Korea Utara (I): Kebudayaan, Seni, dan Hiburan yang dipaksakan

Salah satu video favorit saya di youtube adalah pertunjukan musik anak-anak korea utara. Dalam balutan pakaian nasionalisme, patriotisme … dengan senyum di wajah, mereka begitu bangga tampil di panggung kehormatan.

Penampilan anak-anak korut dalam dua video dibawah ini seperti menampar kesadaran budaya dan kebutuhan hiburan saya sebagai bangsa Indonesia …. 

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=gSedE5sU3uc]

Hiburan erat kaitanya dengan budaya, lalu budaya ini menjadi identitas sebuah bangsa. Korea Utara secara protektif, massive dan otoriter mengontrol hiburan untuk rakyatnya, selektif bahwa hiburan harusnya tetap sesuai dengan identitas bangsa… tapi tetap saja yg namanya hiburan ya tetap menghibur walau disaring.

Persis seperti ketika Bung Karno menolak musik barat, karena nggak sesuai dengan identitas nasionalisme Indonesia

Dalam era globalisasi sekarang, kebudayaan atau hiburan lokal seringkali kalah oleh sesuatu yang secara aktif dan massive dicekok-an, dituangkan, dipaksakan dalam alam pikiran kita dengan frasa visualisasi, bahwa …

inilah yg sekarang ngetrend di dunia, yang tonton oleh banyak orang, yang diidolakan kaum muda di Inggris dan Amerika, bahwa idola ya ini ….  si Justin Bieberss, contohnya

Baca Juga:   YAMAHA Byson Kurang Jaran?

Ujung-ujungnya, rakyat Indonesia yang sebelumnya nggak kenal justin bebers pun ikut-ikutan mengidolakan, memuja, menghafal lagunya …. walau cuma reff-nya doang

Lalu kebudayaan lokal,  yang dulu pada zaman Majapahit, Mataram, Sriwijiya dianggap sebagai hiburan yang paling mengasyikkan. Dimasukkan ke dalam museum lalu dikunci rapat, dianggap kuno … ora mutu.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=Fiu3n72lvic&feature=related]

Nggak usah jauh-jauh … Musik Keroncong, Irama Melayu, Lagu Dangdut, Campursari … adalah hiburan ndesoo, andai musik-musik itu ditayangkan secara agressif di TV-TV kita, dan pihak pemerintah berani dengan tegas menyensor tingkah polah boyband yang sok-sok-an dan nggak berbau Indonesia … seperti sma*sh.

sumber foto: maskurblog.com

Hmmmmm …. pastilah Didi Kempot bakal dipuja, diidolakan, diburu tanda tangannya, ditiru  cara berpakaianya, dan model rambutnya pun ngetrend… nggak kalah deh sama mikel jaksen

Pelajaran: Korea Utara sebenarnya tidak anti 100% dengan hal-hal yang berbau barat, bisa dilihat dari alat musik pada dua video diatas. Tapi pemerintah Korea Utara secara selektif mengontrol, mengarahkan dan memilihkan hiburan untuk rakyatnya demi kepentingan nasional dan demi ketahanan kebudayaan mereka.

Baca Juga:   Peugeot Django 2020, Facelift Skuter Retro Classic Asal Perancis

Dan secara juzur saya akui, kemampuan nge-drum saya kalah jauhh dari dua anak korea utara tadi. 😳

NOTE: sebuah comments yang paling saya suka dari youtube.com ttg identitas sebuah bangsa,  link videonya … (klik di sini)

America – you better not be commenting negatively on these videos, that is all I’m gonna say, because do not forget you have Toddlers and Tiaras on your TV, where mothers dress their girls like little prostitutes and teach them to pole dance and wear corsets and fake breasts.

Think before your criticize. Your television, culture and children have lots to learn.

HPotterLa 1 bulan yang lalu 47 

roda2blog di sosial media

6 Komentar

  1. dan karenanya Korut, Iran jadi incaran Zionis Barat Pak Guru, Indonesia subur, saya malu mengakui bahwa nonton band live dipanggung kok yang cocok cuma orang bule, sehebat-hebatnya band lokal, beda banget saat lihat helloween dan Skid Row, itu karena memang bukan budaya kita, tapi sekali lagi, bangsa ini masih demen dijajah (termasuk saya barangkali), dan berbangga dengan produk kolonial…
    oks.. Lanjutkan Pak Guru

  2. walah, malah lebih parah dangdut indonesia daripada musik barat.. di youtube banyak show dangdut yang penyanyinya pake pakaian minim dan menari erotis.. sama sekali tidak cocok dengan budaya indonesia..

Tinggalkan Balasan