Hikmah Senin (2) : Bakar al-Qur’an?

Dulu pernah heboh karena ada seorang anak manusia yang mengkampanyekan bakar al-Qur’an. Saking hebohnya sampe-sampe ada demo gono-gini sana-situ.

Nahh, senin pagi hari ini, saya pun membakar al-Qur’an. 80 hwadohh, apa nggak dosa?. malah jadi ritual tahunan je, tiap tahun keliling kelas untuk mengecek al-Qur’an yang layak baca dan tidak.

Insya Allah nggak!. karena kata guru ngaji waktu saya kecil sampai guru ngaji di Qatar, semua menyuruh dan menyarankan agar membakar al-Qur’an yang sudah rusak. Halamanya robek dan tidak beraturan. Serta tulisannya yang sudah kusam. Wajib malah hukumnya.

Toh al-Qur’an itu bukanlah muskhaf/buku/kitab yang selama ini kita lihat dan sebut sebagai “kitab suci”. “Kitab Suci” itu baru ada setelah Nabi Wafat… jadi itu termasuk bid’ah ๐Ÿ˜‰ . Bahkan ketika menerima usulan penulisan dan pengumpulan al-QUR’AN dalam satu muskhaf dari Umar Bin Khattab, Abu Bakar as-shiddiq sampai marah-marah.

Baca Juga:   Jeroan Mesin Yamaha R25 Ada Yang Terbuat Dari Plastik

Untunglah beliau akhirnya memahami penjelasan Umar Bin Khattab. Bahwa al-Qur’an sejati adalah “Kalam Ilahi” yang tersimpan di dalam dada setiap muslim (terutama penghafal al-Qur’an). Karenanya, penulisan al-Qur’an tidak akan pernah bisa salah apalagi sampai palsu. Karena Sang Pencipta lah yang akan menjaganya dalam dada setiap orang yang berkehendak dan dikehendaki oleh-Nya.

Sedang adanya musfhaf ย (ide awal dari Umar bin Khattab) adalah memberi kemudahan bagi kita-kita yang awam dan menjaga kesamaan baca (lahjah) al-Qur’an terutama karena pada masa itu banyak Hafidz Al-Qur’an yang meninggal karena memerangi Nabi-nabi palsu (diantaranya perang Yamamah), dan Agar semakin banyak hafidz-hafidz al-Qur’an baru.

Lha terus kalau ada yang membakar al-Qur’an baru gimana? … monggo aja, silahkan aja bakar al-Qur’an sebanyak-banyak, karena itu hanyalah “al-Qur’an Khoyyali”. Karena “al-Qur’an haqiqie” ada didalam dada dan selalu terjaga dan dihafal jutaan muslim. sebagaimana Janji Allah sendiri:

Baca Juga:   Pemandangan Gunung Gajah Ponorogo Musim Kemarau

ุฅูู†ูŽู‘ุง ู†ูŽุญู’ู†ู ู†ูŽุฒูŽู‘ู„ู’ู†ูŽุง ุงู„ุฐูู‘ูƒู’ุฑูŽย ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ุง ู„ูŽู‡ู ู„ูŽุญูŽุงููุธููˆู†ูŽ

Sesungguhnya kami yang menurunkan Al-Qur’an dan kami pulalah yang menjaganya

yang patut digaris bawahi, di ayat tersebut al-Qur’an ditulis dengan lafadz “az-dzikra” yang juga punya arti “untuk diingat/hafal”. Maka sudah menjadi kewajiban kita sebagai kaum muslim, untuk menghafal “az-dzikra” semampu kita… aminn

roda2blog di sosial media

11 Komentar

  1. Bukan cuma Al-Qur’an yang sudah tidak layak baca/rusak/perlu diganti yang wajib dibakar, tapi juga obyek2 laen yang mengandung bacaan Al-Qur’an yang memang udah ngga kepake. Contohnya : surat/kartu undangan pernikahan. Saya suka miris ngeliat orang seenaknya aja ngebuang surat undangan pernikahan ke tempat sampah. Padahal biasanya kan di dalam surat undangan pernikahan tercantum petikan ayat Al-Qur’an. Maka berhati2lah dalam memperlakukan benda/obyek yang di dalamnya tercantum ayat2 Al-Qur’an. KAlo udah ngga terpakai, sebaiknya dibakar aja. CMIIW

  2. setuju….tapi tergantung niat dalam hatinya maksudnya apa…:D
    sayangnya di Indonesia ini mayoritas mengkultuskan bendanya/”makhluknya” bukan pada hakikat yang sebenarnya…sampe2 hormat ke bendera dianggap syirik…xixixixixi…

Tinggalkan Balasan