Yamaha Indonesia: Kere Perlente!

gondola swalayanGondola/rak swalayan mahal amirr min900rb/90cm

Saat memulai usaha buka toko kelontongan dulu awal tahun 2009, setelah mengidentifikasi kompetitor (ada 4 bro)

Berhubung dana juga cekak, setelah dibagi tiga menjadi 1. barang dagangan, 2. Rak/Gondola dan 3. Display/tampilan toko. Point nomer 2 yang saya korbankan.

Kelengkapan barang itu penting, dan display toko saya buat mirip indomaret :mrgreen: ATM, Amati Tiru Modifikasi. Tapi soal rak, pake rak siku dulu. Klo Gondola display mahalll (min.900ribu/90m2).

Walhasil, Alhamdulillah banyak konsumen yang awalnya tertipu lalu jatuh cinta. πŸ˜‰

Back to Yamaha.

motor-jan-des-10-12Honda-Suzuki gak nyungsep-nyungsep amat … Yamaha, semakin nyungsep

Untuk menghadapi Honda, doi milih strategi untuk merombak jantung-hati sebuah motor. Daripada membenamkan fitur yang bisa dilihat konsumen dan langsung dirasakan manfaatnya seperti Parking Brake Lock (PBL) dan Stand Switch Saklar (SSS).

Baca Juga:   Honda CB150R : Mix Marketingnya ngerrii oiii

Inilah yang saya sebut Kere Perlente, Nggak punya duit tapi sok bergaya. πŸ˜‰

Teknologi forged piston dan diacyl cilinder jelas costnya mahal, dan lebih mahal daripada duet PBL dan SSS. Tapi kok yoo nekadd??

Soo lesson learned from Yamaha … dalam menjual dagangan, utamakan dulu apa yang bisa dilihat dan dirasakan calon konsumen.

Contoh kalau mau berdagang bakso lalu dana cekak, konyol kalau sampai si tukang baksoΒ  mentingin beli kompor yang super mahal dan canggih … lalu mangkok untuk menyajikan bakso diganti pake mangkok plastik. po ngono?

funny but true xD

 

32 Komentar

  1. hah h h h h
    jangan samakan orang dagang bakso lah, ga nyambung

    intinya kan perkuat dulu jantung motor, baru percantik diri,

    percuma cantik tapi penyakitan, terutama matik sebelah, mirip bom waktu, tinggal nunggu meledak aja soalnya masih banyak konsumen yang buta informasi hah h h h h

    • Anda yang gak nyambung.. itu namanya Analogi.. kenapa dikasih analogi? ya biar org awam paham… eh anda malah bilang gak nyambung… dah terlalu pinter kyknya..

      back to topic.. menurut ane sih sah2 aja Yamaha memakai strategi demikian.. karena sebagian fitur2 seperti sss, pbl, dan lainnya sudah duluan dipake kompetitor.. dan Yamaha tahu sendirilah.. sok gengsian!!! malu dibilang ngikut2.. Gak kayak Honda yg agak gak punya malu sampe2 desain motornya dimiripin seperti kompetitor…

  2. Kalau di r4, fitur airbag, abs, ebd dll, tdk keliatan tp mahal, contoh avanza bs murah krn fitur tsb dihilangkan, lebih menonjolkan fitur yg kasat mata spt ac dobel blower, dlll

  3. klo ane lihat… memberikan yang konsumen butuhkan dan bukan memaksakan barang yg dijual… hehehehehe… toko akan laku kalo stok barang lengkap… dan harga bersaing… itulah yang dilakukan honda dengan memberikan banyak pilihan sesuai dengan pangsa pasarnya dan di jual dengan harga yang bersaing (value for money). sementara saya lihat Y, akan mulai di tahun 2013 (jika analisa saya benar).

  4. Rasakannn…. trouble nya banyak… *ehhh. (busi ga mati sejauh 1.780 km sudah alhamdullilah) πŸ™‚

    Tapi di sisi lain memang ada benarnya intisari postingan kali ini. forged piston & diasil silinder belum bisa terbukti manfaatnya kalau motor belum dipakai puluhan ribu km. (katakanlah di atas 60.000). Kalau SSS & PBL kan jelas… πŸ™‚

  5. Di analogikan dengan jualan bakso bisa saja.
    Tapi forged piston, diasil silinder,O2 sensor,dll seharusnya bukan di analogikan dengan kompor yang super mahal, lebih tepat kalau baksonya dibuat dari daging has dalam semua… πŸ™‚
    Kalau analogi disajikan dalam mangkok plastik, gw setuju lah…

    Dalam persaingan bisnis yang ketat, memilih memberikan value yang lebih ke konsumen dengan menyajikan bakso bermutu terbuat dari komposisi daging bermutu memang bagus tapi kalau tidak disertai racikan kuah bakso yang sedap dan disajikan dalam mangkok yang menarik tentu akan menjadi sia-sia.
    Apalagi kalau harus bersaing dengan warung bakso sebelah yang meracik bakso dengan memperbanyak komposisi kanji daripada dagingnya tapi disajikan dalam mangkok keramik yang menarik, bumbu kuah yang sedap, meja kursi berkelas, pilihan menu yang beragam, plus cabang di mana-mana.
    Kalau mau meningkatkan daya saing, mutu bakso jangan dikurangi, tinggal mengganti mangkok sajiannya, bumbu kuah yang sesuai dengan selera konsumen, plus promosi gencar yang menunjukkan kualitas produk.

Tinggalkan Balasan