Ayoo (Bantu) Boikot Sinetron Tutur Tinular v.2012

Ini bukan perkara agama, atau tentang apakah anda nge-fans sama Arya Kamandanu atau kangen sama Mei Shin ataupun sedang selingkuh. Tapi ini tentang pembodohan sejarah secara massive lewat pemblinger’an cerita yang sak penak’e dewe. 

Tutur Tinular erat kaitanya dengan sejarah kerajaan singosari dan kerajaan Majapahit, mulai dari berdiri sampai runtuhnya. Walau pengarangnya, S.Tijab melakukan “modifikasi” perihal pemberotakan pada masa Raden Wijaya.

Memang ada kontradiksi terkait pemberontakan Rangga Lawe, Lembu Sora, Kebo Anabrang dan Gajah Biru dan tokoh “fiktif” Patih Ramapati. Tapi dalam penelitian sejarah di kemudian hari “ada” bukti pembenaran bahwa pemberontakan mereka adalah di masa Raden Wijaya, bukan pada masa Jayanegara atau Hayam Wuruk dengan patihnya Gajah Mada. 😉

Baca Juga:   Kereta Api Super Cepat Hyperloop One Lolos Uji Coba, Kecepatan 1200KM Per Jam

Tidak ada novel sejarah di Indonesia yang lebih mendetil daripada Tutur Tinular. Tutur Tinular sendiri berasal dari  bahasa jawa yang berarti “nasihat atau petuah yang disebarluaskan”.

Tutur Tinular harusnya dijadikan sastra yang dilindungi.

Karya S. Tijab ini bahkan lebih mempesona daripada karya Dan Brown sekalipun. Dia sukses mengajarkan sejarah agung Majapahit dengan menyelipkan tokoh-tokoh fiktif yang tidak mengotori inti sejarah ataupun menghinakan ajaran Hindu. Dan Brown …. uhh jauhhh men. 😉

Sejarah adalah identitas bangsa. Jika anda peduli pada keutuhan identitas Majapahit sebagai pembangun identitas bangsa, silahkan “like” Fans Page Boikot Sinetron Tutur Tinular Versi 2011 Indosiar di facebook.

Karena takutnya, anak-anak didik lebih percaya bahwa keruntuhan Majapahit karena ada campur tangan Mak Lampir, Gerandong, “krisna” dll daripada teori sejarah. Jangan sampai, Indonesia di masa datang lebih percaya sama dukun, mantra, sihir ataupun takhayul daripada teori pengetahuan.

Baca Juga:   Nekad Nyalip, Suzuki Carry Adu Kambing Dengan Truk

ini mah bukan Mbah Petruk, tapi Nyi Patrice

Jangan sampai kasus letusan Merapi yang terkahir terulang. Masyarakat lebih percaya sama “Mbah Petruk” daripada gejala vulkanologis yang sudah nyata!

“Ahhh, saya kan muslim nggak urusan mas bro.” yup, tapi anda lahir, hidup dan mati di Indonesia. 😉

Note: maaf saya nggak bisa ngasih link ke FP Facebook, soale wordpress kayaknya lagi kontra sama pesbuk.

 

 

 

roda2blog di sosial media

85 Komentar

  1. “Ahhh, saya kan muslim nggak urusan mas bro.”

    —————————————————————-

    bukannya kalo muslim malah harusnya anti segala perdukunan takhayul dst?

  2. nonton sinetron ini, teringat sandiwara radio waktu kecil dulu, saya suka ceritanya.. ternyata di Tutur Tinular banyak tokoh fiktifnya.. Nice post, makasih sudah sharing

  3. sinetron indosia gak ada yang mutu mas….saya gak pernah nonton sinetron manapun…tapi kalo sampai merusak sejarah, saya sangat gak setuju…ikut boikot deh

  4. kalo perlu jangan cuma tutur tinular v 2011 aja….semuaq sinetron yang ada di indo kudu di boikot…karena emang gak ada mutunya sama sekali…bikin sakit jiwa….itu2 aja plotnya antara 1 ama yang lain…..gak ada yang mendidik…..mending tontonin metro ama tv one….acaranya oke2..

    • betul tu gan ……emang sinetron tu gk mendidik sama kali bisanya ngomongin arta mlulu…..gk da yg lain ntar jadi in generasi muda kita justru seperti di sinitron tu kl baik ya nggak papa tapi kl yg jahat …….daripada lihat sinitron yg bikin pusing mending lihat tvri,metro tv,sama trans tv atau sketsa tawa bikin ketawa ketawa gk bikin pusing hehehheheheh….wkwkwkwk

  5. betul bro,, pernah bbrapa kali nonton karena saya penggemar Tutur Tinular,, tapi kecewa banget karena ceritanya melenceng jauh dari yang asli…
    pernah juga ditayangin iklan Api dibukit Menoreh,,SEGERA.. tapi jadi pesimis juga nunggunya,, takut kacau juga ceritanya…

    • Wah sinetron TERSANJUNG juga terlalu LEBAY. Isinya cuma siksaan, tindakan bodoh, rebutan harta, dll…….. kebanyakan sinetron Indonesia ga bermutu. Ga mendidik!

  6. nyampah lagi ah
    “Tutur Tinular harusnya dijadikan sastra yang dilindungi”. Saya rasa pihak Indosiar pasti nggak sembarangan menggunakan judul “Tutur Tinular”m Mereka PASTI sudah minta ijin kepada S Tijab kalo nggak mau digugat. Dan sebelum S Tijab ngasih acc pasti baca dulu naskahnya kecuali S Tijab seorang bego. Jadi S Tijab sendiri nggak melindungi karyanya, gimana kita bisa melindungi karya dia ??????

  7. yang jelas film ini dah ngajarin yg gak baik buat adik gue yg baru berumur 5 th. pasalnya adikku nangis kalo chanel indosiar ini aku ganti ke chanel lain. masa tutur tinular kok sampai mak lampir, krisna,dll. aku mumet banget liat fim ini. mudah2an chanel lain mau puter tuh tutur tinular versi lama anto wijaya dkk / midun. s. nayoan dkk. biar ngerti tuh indosiar. jgn kecewakan penggemar donk..

  8. Setuju ane gan..
    Tuh sinetron emang ngaco..lama2 juga bisa ada tokoh shincan sama sponge bob dan tokoh kartun lainnya..
    Xixixixixiiii…
    Buat ngelawan si buto ijo sama gerandong…

  9. Salah satu sampah perfileman indonesia adalah TTR2011.
    Harusnya sampah ya dibersihkan atau ditemoatkan di tong sampah aja.
    Klu nonton film ini maunya marah mlulu gue

  10. Ehmm..bner2 nih, tutur tinular sebenernya bisa jadi tontonan yg bermutu dan lbh real klo setting,adegan,make up,pakaian,dll bsa lbh dipasin sesuai alur cerita. Alur dan isi ceritanya jg jelas tak pelu episode pnjg2 smpai beratus episode yg pntg msyrakat mnikmati dan ngangenin otomatis kn jd pngen dityangin lg,,and jgn trllu bnyk animasinya jd monoton..

  11. bener banget tuh, cerita sekarang banyak tokoh2 yang aneh2 dan merubah alur cerita yang sebenernya, kalo mau di tayang terus…. ganti aja judulnya jangan tuturtinular vs 2011

  12. saya selalu mendukung Penghentian selama lama lamanya sinetron sampah ini!
    Tolong disimak-!
    Drs Buanergis Muryono, MA,
    adalah Seorang Penulis
    yang menovelkan
    Sandiwara Radio
    TuturTinular karya S. Tidab.
    Yaitu Tutur Tinular I – IV.
    Lalu apa komentar beliau
    mengenai Tutur Tinular
    Versi 2011 ini?
    ***
    Mas Yono Buanergis
    Muryono :
    “Adalah kepedihan
    mendalam ketika para
    sineas berani memproduksi
    TT tanpa referensi karya
    asli sandiwara radio dan
    novelnya. Kok bisa masukin
    Krishna, Raden Bentar,
    tuyul-tuyul ke serial kami.
    Yang keterlaluan tentu
    Budi Sutrisno yang sudah
    mengenal baik S.Tidjab dan
    sering memproduksi sejak
    jadi kuli di Bola Dunia,
    Menara Gading, lalu mbikin
    Genta dengan
    menlingsutkan naskah
    sandiwara yang
    dipinjamnya. Sekarang
    tanpa acuan jelas, penulis
    sekenario ini, demi perut
    sendiri tanpa
    mengindahkan karya
    orang lain. Saya pribadi
    yang pernah
    menggoreskan TT ke novel
    menjadi sangat prihatin,
    bahwa di negeri ini
    dipenuhi orang yang lupa,
    salah, iri dan murka.
    Tolong judulnya mesti
    diganti. misalnya … INI
    PARODI GILA TT dan SR.
    saya pribadi… sangat
    keberatan karena merusak
    karya sesama
    seniman”.

  13. tutur tinular ngaco sekali , gak ada lagi cerita yang bisa kita petik..YOYOYOYO,, apaan tuh, emangnya di jaman dulu ada kayak gitu,? Melecehkan sekali

  14. sinetron tutur tinular versi 2011 benar-benar tidak mendidik, ga ada kesetiaan (murahan, gampang hatinya pindah kepasangan lainnya), ceritanya ngawur dan ga masuk akal!!! Orang yang sudah mati hidup lagi, umurnya tidak disesuaikan, anak bayi mandadak menjadi orang dewasa, tongkat, burung, anjing, marmut, kucing bisa bicara, wayang bisa jalan sendiri dan berantem, Yo yo yo yo apaan tuh emang di zaman itu dah ada? benar-benar melecehkan para rapper. Ceritanya aneh, tidak bermutu, dan membingungKAN. Saya termasuk Pencinta Tutur Tinular yang di Sandiwara Radio dan Tutur Tinular Genta Buana Pitaloka yang dulu bukan Tutur Tinular versi 2011 Genta Buana Paramitha. Untuk Tutur Tinular Versi 2011 saya muak!!!!

    • ya senetron tidak bermutu ………………..Kapan ya Tutur tinular versi 1997 di siarkan di televisi kembali pasti banyak yang senang, kalau ngak boleh lah di jual CD nya dari awal sampai ahir

  15. memang sinetron tutur tinular versi 2012 gak bermutu and pembodohan masyarakat. semua ceritanya melenceng dari cerita kolosal radio, masak kayu and wayang bisa ngomong dasar sutradaranya baru blajaran and gak bermodal. kalau aku mentri kebudayaan sudah tak suruh tutup aja . dasar sutradara kere pembodohan masyarakat

  16. mana nih yang jadi pemeran nari ratih ? saya salah satu penggemar yang menjadi pemeran sebagai nari ratih . kok gak keliatan-keliatan yah yang berperan sebagai nari ratuh di film tutur tinular versi 2011.

    _berharap yang berperan sebagai nari ratih dan sebagai Arya Kamandanu di TUTUR TINULAR versi 2011 berakhir bahagia berdua_

  17. q yg msih awam sejarah aja muak banget liat tutur tinular versi 2011

    lebih baik adik ku nangis keras2 dari pada membiarkan dy nonton cerita tolol kyak gitu

  18. film yang menarik, tapi sayang gag berbobot..seharusnya lebih diutamakan pemeran utamanya..bukan peran2 pendukung yg gag penting bnyk dityangkan…misalnya: tokoh yoyo n acacaa nehi2…untuk apa siy terlalu dimunculkan…ngebosanin dech.

  19. Kalau pembodohan sejarah itu tidak karena Tutur Tinular bukan sejarah tapi suatu cerita yang menempelkan sejarah. so kalau pengin dirubah (tentu ada ijin dari sang pengarang atau sang pengarangnya sendiri yang merubah) syah syah saja. Cuma yang jadi masalah disini, TUTUR TINULAR harusnya ISInya benar benar TUTUR (yg baik) yang PATUT DITULARKAN, bukan malah TUTUR yang TIDAK PANTAS untuk ditularkan. Saya lihat di sinetron itu tidak ada ETIKA (pergaulan, persahabatan, percintaan, perkawinan, dll) Tidak ada NILAI KEAGAMAAN juga, serta Tidak menghargai ADAT sbagai ORANG TIMUR. Apalagi ditambah dengan tokoh-tokoh yang ANEH BIN ANEH (mak lampir/tongkat mak lampir, dan tongkat2 lain, asap, kucing/anjing/kodok/tikus/burung/kupu2/dll entah hewan yang bisa bicara apalagi yang mo ditampilkan, kelapa, siluman ular/ikan, buto ijo, bayi bajang, dll. trus seenak udelnya masuk ke tubuh orang lain, dll. yang jijik juga masa manusia kawin ma siluman? menghasilkan anak pula dan ironisnya dalam percintaan itu rata2 malah manusianya yang kalah ma si siluman (hahaha kasian manusianya). Dan yang terparah, ALUR cerita yang dibikin tentang percintaan arya kamandanu dan nari ratih (yang katanya penuh godaan) tapi disini malah TIDAK MENEMUKAN ARTI SESUNGGUHNYA CINTA SEJATI. Kalau pada akhirnya akan TIDAK ADA CINTA SEJATI, ngapain diulur2 dan dibikin2 seakan akan percintaan itu penuh godaan (tapi kenyataannya dalam cerita itu para TOKOHNYA tergoda juga) so jadi makin bikin sinetron ini DILECEHKAN ORANG. Bener juga kata si bung atas, lebih baik tidak nonton sinetron ini drpd malah bikin kita pusing, jengkel, marah, emosi, dll. (Ssstt biar ditonton para siluman saja) hahahaha.

  20. ha ha ha ha pd gak tahu aja. tutur tinular bkan sejarah . tp olah pikir seseorang. kreasi seseorang , di uud 45 dilindungi orang yg berkreasi. klo persi lama dan baru itu beda ya terserah yg berkarya. klo senetron itu jelek jgn ditonton.

    • bebas berkreasi sah sah aja mas bro,tapi klu ceritanya ngawur apa itu mesti di diamkan.mana ada sejarah majapahit ada krisna dan batman.ini ngawur mas bro ceritanya.andaikan sinetron itu bukan sejarah klu ngawur juga tidak pantas,ini soal pendidikan budi pekerti mas bro

  21. bener bgd tuh mas bro. .
    critanya trlalu ngada”

    masa skrang ad tokoh yg mirip batman. .
    jangan sampe orang yg awam tambah kbelingr. .

    ko masih ajj dtayangin ya. .ap lagi lg bulan Ramadhan.
    pemain’a pakaiannya trbuka gitu

  22. semoga Tutur Tinular dibuat lagi secara kolosal, cerita ini akan tetap menarik sampai kapanpun
    semoga bisa lebih baik dari versi 1997 (versi terbaik dari Tutur Tinular sampai saat ini).

    Ngak Kenal dengan Tutur Tinular versi 2011

1 Trackback / Pingback

  1. FREETALK (Junk Lounge) :D - Part 3 - Page 803

Tinggalkan Balasan