Dual Shock Pulsar 135 LS … bikin shockk!

Setelah acara test ride CBR150i di sirkuit kenjeran, banyak peserta yang hadir memanfaatkan kesempatan tersebut untuk nyirkuitt dengan tungganganya. Mulai dari Yamaha Byson sampai si matic mio soul …

Salah satu motor yang tunggangi untuk keliling sirkuit ada Pulsar 135LS milik bro Debi Cafebiker. Sori nggak ada fotonya … ra percoyo takon orangnya saja πŸ˜‰Β Sayang kesempatan njajal P220 milik bro Sevi nggak jadi … keburu habis waktunya.

Dari tiga putaran dengan P135LS, pada lap pertamax saya sempat mau jatuh saat masuk tikungan pertama … kurang ajjar, bro Deby sebelumnya nggak ngasih tahu klo rem cakram depan pake setelan super sensitif risistive. Hampir saja muntingggggg kayak angin penthil muter (puting beliung: boso pojok kampung rek).

Dengan kecepatan rata-rata 60-75KpJ meliuk-liuk di sirkuit pendek kenjeran tanpa make rem depan. Yang paling saya kagumi dari pulsar ini adalah stabilitas “stereo shock”-nya … sumpahh, monoshock NMP aja kalah, apalagi klo setelannya softt, bagi yang pertamax make NMP pasti kerasa limbung.

Baca Juga:   Yang Turun Di IRS Masih Honda CBR Lawas, Wajar jika kalah

Sekarang saya tahu kenapa para pulsarian penghobi turing begitu fanatik dan mengklaim klo motor mereka sangat nyaman, walaupun harus meliuk tajam, walaupun masih stereo shockk.

Ternyata kemampuan agility-nya benar-benar dahsyatt, setara dengan yang mono tapi tetap dengan kekuatan dan kenyamanan khas stereo fm shock … angka agility perbandinganya: Byson/ 9, P135 / 8, NMP/7, CBR150i/9 … P135 1 angka diatas NMP, bener-bener motor light sport yang mumpuni

Soooo … masih perlu monoshock?

NB: Alhamdulillah, di Pulsar 135 ini saya bisa menetralkan gigi … nggak seperti kakaknya P180 yang susah banget.

roda2blog di sosial media

31 Komentar

  1. dual shock vs mono shock…hehe,,ngimpiiiiiiii…yang mahal itu brandnya bro..meski pulsar ngeluarin motor secanggih dan seelok apapun,tetep aja butuh waktu yg sangt panjangggggg untuk bisa nyaingi pabrikan yg brandnya sudah terkenal di masyarakat…dan jangan salah nama suatu merek dari suatu brand jga sangat berpengaruh.harus simple dan mudah di ingat..contohnya siapa sich yg ga kenal bang tigor,supra, dari honda,,siapa sich yg ga kenal vixion,mio, dari yamaha, semua orang dari nenek2 sampe bocahpun tau tuh motor..coba tanya, tau ga pulsar,dari bajaj..paling bilangnya motor cina ya,lebih parah lgi kalo bilang adiknya bemo itu ya…hehe

    • itu “case” di Indonesia broo
      coba deh cari “case” yg sama di belahan Asia Selatan atau Amerika Selatan.
      di Bangladesh, image Honda atau Yamaha itu operpress, borrross dan sparepart langka πŸ˜‰

      Klo soal brand, kita emang terlalu silau dengan yang Jepang, hingga kadanng nggak peduli ada cacat bawaan orokk

    • tipikal pemikiran orang indonesia yg sangat dangkal πŸ˜€

      terpaku ke brand..

      jaman sekarang masih liat brand?! ke laut aja πŸ˜€

      yg penting itu kualitas bung!!!

  2. cucok Broow ane pake Black PIES ( 6343 CRD ) ane dah stahun n lbaran kmarin dalam sminggu ane geber 1600anKM buat brangkat pulang mudik n ga da trouble sdikitpun

  3. yg penting itu kualitas dan sparepart yang memadai…….

    Bajaj baru penuhin yg pertama, yg keduanya belum sama sekali, 3Snya payah…..

    Belajar harusnya dari pengalaman ATPM lain, Suzuki motor bagus, tapi jatuh gara2 masalah 3S gak sebagus ATPM lain……..masa Bajaj mau jadi the next Suzuki? 😑

Tinggalkan Balasan