Aksi Marketing: Yamaha, Ketombe dan Opera Shampoo

main klaim no.1, perlu dilakukan oleh yang no.2

Menarik melihat artikel data bulanan tentang penjualan bebek dari Eyang Edo. Pasukan bebek Yamaha berhasil mengalahkan artileri bebek Honda. ­čś» dan sekali lagi, ketombe di rambut saya kok menggelitik gatal terutama melihat para FB beradu argumen.

Melihat tingkah polah Yamaha vs Honda itu persis seperti pertarungan arena shampoo rambut antara Unilever vs P&G. Unilever adalah penguasa di lahan toiletres Indonesia, dan P&G dengan antusiasme berusaha membayangi nempel seraya menggerogoti produk-produk Unilever … dalam opera sabun Shampoo┬á

yang make berjuta-juta di seluruh Asia, padahal China (1,5 miliar) dan India (1 miliar) juga Asia …

nggak laku dong?

Dosen marketing saya sewaktu kuliah sering bilang “Ketika kata tak lagi bertaji, biarkan angka yang beraksi” … maksudnya luass, artinya dalam, tafsirane … sak karepmu! (kata beliau).

Orang Indonesia dan manusia pada umumnya, lebih mudah dipengaruhi oleh angka-angka daripada kalimat (huruf). Rangking anak sekolah, harus laghh 1-2-3 nggak boleh A-B-C. Promo harga di swalayan, lebih menculek mata dengan huruf 5000-an daripada sekedar … promo gila”an .. dll

Baca Juga:   Kemerdekaan Indonesia adalah Pemberian Belanda. Sebuah Jawaban.

Naghh, bagi perusahaan dalam upayanya menggoyang sang leader pasar. salah satu cara memajang prestasi angka yang dimilikinya. nggak peduli betul salah, bagaimanapun konteksnya, walau angka itu dari lain negara, walau nggak nyambung.

Pantene (P&G) demi mendobrak kekuasaan Sunsilk (Unilever) mengklaim digunakan lebih 100juta wanita (padahal di Asia kecuali Indonesia) :mrgreen: . Head&Shoulder (P&G) demi mengalahkan prestise Clear (Unilever) mengaku nomer satu di Dunia.

Klaim angka emang bisa mengatrol prestise produk.

Disinyalir, gelontoran produk Yamaha bulan agustus juga menculek mata seperti Juli (data:P2R)

Hal yang sama dilakukan Yamaha di bisnis roda dua Indonesia. Secara penjualan (pada th.2007 …cmiiw) Yamaha emang sukses melampaui Honda, lalu bersemboyan “Raja baru bebek” … naghh sesudahnya setelah Honda bangkit, tapi …

Baca Juga:   Jalan Sore, Favourit Time

Yamaha masih tetap mencuri perhatian dengan main-main angka. Tujuan jelass, untuk menutupi kelemahan “line produk” dari kompetitor, menutupi . Caranya banyak, mulai dengan data bombastis nggak masuk akal (klik disini), atau dengan memanfaatkan momentum penurunan produksi lawan karena alasan liburan. manfaatnyaaa, lumayan bisa mencuri “word of the month”

Sooo, salahkah Yamaha … ohh tidak itu sah-sah saja dalam upaya mengejar si penguasa, cuma sebagai konsumen ya harus pinter-pinter wae melihat angka distribusi atau angka penjualan. Karena, ada motor yang kata si angka laris muaniss tapi kenyataan di pasar nggak laku … udah beli, nggak laku dijual. Atau, motor yang sudah mau dimatiin, tapi iklanya gencar pake data telanjang :mrgreen:

roda2blog di sosial media

12 Komentar

  1. ngerti wae koe cak, thanks penjelasannya, sebelumnya saya heran sebegitu penting nya kah angka2 itu, sekarang baru tau kegunaanya
    pernah juga kejadian begini, waktu jepang terjadi sunami, part digital dari suatu produk terhambat, maka produksi produk lainnya yang tidak mengunakan part tersebut di naikkan hanya untuk menutupi data bulanan padahal permintaan pasar mbuh….
    yang jelas ini salah satu ilmu marketing yang biasa menjadi pelajaran buat kita, tapi yang perlu di perhatikan mereka juga ngak asal asalan dalam mem planing produksi pasti memperhatikan level stok aman juga

  2. Salam hangat mas roda 2 blog

    justmyimage
    bila data2 tersebut hanya di keluarkan untuk menutupi dan terlalu di blow up itu sama sj dgn pembodohan otomotif..mohon maaf konsumen indonesia masih pada kritis.

    • bukan memblow up,
      tapi sengaja menaikkan kapasitas produksi dengan menambah waktu lembur untuk mengejar output produk
      krena kompetitor sedang banyak libur yang mengurangi produksi … karena cuti bersama
      naghh dengan begitu ketika data AISI keluar …. boleh berbangga diri, karena data itu data produksi dari pabrik ke dealer
      naghh dealer mendapat “motor jatah” yg lebih banyak dari biasanya

  3. Jadi bloger itu harus independen, jangan memihak, dan tetap harus selalu mengedepankan sikap yg dewasa,dewasa dalam artian setiap artikel yang disajikan harus selalu di barengi dengan data yang benar2 bisa dipertanggungjawabkan,jangan cuma asal nulis, karena itu malah akan membuat pembaca tidak kerasan berlama-lama membaca di suatu blog..smoga bisa jadi masukan..jadikan smua kritik untuk masukan yg bisa membangun..

  4. dah lama jadi pembenci yamaha bro?
    yg netral dan independen donk bro,
    semua produk kendaraan buatan/merek jepang tu bagus semua imho
    kalau terlihat buruk itu pasti karena agen/distributornya

    jadi yg saya liat, tulisan anda ini seperti anak kecil yg mencak-mencak untuk sesuatu yg ga jelas

Tinggalkan Balasan