Pembatasan BBM, Mudah kok Dipersulit

Cuma mo bikin urun rembug, nyumbang ide, kasihan presiden kita to. Mikirin terus menerus soal subsidi BBM.

Katanya bengkak lagh, bocor lagh, bikin defisit lagh … mumet lagh.

Pembatasan BBM ini sebenarnya agak mudah, mirip-miriplah sama urusan dagang. Elo jual, ane beli. Klo emang elo cuma jual itu, ya ane beli itu lahh, daripada dorong ni motor/mobil

Nggak usah terlalu lebay bikin isu kenaikan BBM subsidi laghh. Mobil begini lagh, harus begitulah.

Cukup harus tegas saja. Kuota BBM untuk Jadotabebek berapa, Sumatera berapa, Kalimantan berapa. Nagh terus dijatah perbulan saja. Jakarta sebulan dapet 1juta Liter, klo emang 20 tanggal bulan udah habis itu jatah. Ya biarin. Jangan nangis, ngeluh, pa lagi minta-minta ini-itu.

Baca Juga:   Tahun Politik, Mari berhati-hati dengan fitnah, isu, gossip teori konspirasi

Nagh, nanti klo ada demo yg anarkis gimana? … tembak mati aja, 1 nyawa untung dua kali. Ngurangi penduduk dan ngurangi peminum subsidi. Maaf, saya lagi sewot sama demo-demo anarkis

Bukankah di setiap SPBU Jakarta sudah ada pertamax dan pertamax plus. Naghh, tanggal 21 sampai 1 bulan selanjutnya. Biarkan para peminum premium mikir sendiri.

Klo SPBU di Jakarta begini semua, mau gak mau orang pasti beli pertamax

Ketika datang ke SPBU, Premium habis, yang ada cuma pertamax dan Pertamax plus. Biarkan dipaksa dan terpaksa oleh keadaan, biarkan “The Power of Kepepet”nya muncul.

Klo nggak minum pertamax dkk, ya biarkan jalan kaki atau naik kendaraan umum. Biarkan dorong mobil sendiri aja, nggak usah dibantu. Toh ngisi pertamax cuma ditanggal-tanggal tua, ketika subsidi habis. Tapi di tanggal bulan muda bulan selanjutnya, premium tetap ada lagi.

Baca Juga:   Wakil Walikota Sukabumi Resmikan Deklarasi Suzuki GSX Club Indonesia Sukabumi

Lha soal BBm Eceran gimana? … berikan kupon dan dijatah juga, sehari cuma dapet sekian liter. Jadi ketika Jatah SPBU habis, penjual bensin eceran juga harus kehabisan stok. beres to?

Klo di diluar Jakarta gimana? … Paksa para pemilik SPBU untuk menyamakan jumlah pompa Premium dan Pertamax.

 

24 Komentar

  1. Yg ngrecokin khan para wakil rakyat yg duduk di DPR pusat itu… Mengatasnamakan RAKYAT, menolak kebijakan2 yg diambil pemerintah saat ini. Cuman yg saya belum ngerti, sebetulnya mereka ini mewakili rakyat yg mana….!? Karena yg saya tahu hanya sepersecuil rakyat yg mau menghabiskan duit milyaran hanya untuk merenovasi tempat pipis.

  2. semua masalah bersama yang ada di dunia ini beru terselesaikan dengan teknologi yang teknis,para politis itu ga punya kemampuan tekis mnyelesaikannya

  3. Indonesia g bs dikasi kebebasan sperti skrng, yg ada malah semuanya out of control: rakyat sengsara g ada yg ngurus, pejabat korup g ada yg menjarain, kejahatan g ada yg hukum…..rindu zaman soeharto, walau semua terbatas, tapi hidup adem ayem, g pake huru-hara seperti skrng

    • jaman pak harto memang stabil politik dan ekonominya (walaupun dibalik itu ada penindasan, korupsi, kolusi dan nepotisme), tp semua pasti ada masanya. dan misal suksesi berjalan mulus tanpa reformasi kemungkinan besar juga menurun anak2 pak harto. sekarang bisa dilihat apakah ada anak pak harto yg selevel kepemimpinannya dg pak harto? jangankan menyatukan negara lha wong menyatukan keluarga sendiri saja tidak bisa. Mengenai reformasi yg gagal membawa perubahan yg lebih baik itu kembali ke masyarakatnya bukan cuma tergantung pada satu orang pemimpin. nanti juga belajar sendiri

  4. “the power of kepepet”… so pasti bakal banyak biker nyang ngemodif tangkinya jadi ukuran jumbo… ato tukang jualan jerigen bakal laris manis..soalse dipake buat nimbun BBM…
    tukang ojek ama supir angkot lebih milih jualan premium eceran ketimbang “narik”… 😀 😀 😀

  5. Lagi2 saya dibuat sepakat dengan pemikiran Mas Ali. 😳

    Dan memang, kadang ke-otoriter-an itu perlu ya. Harus tegas. Paksa. Gak masalah disebut kejam. Pokoknya untuk kebaikan bersama dan untuk kebaikan masa depan. 😐

    • siip, kita sepakat
      Soal subsidi BBM, tinggal di manage seperti uang saku anak kos saja

      BALADA ANAK KOSAN (Modifikasi)

      #Pembersih wajah#
      awal bulan : Olay Anti Aging
      tengah bulan : Tje fuk
      akhir bulan : Mama Lemon juga oke

      #Komunikasi dengan pacar#

      awal bulan : teleponan
      tengah bluan : smsan
      akhir bulan : sms mama minta pulsa..

      #Makanan Cafe#
      awal bln : makan steak di resto
      tengah bln : maem stik obonk
      akhir bln : ngemut stik PS

      #FastFood#
      Awal bulan : Makan dada ayam
      tengah bulan : Makan ceker ayam
      akhir bulan : maling ayam

      #SUARA PERUT SAAT LAPAR#
      awal bulan : C minor
      tengah bulan : G mayor
      akhir bulan : C Am Dm G A B#7 *lagu gugur bunga*

      #Makanan#
      awal bulan : makan pizza
      tengah balan : makan pisang
      akhir bulan : nasi kucing, angkringan, burjo (ngutang tentunya :D)

      #Minuman#
      awal bulan : Coca Cola
      tengah bulan : Es teh
      akhir bulan : air PDAM, air sumur.

      #Dugem#
      Awal bulan : diskotik
      tengah bulan : Live Music Cafe
      akhir bulan : 5 ribu dapet apa ya? *dangdutan MISBAR, gerimis bubar*

      #Tongkrongan#
      awal bulan : mall
      tengah bulan : kantin kampus
      akhir bulan : lampu merah *bawakerecekan *nyanyikeongracun*

      #Cucian#
      Minggu awal : Paket laundry mingguan
      Minggu tengah : cuci sendiri
      Minggu akhir : kolor Side A-Side B

      #Rokok#
      Awal bln : Marlboro
      tengah bln : Sejati
      akhir bln : cium2 asbak!

      #Parfum#
      awal bulan : AXE Effect
      tengah bulan : Cassablanca
      akhir bulan : Rapika!!!

      #Nonton#
      Awal bulan : nonton bioskop in 3D (Blitz Megaplex sekalian 😛 )
      tengah bulan : DVD bajakan
      akhir bulan : pindah channel ke Indosiar (Nonton sinetron siluman naga terbang no 3D).

  6. “Ma’af sebelumnya buat penulis. Dimana seseorang juga perlu melihat sudut lain”.
    BBM diperoleh dari minyak bumi di mana untuk mendapatkannya perlu pengeboran, penyulingan, kemudian didistribusikan dan siap di jual SPBU kepada konsumen, Anda perlu ingat di setiap tahap diatas juga ada kerigat orang lain meski status apapun juga membutuhkan Rupiah, misalkan saja dari tahap awal sampai akhir plus margin Distribusi (Truck Tanki + Sopir) dan margin SPBU (karyawan + Listrik, dll) di dapat hasil sekitar Rp.8000an/Ltr disinilah peran “Subsidi Pemerintah” di mana Anda juga secara tidak terasa mendapat Discount Rp3500/Ltr.
    Tapi perlu di hitung lagi rata – rata pengguna matic dan bebek yang merupakan varian terbanyak hanya membeli 2-3 Liter bandingkan dengan mobil yang pada umumnya membeli dengan jumlah Rp.50000 – Rp.100000 ( hitung berapa liter ), dimana prosentase mobil pribadi di Indonesia lebih besar dari pada angkutan masal.
    Jika memakai pemikiran kasar Pemilik atau orang yang memakai mobil untuk keperluan harian adalah orang golongan mampu dan pemakai motor merupakan Masyarakat Ekonomi rendah, orang yang ingin berhemat. Maka Penikmat Subsidi Pemerintah lebih dominan adalah orang golongan mampu.
    Jadi Kesimpulan Saya :
    SAYA SANGAN SETUJU DENGAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DENGAN HIMBAUAN ” BBM BERSUBSIDI HANYA UNTUK GOLONGAN TIDAK MAMPU “

    • akhirnya ada yg komen bener…
      banyak pedagang kecil,buruh,mahasiswa dll yg akan terkena dampak kalau naiknya premium kebanyakan apalagi pake ide dibatasi kyk artikel ini.easier said than done.juga konsumsi mobil (pribadi)yg jauh lebih boros dr motor.10-20an km/liter jauh dibanding motor yg rata2 50km/liter yg penggunanya rata2 menengah bawah.kembali ke sasaran subsidi adalah masyarakat menengah bawah.mungkin ada bbrapa mobil butut yang tereak “mobil jyadul gini aja masa dipaksa make pertamax?” ya kalo berat beli pertamax dkk make mobil seperlunya aja..digilir make motor

  7. BBM naik apa si beye gak takut lengser sebelum waktunya ?

    harusnya benahin dulu pemerintahannya. pejabatnya aja foya2, pns korupsi & gak ada kerjaan.

    jgn dikit2 rakyatnya yg disuruh nombok

Tinggalkan Balasan