roda2blog.com, Terima Kasih Sobat!

Berkat kemurahan hati seorang sahabat yang juga komentator di blog ini. Akhirnya saya bisa upgrade ke domain .com.

Wuihhh naik kelas dong? … apalah arti sebuah domain. Semua hanya demi kemudahan para sobat dalam berkunjung ke blog β€œsuper kw” ini. Untuk semakin mendekatkan jalinan silaturrahmi.

Akhir-akhir ini, dan mungkin seterusnya. Saya agak males membahas, apalagi turut ingar bingar memeriahkan sebuah kelahiran β€œproduk” motor baru. Semua kok berawal dari keprihatinan, bahwa jumlah spesies motor kok semakin banyak.

Toh iklan motor juga udah banyak, promonya juga gila-gilaan. Lha mossookkk, yo arep ikut-ikut men-ternak-kan sepeda motor yang jumlahnya sudah memenuhi segenap relung ruang jalan.

Baca Juga:   Di Ujung Karier, Valentino Rossi Tempuh Segala Cara Demi Gapai Gelar Juara

Pengenya sih, saya mau kampanye, stop jualan motor, stop produk baru, stop kredit DP 0% … pokoknya bagaimana agar pertumbuhan populasi kendaraan sebanding dengan pertumbuhan jalan. 😈

Lhaa, pertumbuhan ruang jalan Cuma 1% / tahun, sedang jualan motor setahun bisa naik lebih dari 20% … πŸ™„

Terutama sekali, saya ingin menjalin per-sobat-an dengan rekan-rekan blogger yang non otomotif. Yang dalam 3 tahun belakangan, kalah papan di BOTD, sehingga kurang terdengar gaungnya. πŸ™ termasuk Blogger favorit saya dulu dan sekarang, mas Daeng Limpo (daenglimpo.wordpress.com) yang gaya tulis opininya selalu membekas dalam jiwa saya.

Menu utamanya nanti adalah semacam report tentang jalan-jalan di pedesaan, terutama yang terpencillllll sekalii, situs-situs purbakala warisan leluhur, tentang ke-agung-an masa lalu, dan lain-lain. πŸ˜‰

Baca Juga:   Honda Rebel Jadi Moge Best Seller Honda

Yang pasti dan utama, sesuai gaung-nya koboys tahun ini, yang dipelopori oleh bro sigit remcakram.

Apa bedanya … Ugal-ugalan di jalan, alay dalam berkendara, nggak memperdulikan keselamatan orang lain, dengan postingan/tulisan blog yang provokatif? kasar? main hakim? … πŸ™„ kata beliau, itu sama dengan alay berkendara.

 

 

27 Komentar

  1. ” Apa bedanya … Ugal-ugalan di jalan, alay dalam berkendara, nggak memperdulikan keselamatan orang lain, dengan postingan/tulisan blog yang provokatif? kasar? main hakim? … πŸ™„ kata beliau, itu sama dengan alay berkendara…”

    buat komentator juga ya Pak guru? πŸ˜€ πŸ˜€

  2. heheheh opo iki ak disebut sebut…yahhh motor baru ga ada habisnya lah, males jg ak dr dulu jarang bgt bahas motor baru xixixi

    iya ak jg lg seneng menulis yg sesuai apa yg sedang dialami, kesannya lebih gimana gitu, daripada jadi corong media promosi gratisan ga jelas hehehe

    yahhh klo dijalan ada alay, diblog pun banyak yang “arogan dalam tulisan” itu yg saya rasa IMHO CMIIW, ya itu kadang mereka udah “ngerasa” paling sok, sok idealis, sok bener, sok safety, sok pinter, hujat sana sini jadinya malah rancu gitu katanya mau menyuarakan perubahan ke arah yg baik eh tapi masih juga dgn cara yg ga elegan, ya itu tadi mungkin karena ‘sok’, liat aja klo ada tulisan bahas yang ga safety riding, cacat produk atau bahas hal yang diluar ‘adat komunitas’ yang diikutinya, langsung deh caci maki keluar semua, termasuk komentatornya jg sama ikut menghujat πŸ˜€ trus apa bedanya yang nulis sama yang dikritik klo gitu, sama sama ga mau ngalah, sama sama keras kepala, akhirnya blog aing kumaha aing, seperti juga motor aing kumaha aing ..ga happy ending lah

    saya inget tulisan yang cukup sopan soal rangka coak NMP disalah satu blog, tanpa ada hinaan atau makian kepada AHM, apa endingnya?? penulis blog itu malah diundang ke AHM untk dijelaskan soal keluhannya :D..salah satu contoh yang baik saya rasa

    inget satu kalimat dalam film James Bond – Casino Royale : “Bagaimana bisa seseorang yang menolak menerima nasehat malah memberikan nasehat (kepada yang orang lain) ??”

  3. Bagus pak, kalo perlu kasih inspirasi ke pemerintah. Seperti…

    Kualitas pemimpin suatu bangsa ndak lebih dari kualitas orang2 yang dipimpinnya. Kalo pemimpinnya ndak pinter berarti orang2 yang dipimpinnya juga ndak pinter. Bangsa yang pinter ndak bakal betah kalo dipimpin oleh pemimpin ndak pinter.

    Makane, biar pemimpin terus berkuasa, hanya satu2nya jalan yang harus pemimpin lakuin yaitu tetap membodohi orang2nya. Kalo sampe orang2nya jadi pinter ya harus dibodohi lagi. Salah satunya dengan melakukan Pembodohan Otomotif ini.

    Maka hasilnya, kalo ada orang pinter seperti mas siapa nih namanya? melakukan ‘Pencerahan Otomotif’ seperti kata-kata diartikel diatas yang pasti akan banyak aral terjal menghadang…(halah basanya lebay banget, Su) πŸ˜‰

  4. Wah.. Congratulations y bro… πŸ™‚
    I am glad to read this. Moreover, i can grab many new infos that are very informative for me.
    Thanks a lot.
    By the way, gimana caranya agar bisa jd langsung pake .com? Thanks ya.
    Semoga sukses selalu. (Syukur-syukur kalo tetep membedah tentang otomotif. Jadi kita ndak salah milih motor yang malah lebih merusak lingkungan.)

    [You are one of my motivators] πŸ˜‰

1 Trackback / Pingback

  1. Kenapa bangsa ini ndak pinter-pinter? « Dnugros Blog

Tinggalkan Balasan