TIMURLENK, Generasi Mongol Penyebar Islam (III)

Disaat banyak ulama muslim menghujat kebengisan Timurlenk, Ibnu Khaldun salah seorang ulama ternama muslim, malah memuji Timurlenk dengan mengatakan “Disaat banyak pemimpin muslim terlena oleh harta dan melupakan penyebaran Islam, Timurlenk datang meneruskan kerja penyebaran Islam”

Orang Mongol satu ini memang terus menjadi kontroversi dalam sejarah, terutama bagi yang tidak memahami kondisi sosial dunia Arab abad pertengahan. Arab pada masa itu telah kembali ke dalam apa yang disebut masa “jahiliyyah”. Islam sudah tidak lagi dijunjung, melainkan diinjak-injak atas nama keluarga, kesukuan, madzhab dan demi kekuasaan. Hal inilah yang menanamkan kebencian nyata dalam diri Timurlenk pada ras Arab dan selalu menjaga ke-steril-an pasukannya dari orang Arab.

Baca Juga:   Alvaro Bautista akan jadi Rider Utama Untuk Aprillia Gresini di MotoGP tahun Depan

Terlahir dari keturuan Genghis Khan dari pihak Ibu (Putri dari Chagatai Khan), Kakeknya Chagatai Khan adalah penguasa  Chagatai Khanate. Emperium Mongol ketika itu dibagi menjadi beberapa daerah federal yang bebas tapi tetap tunduk pada kekuasaan presiden utama di Mongol pusat yang bergelar “The Great Khan”. Kakek dari pihak bapak Timurlenk (Tamerlane) adalah panglima perang Chagatai Khan bernama Karachar Nevian.

 

Selengkapnya pindah ke sini ya babmusabab.blogspot.com

roda2blog di sosial media

10 Komentar

  1. kereeenn timurlenk…bangsa arab emang bangsa paling bahlul,pe skr aj msh ad perbudakn,termsk kpd para tki yg msh sodara seagama,cb Allah mengirim lg seorang timurlenk utk membersihkn etnis arab skr

  2. Jadi inget, almarhum bapak kos saya (waktu jaman kuliah dulu) namanya Tamerlane. Kayanya ayah beliau termasuk orang yg nge-fans ama Timurlenk. Dan sepertinya beliau juga sangat terinspirasi dengan namanya sendiri. Saya ingat, setiap selesai shalat subuh, beliau bersama istrinya rajin membaca Al-Qur’an di ruang tamu beserta terjemahannya. Kebetulan kamar saya dulu berlantai kayu dan posisinya pas di atas ruang tamu beliau. Jadi suara beliau ketika melafalkan ayat2 Al-Qur’an dan suara istri beliau yang membacakan terjemahannya cukup terdengar jelas ke kamar saya dan kamar teman2 satu kos. Mungkin tujuan beliau supaya anak2 kos di tempat beliau senantiasa dapat selalu mengambil pelajaran dan hikmah dari apa yang beliau bacakan. Saya kangen dengan suasana seperti itu

    Terus terang, pengetahuan saya mengenai tokoh Timurlenk ini boleh dibilang masih kurang. Tapi sepertinya nama Timurlenk mampu menginspirasi orang2 jaman sekarang, terutama yang cukup mengetahui tentang sejarah dari tokoh Timurlenk ini. Nice info bro 😉

  3. Hampir semua sejarah di Indonesia memang ditulis secara subjektif, karena jaman orde baru informasi tidak terbuka dan dikendalikan oleh penguasa.

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Agresi Militer Islam (I): Dahsyatnya Agresi Penyebaran Islam di Indonesia | RODA 2 BLOG
  2. Perang Jawa, Perang Besar Yang Luput jadi Pelajaran Sejarah | RODA 2 BLOG

Tinggalkan Balasan