelakang sumber kencono sama dibelakang honda civic….maka tulakan lebih besar jika dibelakang sumber kencono…maka sumber kencono kurang aero dinamis…padahal bisa melesat kencang dan stabil….nah lho…berarti oleng beda ama kurang aerodinamis

  8. mohon maaf sebelumnya, ane sudah pernah mengendarai motor MIO Sporty, Honda Beat, Vario Tecno, Spin dan Sky wave. Paling STABIL dibawa dg kecepatan 80-90KPJ adalah SKYWAVE. Apa karena bobot motornya yg lebih berat kali ya?,….

  9. Kalau seperti ulasab TS, brarti bisa di cari solusi dgn dibuatkan versi yg pake lubang2 kaya mio……

    Tapi yang bawa jadi kedinginan dong….!!!

    Cuma namanya matic yah cocoknya emang buat santai…..
    kalau mau jarak jauh & kebut2an walau bebek tak senyaman matic tapi jauh lebih kuat menurut saya…..

    Tested matic 3jam udah mulai panas….walau pakai radiator
    dari pelek amapai suara mesin mulai gak enak….

    Bebek satunya 6 jam geber jambi padang gak ada reaksi apa2 kcuali rantai yg panas….
    pelek juga gak kaya bara, ban aman…..!!!

  10. Ngomong cuma pake perasaan.. mana ada angin diarahin kebawah bakal ngehasilin downforce.. dimanamana spoiler mobil2 F1 ngarahin udara KEATAS bukan kebawah

Tinggalkan Balasan