Selamat Hari Guru, Teruslah Berkarya walau Terus Teraniaya dan Teruslah Memoles Sampah

Hari ini 25 November, adalah hari Guru. Sebuah hari, dimana makna guru direnungi, jasanya dibingkai dan keringatnya diperingati.

Secara kesejahteraan, guru di era reformasi ini sangat mencukupi bahkan lebih. Nggak hanya yg berstatus PNS, yang non-PNS pun terus dimanjakan dengan berbagai tunjangan.

Kemudian banyak nada sinis maupun sirik kepada guru, tapi mohon disadari, saat ini tugas guru justru semakin berat seiring zaman yg serba bebas.

1. UU Perlindungan Anak

Adanya undang-undang ini malah menjadikan guru terkekang. Ketika ada siswa yang nakal, guru tak bisa berbuat apa-apa, paling-paling cuma menasehati … keluar telinga kiri, padahal nasehatnya aja belum masuk telinga kanan.

Harusnya juga ada Undang-undang perlindungan guru.

Baca Juga:   Rossi Kembali Tegaskan Cederanya Tidak Parah, Siap Segera Kembali

2. Generasi Sinetron

Dalam masyarakat Urban perkotaan, nama wali si murid adalah orang tuanya, padahal faktanya … si anak lebih sering mendapatkan petuah, petunjuk dan arahan dari sinetron-sinetron sampah. Lalu apa fungsi wali murid? … wali murid tidak sama dengan orang tua murid.

Parahnya, dalam banyak sinetron, guru digambarkan sebagai manusia culun, lugu, bodoh, dungu dan halal untuk dijahili. Akhirnya … seperti itulah hubungan guru dan siswanya, ketangkep basah selingkuh. ūüôĄ

Dalam masyarakat TKI, hal tersebut lebih parah … anak mendapat gaji bulanan, semau gue, tanpa kontrol. Apalagi klo siswi SMA, ketemu dengan guru setampan Hyun Bun, aihhh ….. apapun tugasnya, aku siap.

3. Keturunan Sapi, lebih mewarisi sifat hewaniah, daripada manusiawi

Baca Juga:   Honda CRF150L Bernasib Seperti Yamaha Xabre Dibully Sana Sini

Minimnya kemauan seorang Ibu untuk memberikan ASI eksklusif, ditambah keegoisan kaum bapak untuk menguasai sumbernya. :mrgreen: Kebanyakan Orang tua zaman modern, biasanya memilih langsung memberikan susu sapi begitu anaknya lahir.

Jadi … ooo puantesss klo anaknya nakal, lha siapa tahu, si sapi betina sumber susu adalah betina yang jalang. ūüėą

4. Dikungkung Sistem Angka-wiawi

Karena sistem kelulusan hanya mengandalkan angka-angka di UN. Walhasil, muridnya semau gue, gurunya juga. Yang penting lulus! … seperti lirik lagu Iwan Fals

A          D  A          E
Masalah moral masalah akhlak
A   D         E
Biar kami cari sendiri
A          D      A          E
Urus saja moralmu urus saja akhlakmu

12 Komentar

  1. dibandingkan pekerjaan yg lain gaji guru sudah lebih dari cukup..!!!
    well saya bersyukur ga seperti polisi,rata2 temen skolah saya yg jadi guru adalah mereka yg berkepribadian baik….walau saya harus jujur kbnyakan prestasi mereka dulu di skolah cuma cukup2 saja

  2. kita harus melihat secara luas, dengan dierhatikannya guru yang mengabdi didaerah yang belum tentu dapat dijangkau oleh biker lain… dengan jarak antara rumah dan skolah hampir 60 km dan kondisi jalan yang jauh dari layak….. ini merupakan perjuangan!

  3. semua telah digariskan oleh suratan nasib masing2…ada guru yang makmur…ada juga guru yang mlarat….ada guru yang enak..berangkat diantar pulang dijemput…muritnya pada pinter2…ada juga yang harus ngajar blusukan dihutan dan berjalan kaki…muritnya juga dongo-dongo…ngeyel lagi…………..semua itu sudah dinaskan oleh tuhan…..
    sayang orang cuma melihat guru dikota2 besar…tidak menilik guru yang berjuang sepenuh hati dipedalaman yang katanya masih republik Indonesia….

Tinggalkan Balasan