Wohhh … Kemenag akan Hapus Pesantren Modern?

Membaca berita di Republika.co.id dan beberapa tanggapan opini di kompasiana memang cukup heboh terkait wacana/isu/rumor/gosip … Bahwa kementrian Agama akan menghapus sistem Pesantren Modern.

Saya berhuznudzon saja, bahwa itu hanyalah gossip.

Pertamax … Nggak mungkinlah seorang Menteri Pendidikan Muhammad Nuh yang lahir di Ponorogo berani menghapus sistem Gontor ini. 🙂 Itu cuma kasak-kusik usil wartawan republika aja, lha bukti/sumber isu itu juga nggak nggenah … Awass pengalihasan isu!

Nagh … Bagaimana dengan Menteri Agama yang kebetulan juga ketum PPP… bukankah kampanye-nya selama ini. PPP adalah rumah bagi ulama? … lha terus opo ora arep payu dodolan’e 😉

Oiya, sistem Pondok Modern ini emang agak aneh, di ijazahnya ada status persamaan dengan pengesahan Kementrian Pendidikan (SMA) dan Kementrian Agama (MAN).

Keduax … Saat ini Salah satu pimpinan Pondok Modern Gontor sedang dirawat oleh tim dokter kepresidenan di Surabaya, karena mengalami gejala stroke. Semoga cepat sembuh. aminn.

 

Perhatian Presiden SBY terhadap kesehatan Kiai yg jatuh sakit sejak Ahad 8 April cukup intens dengan menerbangkan langsung kiai dari Ponorogo ke Surabaya dengan perawatan dari tim dokter kepresidenan.

Maklum … karena menurut kabar, Pak SBY ini ada hubungan keluarga dengan Gontor. 

Ketigax … Toh selama 32 tahun kekuasaan Orde Baru, Gontor dan Pesantren Modern lainya, bisa mandiri tanpa bantuan dana dan tanpa pengakuan dari pemerintah. Jadi ya ngopo ribut klo kemudian pemerintah nggak mengakui lagi sistem pesantren modern.

Baca Juga:   Dimas Ekky Finish Posisi 4 di Seri Perdana CEV Eropa

Keempat … Pondok Modern adalah lembaga pendidikan paling nasionalis yang ada di Indonesia. Di Pondok Modern, memang tidak ada upacara bendera hari senin.

Bukan berarti haram, bid’ah ataupun sesat seperti kasus-kasus yang jamak terjadi. Tapi alasannya simple, Upacara bendera hari senin itu mubazir!, sia-sia!, tidak membekas! … lha itu buktinya … para koruptor berbaju PNS bukankah mereka juga selalu upacara bendera tiap hari senin?

Naghh, sebagai gantinya … Kegiatan PRAMUKA!. Adakah lembaga pendidikan yang lebih militan mengajarakan ke-pramukaan selain Pondok Modern. Nggak ada!.

Kedudukan kegiatan Pramuka di Pondok Modern sama wajibnya dengan mendengarkan khotbah tahunan Kiai Pondok.

Kelimax .. Sekali lagi, berita republika dibawah ini hanyalah isu saja.

Klo pun nantinya pemerintah benar-benar kembali tidak mengakui sistem Pondok Pesantren Modern dalam Garis Besar Pendidikan Nasional (baca: Ijazah-nya kembali tidak diakui). Ya nggak apa2!

Berarti itu hanya Sama kasusnya seperti Hasyim Muzadi, Din Syamsudin, Hidayat Nur Wahid, Abu Bakar Baasyir. Toh ketika mereka lulus dari Gontor, ijazah mereka juga sama sekali nggak diakui pemerintah.

Pendidikan itu tertanam dalam jiwa, bukan sekedar nilai “LULUS” dalam selembar kertas.

Republika hot news issue:__ yang aneh, katanya bersumber dari antaranews.com, tapi setelah saya obrak-abrik antara kok nggak ada berita ini. 🙄

Kemenag akan Hapus Pesantren Modern?

Kamis, 19 April 2012, 04:30 WIB
Arief Priyoko/Antara
  

Kemenag akan Hapus Pesantren Modern?
Pesantren
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) dikabarkan akan menghapus pesantren modern melalui peraturan menteri. Nantinya, pesantren yang diakui hanyalah salaf atau tradisional.

Pesantren modern memiliki sistem pendidikan berjenjang, mulai madrasah ibtidaiyah hingga perguruan tinggi. Sedangkan pesantren salaf memiliki tradisi yang fokus pada pengajian kitab-kitab klasik atau turats.

Baca Juga:   Testimoni Dunia untuk TIMNAS INDONESIA

Anggota Fraksi PDIP, Zainun Ahmadi, mengecam keras rencana penghapusan pesantren modern. Hal itu dinilainya sebagai kebodohan pemerintah sehingga nekat dan angkuh dalam bertindak. “Pesantren adalah lembaga pendidikan tertua yang sudah ada sebelum zaman penjajahan,” jelasnya, saat dihubungi, Rabu (18/4).

Pesantren dalam perkembangannya mengikuti dinamika zaman sehingga adaptatif. Pesantren tidak merasa hebat sendiri, sehingga menerima inovasi yang ada di sekitarnya. “Ini menunjukkan bahwa pesantren itu berkembang. Kenapa yang berkembang ini justru tidak diakui Kemenag?” tanya Zainun.

Menurutnya, konstitusi menetapkan 20% dari APBN untuk pendidikan. “Maknanya semual bidang dan jenjang, tanpa pilih kasih yang negeri-swasta, umum-agama, pesantren salaf dan non salaf,” jelas politisi PDIP ini. Jika Permenag membedakan atau bahkan memisahkan, berarti Kemenag menabrak konstitusi.

“Konsekwensinya berat, selain gugatan uji materi terbuka, sesungguhnya telah menghancurkan Kemenag sebagai penyangga kelangsungan pesantren yang merupakan sistem pendidikan tertua,” papar Zainun.

Redaktur: Hafidz Muftisany
Reporter: Erdy Nasrul

roda2blog di sosial media

6 Komentar

  1. anak2 yang sekolah (kayak aku dulu) selalu didoktrin kalo sudah matang nanti jadi pegawai yang hebat…….akibatnya jumlah pelamar kerja (baca:pengangguran) semakin ngeri dibanding lapangan kerja……orang tua mungkin melihatnya dari sisi materi aja, harapannya anak2nya bisa bekerja di tempat yang bagus dengan gaji tinggi, kalau di pesantren tidak demikian, pendidikan akhlak dan agama yang merupakan kunci kehidupan dunia dan akhirat, berkarya (wira usaha), sehingga tidak menambah jumlah pengangguran tapi mengurangi pengangguran karena menambah lapangan kerja

Tinggalkan Balasan