KASUS MERPATI MA-60, Dahlan Iskan harus ikut Tanggung Jawab?

Merpati CN-235

Miris saya saat teringat karut marut penandatangan kontrak pembelian pesawat “rombeng” MA60. Saat itu pihak China menahan kucuran dana untuk beberapa proyek PLTU karena Merpati cenderung maju mundur, terutama saat wapres Jusuf Kalla mengusulkan pembatalan rencana dan menyarankan untuk membeli pesawat generasi canggih yang sudah dilegkapi “Fly By Wire” buatan dalam negeri CN-235.

Beritanya sekilas aja di bawah ini… lebih lengkapnya klik saja

EKONOMI – BISNIS

Selasa, 24 Februari 2009 , 08:08:00

Pendanaan Proyek Listrik Terbelit Kasus Merpati
Kirim Tim Negosiasi ke Tiongkok

JAKARTA– Pemerintah akhirnya buka suara soal macetnya kucuran pinjaman dari perbankan Tiongkok untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 10.000 mega watt (MW).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro mengatakan, macetnya pencairan pinjaman perbankan Tiongkok disebabkan kasus negosiasi pembelian pesawat oleh Merpati Nusantara Airlines (MNA) dengan Xian Aircraft Industry Co. Ltd. “Ini ada sandera menyandera dan ada kemungkinan di bawa ke (pengadilan) arbitrase,” ujarnya di Jakarta Senin (23/2).

Menurut Purnomo, pihak Tiongkok mengatakan akan kembali mencairkan pendanaan proyek listrik jika pemerintah Indonesia juga menyelesaikan transaksi Merpati. “Ini ada masalah politis, akhirnya pendanaan tidak diberikan,” katanya.

Kasus Merpati bermula dari penandatanganan kontrak pembelian 15 unit pesawat MA-60 senilai USD 232,4 juta atau sekitar Rp 2 triliun pada 7 Juni 2006. Sebagai bagian dari transaksi, Merpati terlebih dulu menyewa dua MA-60 selama 24 bulan sejak 30 Januari 2007, dengan harga sewa USD 70 ribu per bulan per unit.

Naghh lalu kenapa Dirut PLN Dahlan Iskan harus ikut tanggung jawab padahal beliau belum menjabat saat itu?. Naghhh bagi yang tinggal di Jawa Timur pastinya sering membaca Jawa Pos dung!?. 

Tahu sendiri kan betapa berkuasanya Jawa Pos dalam membawa dan mengarahkan opini masyarakat Jawa Timur terutama Surabaya kota khususnya.

Baca Juga:   Sindiran Kartunis Arab pada Negara-Negara Arab yang tidak peduli Gaza

Lihat saja kampanye Safety Riding yang mempelopori “light on” di siang hari dan kemudian sukses. Tapi ada juga yang saya kurang sependapat dan cenderung ke penggiringan Opini macam Pemberitaan pilihan walikota yang condong untuk kampanye Tri Rismaharani, Pro Kontra Jalan Tol Tengah kota, Ijazah Palsu, kasus ketua PSSI Jatim sampai kasus Persebaya yang cenderung menggiring ke kubu tertentu …

Welll lalu apa hubunganya dengan Mr.Dahlan Iskan, sebagai CEO Jawa Pos beliau punya semacam kolom khusus mingguan. Entah kenapa setelah hati beliau mendapat suku cadang baru dan di reparasi di China. Tulisan dan pandangan beliau cenderung “China sentris” … dikit-dikit Tiongkok, dikit-dikit Tiongkok termasuk hasil sponsornya beliau … Kya-kya Surabaya.

Baca Juga:   Jari Tengah seharga 25 juta

Dalam kritiknya pun, terutama pada PLN, beliau terlalu sering (menurut saya lho ya) membandingkan keterbelakangan listrik kita dengan berkaca pada kelistrikan Tiongkok. Saya sih paham beliau berkompeten, karena menurut beliau, dirinya sudah sukses mengatasi krisis listrik di Kalimantan lewat perusahaan listrik swasta miliknya. Bersyukur beliau sekarang menjadi Dirut PLN, yahh dan semoga beliau sukses …

Lapor!!! Madiun Selatan minggu ini sudah mati lampu 3 kali. dengan durasi 1 jam, 3 jam dan 1 jam

Bukan saya antipati terhadap produk Tiongkok, tapi klo kita punya potensi sendiri macam pesawat CN-235 … kan harus didahulukan daripada pesawat “rombeng” MA-60 :mrgreen: naghh mari kita tunggu kolom Dahlan Iskan (di Jawa Pos/Indo Pos) minggu depan mengomentari pesawat kaleng rombeng MA-60 😆 yang gak lulus FAA (Federal Aviation Administration ) …

eit jangan bilang biaya mengurus lisensi FAA mahal macam pengamat UFO Dudi Sudibyo … lha pabrik diambang pailit (PT. DI) aja bisa selalu memenuhi persyaratan lisensi FAA, masak pabrikan dari negara kaya gak bisa … tanya kenapa?

roda2blog di sosial media

29 Komentar

  1. kita masih belum bangga akan produk negeri sendiri, padahal CN-235 sudah banyak dibeli banyak negara, termasuk AS…

    • CN 235 yg di pasarkan di AS itu buatan Spanyol, karena sertifikasi FAA dari CN 235 itu dari Spanyol …. Yg buatan Indonesia tdk punya sertifikat dari FAA ….

    • pesawat CN-235 bukan merupakan produk asli pengembangan dari INDONESIA. kode CN adalah singkatan dari CASA dan NUSANTARA/NURTANIO sehingga ini merupakan produk dari perusahaan CASA (Spanyol) dan IPTN (INDONESIA) dimana desain merupakan milik CASA (spanyol) bukan milik INDONESIA. sedangkan pesawat yang 100% merupakan desain INDONESIA adalah pesawat N-250 (tidak lagi munggunakan kode CN) yang mana tidak memiliki sertifikasi FAA dikarenakan gagal uji (jatuh saat pengujian).
      Perlu di ingat pada waktu pembelian pesawat CHINA oleh MERPATI, IPTN atau PT DI adalah perusahaan yang dituntut pailit oleh eks karyawan. Saya mau tanya apakah anda mau membeli motor atau kendaraan lain bila anda tau klo perusahaan ato pabriknya terancam tutup?
      coba lihat data di aviation safety network secara statistik CN-235 dan XIAN MA-60 ternyata jumlah kecelakaannya lebih banyak CN-235 sebanyak 9 kali (first flight 1983) sedangkan MA-60 baru 7 kali(first flight 1970). dan fakta yang saya dapat bahwa XIAN MA-60 merupakan underlicense dari ANTONOV RUSIA (mungkin gara2 ini AMERIKA ga mau kasih sertifikasi).
      saran saya coba cari informasi dari berbagai sisi, jangan cuma dari satu sisi apalagi dari media yg dimiliki oleh tokoh parpol. maaf klo tulisan saya bertentangan dengan pendapat anda.

  2. Dana buat bikin pembangkit itu kan pinjaman…ya udah cari pinjaman tempat lain aja pak…kalo enggak kita nyumbang koin gimana?lumayan kan kalo 1 indonesia nyumbang semua.

  3. jangan suudzon dulu…P dahlan iskan selalu bekerja sepenuh hati dan penuh kerja keras…itu transaksi tahun berapa dan pak dahlan iskan menjabat tahun berapa?

  4. oom Dahlan Iskan ini jago banget casciscus bahasa mandarin lho…dan bukan rahasia umum kalo equipment china lagi ngetrend utk pembangunan power plant.

    padahal dari mulai gunting kuku, motor sampai barang2 lain..buatan china itu gak bagus blas..

    preettt..

    • kayanya bro salah deh
      barang cina banyak yang bagus
      sangat amat bagus, kalo gk knapa pabrikan no 1 dunia mempercayakan produksi dan assembly di cina
      disini kebanyakan barnag cina yang jelek ya karena permintaan dari impotir indonesia sendiri yang menginginkan barang murah supaya dapet keuntungan sebanyak-banyaknya
      ya ada harga ada rupa la
      gk mungkin dong kita minta barang harga 1000 tetapi kualitas yang harganya 4000 sedangkan modal pembuatan barang yg harganya 4000 tersebut 2500
      saya pernah kerja di pembangkit listrik swasta buatan cina, memang tidak sebagus mesin dari eropa, jepang ataupun rusia
      tetapi dengan harga yang jauh lebih murah
      perbandingan di tempat saya kerja dulu :
      1 pembangkit eropa(jerman) dan jepang = 3 pembangkit cina
      1 pembangkit rusia = 2 pembangkit cina

      • bmw bangun motor di china bukan berarti yg mmbuat adalah china, bmw hanya memanfaatkan tenaga kerjanya saja yg jauh lebih murah,serta ketersediaan sumber daya alam, serta infrastruktur yg oke, tetapi teknologi tetap under control mereka(bmw) , bukan china.

      • @dom
        kayanya anda salah juga
        di cina ada kebijakan bahwa sebagian petinggi dari perusahaan manufaktur asing harus di pegang orang lokal
        dan juga perusahaan manufaktur asing wajib untuk membagikan ilmunya kepada pekerja lokal jika ingin membuat basis produksi disana
        dulu pernah ada kasus pada kendaraan roda 4 listrik / hybrid, dimana cina blom megang teknologinya, begitu ada yang mau masuk untuk produksi kendaraan hybrid tersebut langsung pemerintah cina meminta share ilmunya
        walaupun akhirnya perusahaan tersebut menolak
        bayangkan kalo pabrikan-pabrikan besar membangun pabrik di indonesia, berapa tenaga kerja terserap, berapa banyak alih teknologi yang ada
        kita harus sadar kalo kita negara yang amat sangat jauhhhhhhhhhhh tertinggal, bahkan dibanding oleh malaysia dan thailand
        padahal indonesia negara yang lebih besar daripada thailand ataupun malaysia
        coba contohlah china, tahun 1960-an cina itu negara apa si? punya apa coba? indonesia tahun 60-an seperti apa? siapa yang gk kenal indonesia
        skarang 2011 gimana kondisinya? siapa yg tidak tahu china? siapa yg tahu indonesia?

        @amama
        kasus diatas jelas politis, pabrik dirgantara sana bikin produk, gk bagus tp yang namanya produk harus dijual dong supaya bersaing
        nah pemerintah sana melihat hal seperti itu, dibantulan perusahaan disana untuk menjual barangnya walaupun dengan cara yang tidak pantas sekalipun (memanfaatkan transaksi dari proyek lain)
        tp liat pemerintah sana membantu industri di negaranya dengan membantunya dengan menjual barangnya, bukan dengan mengeruk kas negara dengan dalih bantuan subsidi, pinjaman macet dsb dsb
        perusahaan berjalan karena hasil penjualan produk, bukan karena pinjaman

  5. Saluut.. berani bgt bro nulis nama lengkap.. Ga takut dituntut dijeblosin ke penjara sama Ybs krn pencemaran nama baik?

  6. Salut buat yang punya blog. Di saat anak-anak muda memuji-muji Dahlan Iskan tanpa reserve masih ada yang berani mengkritik sang penguasa Jawa Pos.

    Pakai nama asli lagi. Huehehehe…

  7. Apa kaitannya nih ? Sebaiknya kalau menulis belum tau informasi sesungguhnya yg benar jangan menjustis dulu bro….setau saya spt pada umumnya pak DI tuh selalu memberikan keleluasan/delegasi dengan penuh tanggung jawab, spt di Jawapos misalnya sejak 2005 pak DI tdk lagi cawe2 jawapos selain sebag Chairman(preskom) dan CEO. Jadi kasus2 pemberitaan di Jawapos & grup sepenuhnya tanggung jawab pimred masing2 bukan pak DI, pak DI hanya memberi visi/arah bagaimana dunia kedepan….kemudian soal Tiongkok/cina, bukan krn pak DI memihak atau suka, tp beliau kesana karena mencari pengobatan untuk kesembuhan dirinya,,,sejak 2005 pak DI wira wiri ke sana,,kalau anda baca bukunya “Ganti Hati” disana banyak informasi mengapa pak DI suka Tiongkok, ya antara lain karena beliau kagum akan reformasi yang dilakukan disana sehingga membuat perkembangannya bgt cpt…sehingga bisa menguasai ekonomi dunia…karena seringnya kesana maka pak DI bs belajar sekalian bhs Nasional tiongkok, makanya cas cis cus aja bhs mandarinnya,,,beliau sampai menegur kontraktor2 cina pun dengan keras menggunakan bhs mandarin…shg para kontraktor itu bisa mempercepat atau minimal bekerja sesuai timeline.

    Kalau anda mendapat cerita2 dr teman kos anda yg kerja di rdr jogja,,entah itu positif/negatif ttg pak Di seharusnya anda mengkonfirmasi dr sisi lainnya shg anda memperoleh informasi yang seimbang.

    itu tanggapan saya ttg pak DI bro….smg sukses selalu

Tinggalkan Balasan