Sunni Radikal vs Syiah Militan

Awal tahun 2008, Kantor Polisi Doha boyongan ke gedung baru. Bila sebelumnya dirancang dengan bangunan classic di pinggir “Souq Waqif” di tepi pantai corniche Doha. Kantor yg baru memakai arsitektur arab modern pindah ke tengah kota di crazy roundabout.

Kantor baru, masjid baru … Pihak kementrian auqaff menyumbang alqur’an (cetakan semarang ternyata), buku-buku Islami dan raknya sekaligus untuk masjid ini. Perawatan buku-buku diserahkan kepada saya dan seorang rekan asal piliphines.

Saat menata buku-buku itu, ada satu seri buku yang menarik perhatian. Yaitu seri “Khulafaurashidin”, selama ini yang dipelajari di Indonesia, khalifah yang termasuk khulafaurrashidin itu ada 4 … Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, tapi kenapa ini ada lima kitab? … siapa yang kelima? … Muawiyah bin Abi Sufyan … Beliau adalah sahabat Rasulullah, sehingga tidak pantas kita membicarakan hal buruk terhadapnya.

Sebulan berlalu, saya sangat menyukai biografi tentang Muawiyah, suatu hal yang baru daripada yang dituliskan dalam buku sejarah di Indonesia. Naghh ketika sudah selesai membaca buku ini, dan mengembalikan pada tempatnya, ternyata buku biografi Ali bin Abi Thalib sudah hilang dari tempatnya … padahal peraturanya, buku hanya untuk dibaca di dalam masjid.

Baca Juga:   Yamaha R25, Power paling terdepan di kelas 250cc

Itu buku akhirnya ketemu secara tidak sengaja pada ruangan polisi si-A dan ditempatkan secara tidak layak. Ketika diminta si pemilik meja malah marah-marah, mengatakan bahwa saya sunni-separo, buku ini tidak bermanfaat, hanya mengundang fitnah, tidak layak dibaca … berhubung sudah terbiasa adu mulut dengan orang Arab, toh status sama-sama orang asing, akhirnya itu buku sukses kembali ke tempatnya.

Sekitar dua minggu kemudian, si buku tentang Ali bin Abi thalib ternyata menghilang lagi … saat morning tea, saya tanya kembali si-A tentang keberadaan Buku Ali bin Abi Thalib, apakah dia mengambil lagi? … busyyett, ternyata dia langsung marah-marah dengan suara tinggi, menunjuk ke orang-orang yg ada dalam ruangan (ada 5 orang) “Heh bocah, disini yang sunni bukan hanya saya saja … tuhh mereka (yg diruangan) juga sunni, tanya mereka satu-satu” … melihat ekspresi muka dan wajah orang yg diruangan, saya langsung “mati kutu” … beruntung rekan kerja asal Sri Lanka yg ada disitu langsung menyeret saya keluar.

Kejadian ini benar-benar membuat shock, untuk kedua kalinya … saya benar-benar menjadi takut dengan sorot mata kaum padang pasir saat marah. Saat rehat sarapan pagi, saya menghampiri seorang polisi tua asal Sudan (ciri orang sudan, pintar ngomong, gaya bicaranya halus, dan ngoceh terus kayak beo)

Baca Juga:   Honda Mobilio Raih 3 Bintang Keselamatan NCAP

Dari beliau ini lah, saya jadi tahu banyak tentang “sunni” yang difahami oleh mayoritas orang arab, karakter orang Saudi yang merasa benar karena menguasai tanah suci (maka gak heran klo sering “dijaraki” oleh arab lainya) sampai pertentangan dahsyat sunni-syiah yang siap meledak … “bumm” menjadi perang terdahsyat di dunia.

Beliau si sudan (jabatanya HRD) juga memberi tahu tentang siapa saja yang Syi’ah didalam kantor dan menyuruh untuk memperhatikan pola sosialisasi antara yg sunni dan syi’ah … apakah encer atau tidak.

Finally …., saya pun sadar tentang “beda”-nya Islam di Indonesia … dibilang Sunni tapi hanya mengakui khulafaurrashidin berjumlah empat dan malah membiarkan buku-buku sejarah Islam (baik di pesantren/sekolah) menggambarkan Muawiyah sebagai biang kerok pertumpahan darah .. padahal jelass itu gak boleh. Disebut Syiah … jelas bukann, jauhh menn

Lha terus apa? … spechless … itulah salah satu keindahan Islam di Indonesia…damaiii

Bersambung …

roda2blog di sosial media

8 Komentar

  1. gak ada itu yang namanya sunni – syi’ah…

    yang ada Islam dan Syi’ah…

    Kata ulama.. Asy syi’atu ad diin.. syi’ah itu adalah “agama”.. dan diluar agama Islam…

    banyangkan.. tidak ada satupun agama didunia ini yang mencaci maki para sahabat.. kecuali SYIAH..!!

Tinggalkan Balasan