TNI Wow, We Are Still Number 1

Selama ini seringkali Alutsista (Alat Utama Sistem Pertahanan) angkatan tempur kita dituding kuno laghh, ora mutu laghh, wis ora-ora laghh pokoke. Setelah era kepemimpinan Mbah Soeharto, praktis kehebatan ABRI kita jarang diekspos seperti era orde baru.

Yang banyak dieskpos malah para aktivis kontrass dan cenderung menghakimi para pembela Tanah Air dan pelayan rakyat. Pelayan rakyat? … lha iyo 100% jelass to, saat terjadi bencana Alam. Siapa coba yang turun tangan langsung bahu membahu? …  tanpa bayaran uang lembur malah. Hmm aktivis kontrass? :mrgreen:

Iseng-iseng buka situs golbalpower.com ehh lha dalah, ternyata TNI kita masih yang terkuat di wilayah ASEAN, numero Uno. dan Nomer 4 se-Asia Pasifik. salutto 😉 Australia … jauhh pak de, ora level.

Lha yo wajar, menilai sebuah kekuakatan angkatan bersenjata tidak hanya didasarkan pada alutsista, tapi juga dinilai dari pengalaman tempur dan mental prajurit. Untuk yang kedua, jelas TNI adalah jagonya.

Contohnya dalam sejarah perang kemerdekaan, keberadaan Republik Indonesia hampir saja musnah ketika Tentara Belanda dengan sukses gemilang merebut Jogja lewat Agresi Militer keduanya. Menurut siaran pers-nya, penguasa militer Hindia Belanda, sudah mengumumkan pada dunia, bahwa pemberontakan terhadap kekuasaan kerajaan Belanda di Hindia sudah berhasil ditumpas habis. Presiden, Wakil Presiden dan semua perangkat pemerintahan sudah berhasil diamankan.

Baca Juga:   ROSSI Udah Operasi Bahu

Di sinilah letak ke-patriot-an Sultan Jogja HB-IX, dia dengan tegas menolak ketika Belanda menawarinya menjadi penguasa Jawa dan Merdeka dengan bendera Kasultanan Jogja, bukan Republik Indonesia…(padahal selama di Jogja, pemerintah RI pake dana Keraton). Karena penguasa militer kedudukanya setara dengan penguasa negara bagian (saat itu Jogja negara bagian Belanda) gubernur militer tidak berkuasa menangkap Sultan HB-IX.

Back to topic.

Sesuai perintah instruksi dari Panglima Besar Jend. Sudirman, untuk mengadakan serangan militer secara serentak di semua wilayah yang memiliki potensi militer dan sipil yang memadai. Jadi serangan umum 1 maret 1949 tidak hanya terjadi di Jogja, kalau pun yang dibesar-besarkan yang di Jogja, yo wajar, karena status Jogja pasca Renville adalah Ibukota Indonesia.

Dan disana saat serangan berlangsung masih ada delegasi Komisi Tiga Negara, yang pada waktu itu selalu dicekoki oleh Belanda bahwa Republik Indonesia sudah benar-benar tamat … KO-it.

Baca Juga:   Foto Aksi Tilang Polisi Subang di Jalan Kecil Penuh Lubang

Naghh meski hanya sukses menduduki Jogja selama 6 jam saja. KTN yang terdiri dari Australia, Belgia dan Amerika Serikat, jadi melek matanya. Tahu bahwa Republik Indonesia masih ada, menjadi saksi betapa hebatnya semangat juang para Tentara Indonesia, bahwa mereka (TNI) susah untuk dikalahkan.

Bahkan salah satu wakil KTN memberikan siaran pers radio di Eropa dengan menyebut

The Indonesian guerrillas look a like zombie

Saking kagumnya dengan semangat juang mereka yang hanya dipimpin jenderal sekarat diatas tandu. Dengan peralatan tempur seadanya, mereka sukses memukul mundul Belanda di Jogja. Pada saat bersamaan, batalyon lain sukses menahan Belanda di Solo dan Semarang agar tidak mengirim bantuan.

He he he, klo sudah begini hebatnya reputasi TNI. Sekarang tinggal presidenya saja, meski kadang saya bingung. Dia itu presiden atau bintang televisi :mrgreen:

sumber: http://politikana.com

 

roda2blog di sosial media

26 Komentar

  1. yaa.. untuk pasukan aphibi.. Kita ‘Pasukan Katak’ nomor 2 di dunia koq.. cm dibawah ‘Navy Seal’ amerika.. wajar lah walo persenjataan usang.. tapi skill perorangannya hebat.. tapi malingsia tetep aja arogan.. oh presidenku.. siapa yg memilihmu…

  2. heran saya darimana perhitunga nnya ya… padahal peswat tempur ompong, kapal pada berkarat, tank tidak ada suku cadang…. apa ini usaha untuk mengawang awang kita saja…. percuma skill individu sehebat apa juga…perang jaman sekarang pakai alat canggih, sedangkan kita…masih pake peninggalan barang barang kuno…sama malaysia saja alutsista tertinggal jauh, apalagi singapura

    saya sudah lama tahu situs globalpower itu, tapi sebelum saya tahu bagaimana penilaainnya saya anggap itu pembodohan

    http://extraordinaryperson.wordpress.com/

    • wah ternyata anda buta ya tentang teknologi indonesia.sebelum komentar liat dulu oi..silahkan baca tentang kemandirian alustita indonesia yang sedang dilaksanakan skrg.
      litah situs http://www.ardava.com
      kita sudah bisa bikin roket. senapan ss .tank beroda dll
      lihat berita2 tentang militer kita.
      anda hanya tau itung2an berdasarkan teknologi.ingat sampai kapanpun namanya tentara yang dilatih adalah teknik skil membunuh.dan skil tentara kita memang diakui dunia.

  3. Itu bukan usaha untuk mengawang2. Penilaian itu berdasarkan fakta yg ada. TNI di Indonesia itu di dominasi oleh pasukan Komando. Jenis pasukan Komando ini (Kopassus) yang paling cocok dengan kondisi Indonesia yang memang minim peralatan alutsista. Dengan peralatan seadanya, pasukan Komando masih bisa bergerak menjalankan tugas2 yang sulit. Disini, skill dan mental yang lebih berperan. Kenapa Amerika Serikat bukan nomer 1? Karena tentara Amerika dianggap udah terlalu tergantung dengan peralatan2 canggih yg seabrek2 itu. Pernah liat film Black Hawk down kan? Keliatan banget kan disitu, ternyata ribet banget jadi tentara Amrik. Barang bawaanya kalo ke medan tempur banyak banget. Repot amat kayanya mau perang kudu bawa ini itu. Bahkan figur pahlawan Amrik seperti Rambo pun barang bawaannya masih seabrek2. JAdi jangan sembarangan ngebilang segala sesuatu itu pembodohan sebelum tau sejarah dan faktanya. Di ASEAN, TNI menduduki urutan pertama. Di dunia, pasukan Komando TNI (Kopassus) menduduki urutan ke 3 setelah Inggris dan Israel.
    Hanya patut disayangkan, kejayaan TNI ini memudar oleh ulah oknum2 penghianat bangsa yang mengatasnamakan kepentingan rakyat, dan juga oknum di dalam TNI itu sendiri…..

    • maklum….gara2 ada yang suka nyebut2 “pembodohan”….jadi ikut2 an dah…ati2 pake kata pembodohan…salah2 diri sendiri yang ikut2an jadi bodoh

    • Hehehe….jangan salah loh mas. Pernah liat peragaan silat PPS Betako Merpati Putih? Itu loh, yang bisa nembak/menghantam sasaran dengan mata tertutup. Nah, konon anggota Kopassus juga mempelajari ilmu seperti itu. Jadi kalo pertempuran malam hari, ngga perlu tuh yang namanya peralatan infrared segala macem :mrgreen:

  4. begitulah, kemenangan dan kehebabatan militer suatu negara tidak ditentukan oleh alutsista yang canggih dan kuat. yg penting semangat juang, kerja keras, rela berkorban, mental dan satu lagi keberuntungan. sering iri liat gear dan teknologi militer Amrik di pelem”, tp itu cuma alat, klo lg apes yg gak kepake. so, walaupun alutsista kita lebih jelek ketimbang negara kek singapur tp masih ada kekuatan dari diri yg lebih hebat dari alutsista manapun. the power of human..

  5. itu based ranknya apa ya, klo soal kemampuan personal oke lah kita yang paling bagus se-ASEAN, klo soal penilaian secara keseluruhan nanti dulu 😀

    Vietnam jelas2 alutsistanya gada yg ngalahin di ASEAN termasuk aussie juga lewat 😛

    Tapi klo sampeyan mencermati berita militer akhir2 ini, pantaslah aussie, serta tetangga2 atas yang rese pada adem panas sama perkembangan alutsista indonesia 😀

    GO TNI!

Tinggalkan Balasan