Kasus Patung: Antara Purwakarta dan Ponorogo

Perusakan patung di Purwakarta begitu menghebohkan, apalagi kemudian dikaitkan dengan ormas Islam sebagai pelaku. Hemat saya, masalah utama justru bukan pada apakah itu patung anti Islam atau bukan, tapi lebih karena emang … itu patung nggak sesuai tradisi setempat.

Remember!,  Purwakarta bukan Purwokerto …. Sunda itu bukan Jawa, even they live in Java island.

Yup masalah utama memang, bahwa patung-patung yang dirusak itu tidak mencerminkan budaya Sunda. Sehingga ketika terjadi perusakan, tidak ada pembelaan terhadap patung-patung tadi sebagai simbol daerah ataupun sebagai identitas kearifan lokal.

Ponorogo, Kota Santri seribu patung berdiri.

Purwakarta kota santri? …. eit nanti dulu laghh, jangan buru-buru mengklaim takutnya ntar kena jaring SARA. Tapi klo kita menyebut Ponorogo sebagai kota santri, emang nggak terbantahkan. Selain Ponpes Gontor, disini terdapat hampir 50-an Pesantren dengan beragam sistem. Ada yang modern macam Gontor, banyak pula yg “full salaf” seperti Lirboyo atau Tremas, yang salafi seperti di Arab juga ada … pokoke komplit. 

Dengan status kota santri, tidak menghalangi pemkab Ponorogo untuk membangun patung-patung amamoto warok di setiap perempatan kota. Setiap gerbang desa di Ponorogo juga dibangun gerbang dengan nuansa Reog komplit dengan waroknya. Kompleks Pemerintahan Kabupaten  juga full dengan patung-patung besar para warrock dan setiap pojok alun-alun ada juga air mancur dengan patung-patung singa mengaum.

Baca Juga:   Best Video: The Jurassic 'Komodo' Park

Naghhh … apakah terjadi resistensi dari masyarakat maupun kaum santri terhadap keberadaan patung-patung tadi? … blass nggak ada. Damai coyy.

Saya yakin, jika ada seorang santri … katakanlah Santri dari ponpes Gontor, berani merusak salah satu patung warrock saja yang ada di setiap perempatan kota. Pasti orang Ponorogo dengan suka cita membalas merusak/membakar pesantren Gontor. Termasuk saya ngikooottt dehh :mrgreen:

Karena semua patung di Ponorogo dibangun sebagai identitas daerah, melestarikan budaya dan kearifan lokal … dan 1 lagi, seni reog dan identitas warok … adalah bagian dari jiwa orang Ponorogo.

Saya yakin jika saja, Bupati Purwakarta agak pinter sedikit … dengan memilih membangun patung si cepot daripada Gatotkaca, pasti!!! siapa saja yang merusak patung Cepot, akan mendapat perlawanan dari masyarakat Purwakarta.

Baca Juga:   Kapolda Kalsel Beri Penghargaan dan HP Baru untuk Pengunggah Video Oknum Polisi Pungli

Sooo.., jangan lagi kita mudah pecah belah hanya gara-gara kebijakan nggak pinter dari pemimpin hasil produksi democrazy!

 

 

roda2blog di sosial media

39 Komentar

  1. banyak warga Purwakarta menyesalkan setelah tahu ada pengrusakan.
    aset daerah
    Pemimpin daerah mungkin punya keinginan supaya Purwakarta bisa lebih dikenal…bukan sekedar sbg kota transit tanpa ciri khas…
    Saat ini wisata patung mnjadi acara yg bikin penasaran…
    Lalu knpa tidak ada pembelaan….kemungkinan besar karena mmang ada krisis budaya yg berujung tidak ada rasa peduli.

  2. Al Qur’an Surat Nuh Allah berfirman yang intianya pada awalnya umat Nuh membangun patung 5 orang alim sebagai peringatan akan jasa mereka pada masyarakat dan negara..lama-lama berganti generasi akibat tipu daya syaitan, cucu2 mereka mulai menganggap patung2 itu keramat dan akhirnya menjadikan 5 patung itu sembahan.. Jika jaman dahulu saja orang sholeh bisa disembah secara berlebihan. Apalagi di jaman sekarang… yang semakin lama semakin jauh dari agama. Maka dari itulah gambar dan patung makhluk hidup (berkepala) dilarang dalam Islam. Selain itu, yang perlu diperhatikan dalam perkara ini adalah cara amar ma’ruf nahi munkar juga harus sesuai yang diajarkan Rasulullah. Amar ma’ruf nahi munkar tanpa bikin onar. Mari kita kembali mempelajari Islam dengan benar. Barokallohu fiikum

    • BERHALA ITU SEBENARNYA ADA DALAM HATI KITA SENDIRI, yang di larang bukan patungya, tapi hati yang menyembah dan memujanya…..wanita harus bercadar bukan tujuan utama, tapi membatasi munculnya nafsu itu yang jadi tujuan……ini indonesia bukan arab, aku 100% islam , aku rela mati demi agamaku, tapi bukan berarti kita harus 100% seperti orang arab…….Tuhan melihat isi hati kita sesuai nggak dengan al quran, dan tidak melihat pakaian kita sama nggak dengan orang arab….

  3. Justru klw dlm konteks indonesia, pergesekan antara dua budaya atw pergesekan antara dua agama jauh lebih mengerikan drpd pergesekan antara budaya dgn agama. Apalagi ini antara 2 suku besar di Indonesia (Sunda & Jawa). Kasus pergesekan antara budaya spt yg pernah terjadi antara suku dayak dan jawa, atw pergesekan antara 2 agama spt yg pernah terjadi di …. yah kita tahu lah dimana itu, semua itu lebih mengerikan daripada pergesekan antara budaya dan agama, krn sekali lg dlm konteks indonesia dua hal itu adalah dua segmen dlm ranah yg berbeda jadi hanya tinggal meluruskan persepsi aja

  4. Memang kita sgt sering mempersulit hal hal yang seharusnya mudah.apakah dgn membakar patung itu kt sudah menjadi penganut agama yang benar?
    Apakah dgn membakar rmh ibadah agama lain kita sudah masuk syurga?kita hanya sekumpulan orang bodoh yg gampang dibodohi.

  5. Mungkin perlu diluruskan sudut pandangnya saja. Setau sy,zaman dahulu patung & gambar adl media untuk sesembahan berhala,makanya dilarang.kl untuk skrg sy kira sdh tdk relevan lg, org naruh patung drmh jg bt mempercantik dekorasi.skrg cb,kl yg dibangun itu patung raksasa replika al quran,apakah msh ada kejadian perusakan patung 😉

  6. Wayang itu milik siapa? Ceritanya aja kayaknya banyak di gubah dari Hindu yang konon sudah jadi mualaf (he he he). Lantas kalo orang PWK mengaku itu satu identitas masy PWK apa ga boleh? ntar di gondol malaysia lagi.. terus kalo bikin patung cepot boleh? lha cepot aza tokoh wayang kan?
    Masalah Julukan kota santri ya boleh dong di pake ma semua kota di INDONESIA RAYA ini.. daripada ngaku KOTA JABLAY.. nama adalah doa.. sipa tahu jadi kota santri beneran.
    Kasus patung di PWK terlalu banyak kepentingan di dalamnya.. yang awalnya beralasan karena agama, tapi kemudian di indikasikan ada kepentingan politik, ekonomi, budaya dan sosial. semuanya muncul karena BUPATI terlalu merakyat,, Kaum KAPITALIS jadi geram..
    Hmmmmmmmm…
    Purwakarta, 20/9/2011

  7. mereka yg merusak lebih mengenal organ tunggal daripada budaya wayang…
    padahal hampir setiap hari ada pertunjukan sisingaan yg mmbawa patung gatotkaca..arjuna..atau cepot.
    hampir setiap hari pula organ tunggal yg sarat porno aksi mngumbar aurat malah mereka diamkan….
    mereka cuma orang bodoh yg mau dihasut oleh orang2 yg mngatasnamakan islam..
    mereka tidak tahu para sunan dulu mnyiarkan agama melalui wayang…
    mereka orang tidak punya identitas dan hanya iri dengan perkembangan pembagunan purwakarta yg mulai dirasakan……..
    Sngat prihatin dgn kondisi saat ini…..
    aset negara yg bisa mnjadi kebanggaan warga justru dirusak segelintir orang yg mngatasnamakan agama.
    Mudah2 an mereka menyesali perbuatannya dan insyaf….

  8. saya kok bingung…. yg ngrusak itu atributnya apa? kalo para juragan tahu kekasaran ormas itu di purwakarta, nggak ada yg komen kenapa masyarakat nggak bereaksi saat itu. tapi tetap banyak menyesalkan tindakan itu. kalo berani bersuara???? ormas itu mencap murtadin dan …. Gus Dur alm saja dilawan, bagaimana dengan masyarakat biasa???? yg harus bertindak tegas tuh… bupati sama polisi. itu menurut ane…

  9. saya orang jawa tinggal di karawang. nyetel campur sari kadang kenceng. waktu saya matiin, tetangga malah bilang, “Pak kok dimatiin? enak didengarnya, apalagi siang gini…” lha… ini kok ngadu budaya sunda ama jawa??? weleh-weleh. saya setuju dengan om parjo. lihat atributnya…. jgn bawa dua budaya jauuuuuuuuuuhhhh banget…..

  10. @warog: siiip lah yg pinter… Mental n emosi ente sama ama yg ngancurin patung itu, pantas aja indonesia marak budaya kekerasan, yg bisa maen internet aja gampang ngegoblokin orang apalagi orang yg gaptek. Tinggal lurusin persepsi pakai cara yg lembut kan bisa, dimaklumi aja kejadiannya dah lama jadi lupa2 dikit, apalagi bersebelahan gitu jawa/madura… Susah perusuh

  11. sepengetahuan saya sih, berdasarkan penuturan temen yang emang asli orang purwakarta. konflik patung ini sudah ada semenjak lama, sejatinya konflik ini terjadi karena ketidak puasan masyarakat setempat terhadap model patung yang tidak mencerminkan budaya/ikon daerah setempat. masyarakat sih pinginnya pemda membangun patung yang mencerminkan budaya setempat tidak hanya model tokoh wayang melulu (menurut info sih model patung2 yang sudah ada kesemuanya merupakan tokoh pewayangan), bukannya masyarakat setempat anti terhadap budaya jawa, mereka fine2 aja kok tapi mereka juga pinginnya ada patung yang mencerminkan budaya/ikon mereka sendiri. gosipnya sih pengrusakan terjadi karena ada yang ngipas-ngipasin yaitu saingan bupati setempat. yah kesimpulannya sih ujung2nya karena politik dan kekuasaan. agama dan budaya hanyalah alat untuk membenarkan tindakan anarkis. sungguh kasihan.

  12. Sayang ya? Pembuatan patung itu kan mngeluarkn uang yg tdk sdkit..
    Masa uang d’buang2 gtu aja?
    Klo dah gini siapa yg salah?
    Yg psti gx ad yg bnar..

  13. BUPATI SEBAGAI PENGUASA AKAN MENGENBANGKAN KEKUASAANNYA SESUAI DGN KEMAMPUAN DAN ILMU YANG DIMILIKINYA DAN PASTI ADA PENDUKUNGNYA., MASYARAKAT KEKUASAAN BUPATI YANG BERNAEKA RAGAM LAPISAN DAN KEMAMPUAN INTELEKTUALITASNYA AKAN MEMBERIKAN PENILAIAN TINDAKAN PENGUASANYA, ADA YG PRO ADA YANG KONTRA ADA YANG NETRAL DAN ADA YANG GA NGERTI APA2 DAN TERSERAH AJALAH….DARI KESEMUANYA ITU ADA YANG BERANI BERREAKSI KARNA PRO MAUPUN KARNA KONTRA…ADA JUGA YANG KONTRA TAPI GA BERANI KARNA TAKUT ATAU KARNA AKAN SIA-SIA BERHADAPAN DGN PENGUASA… SELAMAT BERJUANG AJALAH KEPADA YANG PRO UNTUK MEMBELA PENGUASA DAN KEYAKINAN YANG DIMILIKI….DAN JUGA SELAMAT BERJUANG KEPADA YANG KONTRA UNTUK MEMBELA KEYAKINAN YANG DIMILKI UNTUK MEMBELA SUARA RAKYAT BAGI YANG HANYA BISA BERBISIK GA BERANI BERSUARA… CUMA SEBAIKNYA BERJUANGLAH BAIK PRO MAUPUN YANG KONTRA DENGAN JALAN YANG BIJAK,.. KALAU BERJUANG LEWAT DISKUSI ATAUPUN DEBAT KEDUANYA HARUS PUNYA SAYARAT YANG MENGERTI BETUL TENTANG ISLAM , WALAU NEGRI INI BUKAN NEGRI ISLAM..TAPI MASYARAKAT PURWAKARTA MAYORITAS ISLAM ….SEHINGGA BISA MEMAHAMKAN MASYARAKATNYA BAHWA KEBIJAKAN PENGUASANYA ITU BERTENTANGAN DGN ISLAM ATAU TIDAK,…KALAU TIDAK…. TENTU YANG TERJADI SALING MENCACI YANG SALING MENONJOLKAN EGO ……JIKA DEMIKIAN SELAMAT KEPADA YANG MENANG DAN SABARLAH KEPADA YANG KALAH,..TUGAS KITA (PRO /KONTRA) SEBAGAI UMAT ISLAM ADALAH BERJUANG DGN SUNGGUH2, KARNA ALLAHLAH YANG AKAN MEMBERIAKAN KEMENANGFAN ATAU KEKALAHAN… NAMUN JIKA MERASA YAKIN BENAR DAN BELUM BERHASIL ALIAS KALAH JANGAN PUTUS ASA,,TERUS BERJUANG DGN BIJAK DAN DO’A..KARNA ALLAH AKAN TERUS MENGUJI DAN MENILAI PERJUAGNA KITA..JIKA SUDAH TERUJI MENURUT ALLAH,….ALLAH PASTI AKAN MEMBERIKAN KEMENANGAN.

  14. Perusakan patung di purwakarta karena pesatnya pembangunan daerah purwakarta tanpa diimbangi dengan peningkatan pembangunan dibidang keagamaan. Hasilnya ya rusaklah patung2 yang menjadi simbol dan bukti gencarnya pembangunan. Pemerintahan daerah purwakarta kebanyakan terfokus pada pengembangan budaya yang kebetulan bupatinya sendiri adalah penggemar seni dan budaya.

  15. Ane tidak menyembah patung dan sejenisnya tp ane penyembah PO samber bencana.
    Harusnya diperempatan diperbanyak monumen bus… yg ringsek. Sebagai peringatan “keluarga kami menunggu dirumah”.

    #koplak sejati

  16. yang salah Bupati Purwakarta terlalu focus pada pembangunan Patung-patung dengan dalih melestarikan budaya sunda padahal patung wayang bukan budaya Sunda, seharusnya Bupati Purwakarta juga lebih focus pada pembangunan Agama Islam, seperti pembangunan sekolah-sekolah Islam, pengajian atau Tauziah Mingguan atau bulanan pada masyarakatnya, dijamin 1000% kota Purwakarta Damai

1 Trackback / Pingback

  1. Rusuh Purwakarta dan Dakwah yang Sistematis | Laskar Pelangi

Tinggalkan Balasan