Mazhab Para Pemilik Motor

1. Protoller Sok Pinter

Ini adalah golongan paling menyebalkan. Bukanya memodifikasi, tapi malah memprotoli part-demi part demi sebuah gengsi “ben bedo”.

Ambil contoh spakbor belakang, dipotong hanya biar nungging. Klo musim kemarau no problem laghh, tapi klo musim hujan kan kasihan biker yg dibelakangnya? … pasti jawabanya EGP laghh

bagi kaum protoller, plat nopol juga aib 🙄

Saya punya pengalaman lucu saat  bersama teman guru yang selalu menghina spion dobel motor saya. Saat kena razia tertib lalu lintas, si teman ini mencoba ngeyel kepada pak polkis. Bahkan dengan nada suara cukup tinggi sambil memukul meja ketika dibawa ke pos polisi lalu lintas.

Alasan si teman sih sederhana. Kenapa nggak ada sosialisasi sebelumnya bahwa motor harus pake spion dobel, saya kan orang desa …. dan saya nggak tahu klo emang sosialisasi itu ada. 😯 saya sendiri kaget dengan keberanian teman saya ini.

Baca Juga:   Sopir Mobil Penabrak Polisi Di Bandung Ternyata Mahasiswa S2

Brakkk … ganti pak polisi yang menggebrak meja.

Mas, motor sampeyan ini, pas beli dari pabrik dulu spionnya berapa … dua pak!, jawab si teman

Naghhh, matane sampeyan itu kan dari lahir juga dua? … iya pak!

Mau sampeyan, klo mata sampeyan tak picekne (saya butakan) satu? … no answer

Sama dengan motor sampeyan, motor sampeyan itu dari pabrik spionya kan dua. lha terus kenapa sampeyan copot satu? … hah? 

2. Modifikator Pinter

Ini adalah kaum yang sangat imajinatif, gila operasi plastik dan selalu pengen motornya tampil beda. Golongan ini selain mempercantik wajah, juga biasanya mengoperasi performa motor biar tambah ngacir. Nggak ada puasnya, selalu minta kawin lagi-lagi dan lagi.

Tapi sayangnya, si motor sudah sangat kelihatan guanteng, tapi wajah sang rider kok nggak ngikut diperbaiki :mrgreen: yaghh, jadilah motornya menjadi idola, dan si rider tetap menjomblo.

Baca Juga:   4 Pelajar SD SMP Jadi Gembong Maling Motor Asal Jombang 

3. Romantic Biker

Tipikal mazhab yang terakhir ini, adalah biker yang selalu menjaga motornya tampil baru, nggak peduli dapet perawan atau janda. Dan selalu berusaha bagaimana caranya agar semakin tua motornya, semakin enak ditunggangi. Yang pasti, anti dengan suntikan silikon. 😆

Di kandang koboys, orang yang taat dengan filosofi ini adalah mantan juragan CBR mas al-Rozi. Sumpahhh, FXR tungganganya bener-bener maknyus. Walaupun rondo, tapi Body-nya perawan. Rasa rondo-nya bener-bener maknyuss (guru adalah pengalaman terbaik bukan?), goyanganya mantap, enak banget diajak klimaks.

Selain mas Rozi, ada juga pak Camat penunggang si Thunder merah. Walau tidak merasakan impressi tungganganya, tapi body si merah yang telanjang itu bener-bener menggoda. :mrgreen: golongan ini saking romantisnya, tampang nenek-nenek pun bisa jadi perawan ting-ting dimata mereka.

roda2blog di sosial media

13 Komentar

  1. begitulah, tetp berpegang pd standart pabrikan.. dan tampang motor gak neko2 yg pnting nyaman dikendari dan motor gak rewel.. klo pengin gaya mending beli hypermortard

Tinggalkan Balasan