Yayasan Pendidikan Mambaul Munna “Mata Air Cita-cita”

(tempat pengabdian saya dulu, MI Nurul Ulum – SD dengan fasilitas terlengkap di Kabupaten Madiun)

Per September kemaren Saya memutuskan untuk mengakhiri pengabdian saya di lembaga pendidikan yang boleh dibilang sangat mapan. Baik secara fisik maupun finansial.

Bukan berarti saya memutuskan pensiun dari dunia pendidikan, tapi hanya memilih saja. Saya memilih tempat yang lebih berjuang dari sekedar uang saja.Β  Nilai dan semangatnya. Keikhlasan dan kebersamaanya. Ibaratnya dari kaum borjuis ke kaum proletaar.

Masih satu desa sih, tapi bedanya klo ditempat yg lama itu kebanyakan muridnya dari golongan orang kaya dan mampu. Tapi di tempat baru ini muridnya adalah mereka yang sangat membutuhkan pendidikan “gratis”.

Yayasan Pendidikan Mambaul MunnaMata air Cita-cita.
Yayasan ini dimotori oleh para pemuda seusia saya (under 30tahun) dengan background bermacam-macam.

Ada santri modern, santri salaf, santri salafi, ikhwan bahkan yang alay-pun ada. semua bermuara pada satu tujuan. Ingin ada lembaga pendidikan keislaman yang berbasis keikhlasan sehingga bisa membawa suasana islam yang damai.

Naghh tentu berbeda kan kalau lembaga pendidikan orientasi-nya “profit”?

Proyek sekolah gratis ini sudah dimulai sejak 5 tahun yang lalu (saat itu saya masih jadi TKI di Arab) dengan format TPA, lalu sejak 2 tahun yang lalu berubah format menjadi Madrasah Diniyyah dengan lama belajar 4 tahun.

Baca Juga:   Lek-lek'an Malam Tahun Baru 2014 Sidorejo

Mulai tahun depan, kami bersinergi dengan Sekolah Dasar Negeri (SDN), jam 7-11 anak-anak belajar pelajaran formal di SDN lalu selepas sekolah langsung menuju ke “kampus” mambaul Munna untuk istirahat dan belajar agama sampai jam 6 sore. πŸ™‚ Insya Allah semuanya gratis tis.

Selama ini kegiatan belajar mengajar diadakan dirumah-rumah penduduk di sekitar surau yang menjadi pusat kegiatan.

salah satu kegiatan, Dibba’an

5 bulan yang lalu, kami para warga desa dan wali murid “Madrasah Diniyah Mamba’ul Muna” bahu membahu mendirikan bangunan gedung sekolah yang layak.

Selama proses persiapan pembangunan, seperti perakitan besi beton. Sengaja dikerjakan pada malam hari, karena semua yang bekerja tidak menerima upah. Hanya secangkir kopi saja. πŸ˜‰

Alhamdulillah, sebelum bulan ramadhan, mendapat bantuanΒ  100 sak semen dari Bapak Bupati Madiun sehingga progress pembangunan bisa dipercepat … langsung ngecorr!!! kurang dari 2 jam proses nge-dak selesai. Saking banyaknya yang datang gotong royong.

Alhamdulillah sekarang tinggal finishing saja, πŸ˜‰

Rencana tiga bulan ke depan gedung ini sudah bisa dipakai untuk kegiatan belajar mengajar. Yang masih diperlukan adalah lantai-nisasi dan penambahan meja-bangku belajar. πŸ˜‰

Bila tidak ada? … ya lesehan saja pakai tikar. Yang penting semangat para pengajar dan pelajar tetap menyala.

Baca Juga:   Video Dramatis, Mantan Suami Menangis di Pelaminan

Bagi sobat pembaca blog ini yang ingin turut serta memberikan sumbangan bisa ditransfer ke rekening berikut ini:

BRI : 6349-01-003714-53-5 AN. Yayasan Pendidikan Mambaul Munna
Bank Jatim : 0052947120 AN. Yayasan Pendidikan Mambaul Munna

Setelah mentranfer mohon untuk konfirmasi via sms (089675552568) agar kami bisa menyebut nama dermawan dalam setiap doa kami.

Galeri Foto:
[slideshow]

roda2blog di sosial media

15 Komentar

  1. mantap mas, semoga berkah, tp nanti dibikinin ad/art yg rinci dan jelas yayasannya mas, serta surat2 adminstrasi yg rinci & lengkap, biar gak repot dikemudian hari, spt kasus MI tempat istri saya dulu mengajar, dibangun 100% swadaya masyarakat, diatas tanah wakaf, pengajarnya jg sukarela (honor dr bos) + guru bantu dr pns depag + operasional & buku2 dr bos juga, sekolah 100% gratis sampe lulus, cuma sumbangan sekali saat pendaftaran saja untuk maintenance gedung, tp kemudian hari timbul pertikaian karena ada pihak2 dari pejabat atau yg merasa berwenang untuk menguasai yayasan beserta assetnya untuk dijadikan asset pribadi krn ad/art yg tidak jelas & telah berpulangnya orang2 yg terlibat langsung dalam pendirian yayasan swadaya masyarakat tsb, yg lbh disayangkan ada yg menarik kembali tanah wakaf karena tidak adanya surat wakaf, sehingga ahli waris orang yg mewakafkan bisa dengan mudah menyita tanah wakaf beserta bangunan diatasnya yg dibangun secara swadaya oleh masyarakat sekitarnya.. cuma sekedar sharing info, walaupun swadaya tetep harus tertib administrasi biar mudah mempertanggungjawabkan dikemudian hari jika diperlukan.. #dowone πŸ˜€

    • terima kasih masukanya πŸ˜‰
      Alhamdulillah masyarakat sini sudah punya pengalaman seperti yang antum utarakan
      seperti di .. ooops πŸ˜‰

Tinggalkan Balasan