Kasihani Pengemudi Mobil

Tulisan ini untuk menyadarkan kepada para bikers, bahwa para pengemudi mobil itu memiliki tingkat stress yang berlipat-lipat dibanding penunggang motor. Apalagi klo di kawasan macet macam Jakarta, jiahhh wes jan tenan.

Tulisan ini didasari berita di detikoto.com yang berjudul

Pengemudi Mobil Harus Peduli Terhadap Pemotor

entah kenapa kok “feeling” saya tulisan yang bagus itu sepertinya sengaja dituangkan untuk menghakimi para pemotor di Jakarta pada khususnya. Padahal objek tulisan itu ada di Inggris sono.

Di tambah lagi, sifat “masa bodoh” redaksi detik.com yang nggak mau menyensor komentar-komentar yang nggak sopan berbau SARA dan Rasist. Semoga kehadiran Mas Triatmono disana bisa merubah ke “masa bodo” an itu … tahu kan the living legendnya detikoto.com … Samboga cs :mrgreen:

Baca Juga:   Honda Kembali Menggelar Kompetisi Wirausaha Remaja 2017

Back to topic

Apa iya Mobil yang harus mengkasihani motor, atau malah sebaliknya?. Naghh video-video stress para driver berikut setidaknya bisa menjelaskan pada bikers, betapa stressnya mereka … saat hanya … mencari parkir saja.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=t1vJHqyv0fk]

Naghh klo ditempat parkir lebih stress lagi

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=JGF3KvDApks]

Naghh, mulai sekarang para bikers harus peduli dan lebih kasihan sense pada para sopir. Kasihan kan udah beli mahal-mahal, macet, nyari parkir aja sussah. :mrgreen: masak dijalanan masih ente-ente seruduk pula. 😳 lha si ente enak, cuma mikir roda yang cuma dua biji?!

Naghh bonusnya … kan motogp gak pake spion :mrgreen:

NB: Tulisan ini dikategorikan dalam keluarga “Unik & Lucu” walau agak nylekit

roda2blog di sosial media

11 Komentar

  1. Video pertama sih memang pengemudi mobilnya aja yang (maap) geblek, dasar emang ‘sopir kacangan’, masa’ tempat segitu masih mau diparkirin? 👿 Kira-kira panjang yang tersedia juga dong kalo mau markirin mobil. 😕

  2. bisa jadi para provokator di detik itu orang detik sendiri. ada alasannya kenapa saya bilang begitu, yang utama adalah mereka “mungkin” sengaja menciptakan suasana provokatif karena efeknya bisa berhubungan dengan masalah visitor traffict ujung-ujungnya penghasilan dari iklan.
    yg kedua coba anda menuliskan komentar dengan kata-kata seperti yang sering disebutkan oleh visitor-visitor setia yg sering berkomentar sara, pasti tidak akan ditampilkan.
    dengan dibiarkannya komentar-komentar sara tersebut, detik.com terkesan sebuah situs murahan. kalau memang menghendaki adanya interaksi dengan visitor, mestinya mereka mempunyai tanggungjawab untuk memilih komentar mana yang layak ditampilkan. bukan hanya memfilter kata saja. ngga akan pernah efektif. contoh tanggung jawab itu bisa saja dengan membuat autorisasi tiap akan menulis komentar. jadi visitor harus menjadi member untuk bisa meninggalkan komentar. dengan begitu akan lebih mudah mengatasi komentator-komentator norak.

  3. ane ga setubuh sama John Angkow…spion tetep harus digunakan, dan penting untuk memantau kendaraan di belakang apalagi kl mau berpindah lajur, sayangnya masih banyak yg ga sadar dan ga tau fungsinya…atau bahkan ga peduli dan ga mau tau…makanya pada bisa seenak jidat. Kl dah ketabrak, mobil yg disalahin…padahal motor yg main potong ga liat spion.

    ane pribadi sich…malah jd buta / bingung kl ga ada spion, karna malah ga leluasa utk bergerak sana sini. Karena ga mungkin juga harus selalu menoleh untuk lihat belakang saat pindah lajur.

    Intinya pengemudi baik motor maupun mobil ya harus saling menghormati, saling peduli…biasanya pengemudi yang sering menggunakan kedua kendaraan rasa toleransinya lebih tinggi karna merasakan saat mengendarai keduanya.

    Bukan lagi masanya Motor slalu benar dan mobil harus mengalah, semua harus ikut aturan, yg ga ikut ya dah pasti salah.

  4. menurut ane sih semua pengguna jalan kudu saling menghormati..bahkan yg nyebrang jalan sekalipun…
    o iya, udah tau jalanan Jakarta cuman segitu..ngga nambah2..ngapain juga bawa mobil yg segede gitu??mending naek angkutan umum… :mrgreen:

  5. hehe.. diJalan emang harus saling ada pengertian. pengendara mobil harus memahami bila naik motor itu ga selalu enak. kalo ujan ga kepanasan. kalo panas ga keujanan. hehe. jadi jangan heran kalo pas kondisi siang terik motoris biasanya jadi agak sewot en pecicilan. pengen cepet sampe en ngadem. kalo ujanpun lebih pada milih neduh dipinggir jalan. daripada basah2an dan bergelut dengan resiko yang lebih besar kayak visibilitas, jalanan licin dan berlubang yang tertutup kubangan.
    en pengendara motorpun harus memahami. naik mobil yg harganya belasan kali lipat dari motorpun harus bergelut dengan macet. en tentunya Blindspot yang lebih besar. pengendara mobil kasarnya hanya bisa memantau kondisi di”belakang” mobil. Samping mobil hampir ga bisa kepantau kecuali nengok. yang tentunya juga beresiko en diaturan safety driving malah ga boleh nengok. Apalagi kalo kondisi mobil serong.. kondisi samping mobil bener2 buta. hanya bisa memantau kondisi belakang dari spion tengah. . jadi plis. jangan nyelip mobil/truk/bus pas belokan/mundur keluar dari parkiran/garasi/serong keluar dari parkir paralel. kalian bener2 tak terlihat pas kondisi itu hai para motoris.

Tinggalkan Balasan