Bom Bunuh diri … Haram Hukumnya!

Seharusnya pemerintah bertindak tegas, melarang siapapun yang menyebut aksi bom bunuh diri sebagai “amaliyat” apalagi sampai disebut “mujahid” … hallah, klo perlu tembak mati wae pak polkis. Kami butuh kedamaian untuk bisa dengan tenang menjalankan hidup dan mengamalkan syariat agama.

Bom bunuh diri ini sebenarnya ajaran kaum syiah, yang entah kenapa kok banyak orang sunni mengamalkanya. Bagi orang syiah, menyakiti diri bahkan membunuh diri adalah ibadah. Nggak percaya, lihat aja di youtube perayaan-perayaan asyura.

Jadi maaf bagi yang nggak suka gambar-gambar karikatur di tulisan saya sebelumnya (disini) … itu bukan untuk menertawakan syariat/ajaran Islam .. karena dalam Islam tidak ada ajaran/syariat untuk melakukan bom bunuh diri. 😉

remember!, Setan memiliki dua pintu masuk untuk menggoda dan menyesatkan manusia. Jika seseorang banyak melanggar dan berbuat maksiat, setan akan menghiasi maksiat dan nafsu syahwat untuk orang tersebut agar tetap jauh dari ketaatan.

Sebaliknya jika seorang hamba taat dan rajin ibadah, setan akan membuatnya berlebihan dalam ketaatan, sehingga merusak agamanya dari sisi ini. Para ulama menyebut godaan jenis pertama sebagai syahwat, dan yang kedua sebagai syubhat. Meski berbeda, keduanya saling berkaitan. Syahwat biasanya dilandasi oleh syubhat, dan syubhat bisa tersemai dengan subur di ladang syahwat.

Untuk lebih jelasnya perkara bom bunuh diri, berikut adalah ringkasan tulisan ustad Ari Wahyudi dari muslim.or.id … jangan kebanyakan baca arrahmah.com 😉

Berbuat dosa kok mengharap pahala? 

Di manakah letak ilmu pada diri orang yang melakukan bom bunuh diri dan menyuruh orang lain untuk bunuh diri? Padahal Allah ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“Janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri, sesungguhnya Allah Maha menyayangi kalian.” (Qs. an-Nisaa’: 29)

Baca Juga:   Komunitas Honda Big Bike Indonesia Jajal Rute Yogyakarta - Semarang

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barang siapa yang membunuh dirinya sendiri dengan suatu alat/senjata maka dia akan disiksa dengannya kelak pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Tsabit bin ad-Dhahhak radhiyallahu’anhu, ini lafaz Muslim)

Ketika mengomentari ulah sebagian orang yang nekad melakukan bom bunuh diri dengan alasan untuk menghancurkan musuh, maka Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Hanya saja kami katakan, orang-orang itu yang kami dengar melakukan tindakan tersebut, kami berharap mereka tidak disiksa seperti itu sebab mereka adalah orang-orang yang jahil/bodoh dan melakukan penafsiran yang keliru. Akan tetapi, tetap saja mereka tidak memperoleh pahala, dan mereka bukan orang-orang yang syahid dikarenakan mereka telah melakukan sesuatu yang tidak diijinkan oleh Allah, akan tetapi mereka telah melakukan apa yang dilarang oleh-Nya.” (Syarh Riyadh as-Shalihin, dinukil dari al-Kaba’ir ma’a Syarh Ibnu Utsaimin, hal. 109)

Di manakah letak ilmu pada diri orang yang membunuh nyawa orang kafir tanpa hak? Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا

“Barang siapa yang membunuh seorang kafir yang terikat perjanjian -dengan kaum muslimin atau pemerintahnya- maka dia tidak akan mencium bau surga. Sesungguhnya baunya itu akan tercium dari jarak perjalanan empat puluh tahun.” (HR. Bukhari dalam Kitab al-Jizyah dan Kitab ad-Diyat dari Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhuma, lafaz ini ada di dalam Kitab al-Jizyah)

al-Munawi menjelaskan bahwa ancaman yang disebutkan di dalam hadits ini merupakan dalil bagi para ulama semacam adz-Dzahabi dan yang lainnya untuk menegaskan bahwa perbuatan itu -membunuh kafir mu’ahad- termasuk kategori dosa besar. Meskipun seorang muslim tidak mesti dihukum bunuh sebagai akibat dari kejahatan itu (Faidh al-Qadir [6/251] as-Syamilah).

Baca Juga:   Waspada, Sebuah PowerBank Meledak

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حتَّى يَشْهَدُوا أنْ لا إلَهَ إلاَّ الله، وأَنَّ مُحَمَّداً رسولُ اللهِ، ويُقيموا الصَّلاةَ ، ويُؤْتُوا الزَّكاةَ ، فإذا فَعَلوا ذلكَ ، عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءهُم وأَموالَهُم، إلاَّ بِحَقِّ الإسلامِ ، وحِسَابُهُم على اللهِ تَعالَى

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayarkan zakat, apabila mereka telah melakukannya maka terjagalah darah dan harta mereka dariku kecuali dengan alasan haq menurut Islam, dan hisab mereka terserah pada Allah ta’ala.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma)

Syaikh Shalih bin Abdul ‘Aziz Alusy Syaikh hafizhahullah menerangkan bahwa di dalam kata-kata “apabila mereka telah melakukannya maka terjagalah darah dan harta mereka dariku” terdapat dalil yang menunjukkan bahwa orang kafir itu hartanya boleh diambil dan darahnya boleh ditumpahkan. Dan orang yang dimaksud di dalam hadits ini adalah kafir harbi, yaitu orang kafir yang sedang terlibat peperangan dengan pasukan kaum muslimin. Oleh sebab itu misalnya jika anda mengambil harta seorang kafir harbi maka tidak ada hukuman bagi anda. Adapun orang kafir mu’ahad, kafir musta’man dan kafir dzimmi -ketiganya bukan kafir harbi,pen- maka mereka semua tidak boleh diperangi (lihat Syarah Arba’in, hal. 63)

lebih lengkapnya, silahkan klik link berikut … klik disini

 

roda2blog di sosial media

16 Komentar

  1. Setuju Pak Guru, jelas kharam, Syetan lebih menyukai orang yang melakukan amalan Subhat, daripada melakukan amal maksiat, karena orang yang melakukan maksiat dia tahu bahwa itu perbuatan maksiat, tp saat orang melakukan subhat dia menganggap itu adalah ibadah. sehingga susah lepas dari hal subhat tersebut. Wallohua’lam

  2. kelompok-kelompok ngawur..
    dulu orang asing jadi sasaran, masyarakat kena, polisi dimatiin
    padahal orang2 Islam juga…
    Khwaraj kilabunnar
    Islam dikesankan medeni
    ngertinya cuma bunuh bunuh dan bunuh
    wilayah syubhat & salah kaprah diikuti juga

    harusnya pemerintah harus tegas menumpas yang beginian, biar keamanan selalu terjamin, gak cuma nunaknunuk gak jelas,sampe korban jiwa terus bertambah

    seperti di ambon jg ada upaya adu domba dari kristen sayap kanan yang tujuannya terjadi perang frontal antara Islam & kristen seperti dulu, intelejen militer jg msh lemah shg pihak penyuplai dana dari luar negeri bs bebas bergerak

    • Jangan ngawur! Para teroris/bomber itu bukan Islam. Islam itu agama cinta damai. Para teroris/bomber itu muslim gadungan. Sejatinya mereka itu orang2 Yahudi/Amerika yang menyaru untuk mencemarkan agama Allah dengan perbuatan2 laknat. Jangan sampai ketipu.

Tinggalkan Balasan