Selamat datang kembali Liga Setan Indonesia, Sepakbola penuh korupsi demi ambisi politik.

liga silat Indonesia

Laga timnas Indonesia versus Arab Saudi kemaren menandai kembalinya era sepabola korup di Indonesia. Olahraga yang merasa dirinya sebagai bidang paling diminati oleh mayoritas penduduk Nusantara.

Atas nama itu, legitimasi korupsi dana rakyat didapat. Perintah menteri tidak dipatuhi. Presiden cuma prihatin dan sedang mencari solusi. Para Bupati dan Gubernur yang memang gila bola dan gila duit terus pesta pora mengkorupsi APBD atas nama KONI untuk klub sepakbola.

Pemain-pemain sepakbola sama saja, mereka sudah enggak mau tahu duit yang masuk perut mereka halal atau haram. Yang penting tendang bola.

Berikut fakta-fakta seputar Liga Setan Indonesia

1. Gaji Pemain Sepakbola Indonesia adalah yang tertinggi se ASEAN.
Gak heran klo pemain timnas Malaysia (Safee Sali) dan timnas Singapura (Noh Alam Shah dkk) berbondong main disini, dalam semusim (kurang dari 1 tahun) mereka dibayar 1Milyar. Bahkan pemain sekaliber Gonzales minta dibayar 2M dibayar di muka kompetisi.  Padahal di negara ASEAN lain, nilai kontrak pemain dibatasi maksimal cuma 700juta rupiah / musim.

2. Anggaran klub-klub LSI dari akal-akalan Kepala Daerah mengakali APBD
Tahun 2011 keluar peraturan menteri bahwa dana APBD tidak boleh digunakan untuk membiayai Klub Sepakbola. Emang sihhh …. tapi dasar tikus! selalu saja banyak akal. Sekarang Dana APBD untuk Klub disalurkan dulu atas nama KONI. Lalu dari KONI terus disalurkan ke Bidang-bidang olahraga termasuk sepakbola.
Dan tebak?, bidang olahraga paling besar dananya. Dan yang menerima adalah klub sepakbola. … contohnya klik link berikut:
http://bola.okezone.com/read/2012/11/16/49/718967/kantong-tak-jelas-persela-bidik-papan-atas

Baca Juga:   Rossi Puas Finish Kelima di MotoGP Jerman

Bila tidak lewat KONI, dana akan disilumankan ke Bank milik Daerah. caranya Gubernur/Bupati menyimpan dana APBD ke Bank dengan imbalan bank tersebut mensponsori klub LSI … Makanya nilai CAR Bank-bank BUMD banyak merosot

3. Rata-rata TIM sepakbola ISL menghabiskan anggaran 15M – 30M padahal klub lain di ASEAN cuma 5-10M
Darimana dana itu didapat?. Kalau cuma mengandalkan tiket masuk pertandingan home jelas enggak nutup. berikut saya cuplikan pendapatan murni klub tanpa APBD

Laba Pertandingan Kandang                       2,115,000,000 1 musim = 9kali main kandang bila 20tim
Subsidi PT. Liga Indonesia                       2,000,000,000
Sponsor kostum                       5,000,000,000 Nilai kontrak Minarak Lapindo untuk PERSELA
Total Pendapatan                       9,115,000,000

Dan coba hitung, dari 20klub ISL berapa sih yang dapet sponsor?, paling-paling yang jadi sponsor ya Bank milik daerah tersebut. Seperti Bank Jatim, Bank DKI, Bank Papua, Bank Jateng dkk itupun setelah bank tersebut disuntik modal dana APBD

4. Potret pendapatan 1 kali pertandingan Kandang klub LSI

Kapasitas Stadion               20,000 Pendapatan
Harga Tiket  Rp         15,000  Suporter Fanatik ada diskon                 300,000,000
Sewa bilboard Tepi Lapangan  Rp     2,000,000  ada 20 space                   40,000,000
Total Pendapatan                 340,000,000
Biaya Keamanan  Rp       100,000  Honor 700petugas / pertandingan                   70,000,000
Sewa Stadion  Rp     5,000,000                    5,000,000
Biaya Panitia Pelaksana  Rp         50,000  honor panitia non petugas, rata2 ada 200                   10,000,000
Konsumsi panitia dan petugas  Rp         20,000                   20,000,000
Pendapatan Bersih / laga kandang                 235,000,000
Baca Juga:   Astra Motor Yogyakarta Gelar Roadshow Supra GTR150 Dan Galang Kepedulian Gempa Aceh

Itu pun jika semua 20.000 penonton beli tiket. Suppoter fanatik baiasanya dapet diskon 30-50%. dan dibabak kedua biasanya pintu stadion sudah dibuka untuk umum.
Yang lebih ngenesss lagi, klo pertandingan disiarkan “live” oleh stasiun TV. Udah klub enggak dibayar, stadion jadi sepi. sib-nasib

5. Gaji besar, tapi memble di Timnas
Gaji pemain di timnas di klubnya masing-masing berkisar 1 Milyar semusim. Sedangkan ketika main di Timnas cuma dibayar 5-20juta per-pertandingan. Klo kena cedera, apalagi sampai patah kaki, PSSI enggak mau tanggung jawab … dan klub langsung main putus kontrak … modarrooo

6. Gaji pemain klub sepakbola besar, tapi klub sepakbola Indonesia tak satupun yang bertaji di level antar klub ASIA.
Jangankan timnaas, klub sepakbola yang anggaran sampai 30M macam Persipura dan Sriwijaya saja enggak berkutik di level Liga Champions Asia. Enggak jauh-jauh lawan dari klub Asia Timur atau klub Timur Tengah, nglawan klub dari Maladewa aja kewalahan. Apalagi lawan klub asal Thailand, digunduli dah biasa!

7. Ketua Umum atau Manajer Klub mayoritas adalah keluarga, anak, adik atau orang dekat kepala daerah … tanya kenapa? 😈

Solusinya? Hapus aja deh PSSI dari Indonesia. Masih banyak cabang olahraga lain yang lebih cetar membahana dan enggak pake duit rakyat. Seperti Bola Basket dan Bola Voli. Apalagi di Arena Balapan, wuihhh lebih mendunia sob, daripada rebutan 1 bola.

1975-qmy52klt-basmi-koruptor

roda2blog di sosial media

62 Komentar

  1. Emang susah mind kalo yg namanya sakit hati,susah cri obtnya. . . .
    Udahlah mind sbar ajah. . .dr tanah kmbli ke tanah,dr api kmbli ke api. . . .wkwkwkwk

  2. yg lucu kmrn ktny timnas bersatu buktiny yg main isl smua n ktny pemain terbaik tp sama aj memble…pemain yg cm besar nama kecil skill udah gitu maaf ini bkn rekonsolisasi tp rekonyolisasi pake T..maaf kasar mas..jengkel bgt sama mafia yg telah kembali

    • Aelah, lawannya Arab kok ya wajar lah kalah. 3x juara Asia mereka! Bukannya saya ngebela Rezim Timnas yang sekarang ya.. Tapi ya emang buktinya begitu.. Coba dibandingin sama Timnas yang kemarin, masih inget kan dibantai 10-0 sama Bahrain. Padahal terakhir 2007 kita masih bisa menang 2-1.

        • Muosooook…? Ini loh skuadnya:

          Indonesia: I Made Wirawan; Zulkifly Syukur, M. Roby,
          Hamka Hamzah (Hariono 76), Wahyu Wijiastanto; Ahmad Bustomi (Firman Utina 88), Supardi, M. Ilham; Irfan Bachdim, Ferdinand Sinaga (Zulham Malik 70) , Cristian Gonzales (Yongki Aribowo 70).
          Arab Saudi: Ali Waleed; Abdulrazaq Hawsawi, Aldossary Abdulla Mohammed, Osama Alharbi, Hassan Muath Fallatah; Mohammednoor Hawsawi, Mohammed Bandar Al Shoub, Saud Ali Khariri, Ahmed Mohammed Alfraidi, Abdulaziz Saeed Adawsari; Yasser Al Qahtani.

          MAsih suka nonton Liga Indonesia kan Mas? Tau kan Zulkifli, Hamka, M Roby, Firman Utina dll waktu itu main di klub mana?

          Saya mah gak masalah mau main di liga mana mereka, mau IPL / ISL sama aja. Intinya asal yang diambil yang terbaik saya dukung…

          Juga sebelum lawan kita, Arab menang lawan Malaysia 4-1 di Shah Alam. Level Malaysia itu kurang lebih setara kita, kalo peringkat FIFA boleh lah dia unggul.

          Jadi wajar lah, cuma kalah 1-2 udah maksimal banget. PAs Piala Asia 2007 aja kalah juga 1-2 kok. Tapi kalo bisa sih menang, siapa sih yang gak mau menang? Tapi ya kan kita nyadar diri juga lah, kalo Arab emang setingkat lebih baik di atas kita…

        • Mungkin begitu, tapi kayanya RD salah strategi. Harusnya pemain muda yang masih kuat lari macam Andi atau Taufiq dimainin. Eh malah Zulkifli n Ridwan kebanyakan buang bola, udah gitu secara mental dah kalah duluan.

          Masalah gak mau ikut latihan sewaktu era sebelumnya, itu karena ada desakan dari klub. Mau gak mau sebagai profesional ya harus nurut, daripada kena sanksi / dicoret.

      • hihi.. sip mas kalo gitu, tapi tau kan yang saya tekankan “tidak ikut latihan” itu adalah ketika seleksi pra piala asia kemarin lho, (bukan era sebelumnya) yang berbuntut pencoretan ke 14 pemain tsb diatas oleh manuel blanco (sebelum diganti erde).
        kalo menurut saya sih, pemain terbaik itu ya skill ya attitude (tapi di indonesia sedikit sekali yang punya “titel” terbaik ini) 😀

        • Iya, kaya Boas zaman dulu. Makanya sering dicoret…

          Ya tapi kebanyakan pemain Papua emang gitu sih, kurang minat bela Timnas. Menurut Saya sih wajar lah, Pemerintah kitanya juga “menganak-tirikan” wilayah timur.

          Coba deh perhatiin pas nyanyi lagu kebangsaan, mereka mana ada yang ikut nyanyi? 😀

    • 10-0 itu gara2 pemain2 Timnas yg seadanya….

      Aq kesal dgn pssi ,,,buat apa menaturalisasi pemain asing yg skilnya biasa2 saja,mereka yg d naturalisasi tdk bertanding dgn semangat garuda,mereka hanya bertanding seadanya…. padahal pemain yg asli berdah indo juga banyak yg lebih bagus dri mereka pssinya aja yg bodoh.

  3. yg penting ada tontonan menghibur. menghibur ya bukan berkualitas. kadang berkualitas belum tentu menghibur.
    faktanya masyarakan lebih seneng lihat isl daripada ipl yg ala tarkam.
    masyarakat lebih antusias melihat timnas versi sekarang dari pada versi full ipl.
    masyarakat sudah memvonis pemerintah korup disemua aspek termasuk olahraga, kesehatan,pangan, bahkan korupsi pengadaan al qur’an. yg penting bisa kerja, ibadah dan bisa nonton tontonan menarik. kebetulan bola adalah favorit. dan itu fakta
    piss mas

  4. Siapa bilang? Banyak kok tim yang sumber uangnya udah 100% dari sponsor. Salah satunya Persib…

    Jujur, saya lebih suka nonton ISL daripada IPL. Kenapa? Ya jelas, liat aja permainannya 🙂

    Okelah IPL gak pake APBD, dananya dari konsorsium. Tapi, gak mungkin dong konsorsium kasih dana terus2an, mereka kasih dana buat modal aja. Nantinya klub dituntut mandiri buat cari dana sendiri. Cuma masalahnya, siapa yang mau sponsorin mereka?

    Yang nonton aja kagak ada, paling cuma suporter dari tim2 tertentu aja. Kebanyakan tim juga kloningan, sebut saja Persija n PSMS (versi IPL). Sama suporternya sendiri aja (The Jak Mania) udah kagak diakuin, dan tiba2 mereka udah bisa main di kasta tertringgi tanpa penjenjangan dari divisi bawah (Divisi 3, 2, 1 dst).

    Oh ya, setau saya tim2 dari Liga Inggris aja bisa mandiri (dana dari sponsor) butuh waktu puluhan tahun dari berdiri dan adanya liga tsb. Jadi wajarlah sekarang masih bergantun APBD. Tapi lambat laun harus bisa mulai mandiri, seperti Persib dll misalnya.

    Dan semua olahraga prioritasnya harus sama sob. Mau bola, basket, badminton tinju dll. Jangan mentang2 kita suka otomotif, terus cuma balap aja yang mau dimajuin. Lah orang bola nanti juga minta bola yang dimajuin, daripada balap.

    Gitu sih 🙂

    • rata-rata dana APBD yg dihabiskan sepakbola dalam 1tahun hampir 1Trilliun (dari semua kasta divisi)
      Bandingkan dengan dana pembinanaan cabang lain, berapa?
      Kompetisi Bolavoli seperti Proliga dan Livoli saja tanpa bantuan APBD blas
      Basket dengan NBL juga tanpa duit rakyat juga bisa
      Sampai kapan sepakbola mau menyusu APBD, klo dihitung sejak Format Liga Indonesia th.1995 berarti sudah 18tahun dan gitu2 aja … prestasi tingkat ASEAN juga nol

      • Yups, demikian basket dan balap di kelas Asia juga nol kan?

        Itu karena tim bola jumlahnya ada banyak, basket cuma sedikit. Dan biayanya pun gak sebesar bola. Misal dari biaya sewa GOR dan stadion aja jelas beda jauh.

        Dan bola voli pun sponsor banyak yang dari APBN macam PLN dll. Sama aja kan kaya bola yang dari Bank Daerah?

        Lagipula uang 1T itu kecilmas, dibanding subsidi BBM yang 200T. Imbasnya juga nanti ke masyarakat lagi kan, misalnya penjualan merchendaise di toko2 dan luar stadion bisa laku. Jadi ada juga keuntungannya buat masyarakat, khususnya para pedagang.

        Jadi gak baik lah kalo bubarin bola, lawan dulu ratusan juta penggemar bola di tanah air 🙂

          • U185? Ya wajar pemain kita kebanyakan (yang hebat) di bawah 185… Nah pemain hebat Asia lainnya macam Iran, kebanyakan di atas 185… Jadi wajar kiuta bisa juara, karena bisa nurunin pemain terbaik semua… Sedang seperti Iran dll, mungkin yang main anak ABG semua 😀

            Mungkin harus ada kompetisi Sepakbola Asia U175 kali ya… Kali aja ntar kita bisa juara, lawannya anak2 ABG luar semua 😀

          • justru sepakbola era zaman sekarang yang dicari yang fisik kecil
            Contohnya: spanyol
            lihat aja klub-klub papan atas eropa, banyak yang playmakernya bertubuh mungil, Juan Mata, Cazorla, Xavi, Niko Kranjar, Lennon,
            Argentina, Spanyol, Barca, rata-rata tinggi badanya cuma 175cm juga bisa.

          • Pemain timnas kita juga enggak pendek kok, coba lihat kemaren lawan Saudi Arabia. Pemain macam Van Dijk, Hamka Hamzah, Zulkifli, Greg Nwokolo, Kurnia Mega, Ian Kabes, mereka tingginya diatas 175CM
            Malah pemain depan saudi terlihat cebol melawan bek kita

      • ya jangan samain lah voli basket ama bola, voli dan basket kalo di Indonesia kelasnya kecil, gak begitu disukai masyarakat sampe desa, beda kalo bola yg sangant populer bahkan di kalangan desa dan kampung. bener juga kata bung haryudha

      • yg mandiri cm persib,semen padang,pro duta,arema…tp bener drpd hambur2kan uang buat bola mending buat pendidikan kliatan kan gmana masyarakatny bolany aj udah diatur siapa juaranya g ngerti2 juga gmong bgt d bodohin…klo g kuat ikut liga ya mundur aj ikut amatir..klo dmanja apbd trus kpn majuny..

      • kalo masalah acara 17an mah kaya di tempat tinggal saya aja. Kenapa voli lebih sering dilombakan? Ya jelas karena nyari lapangannya gampang. Gak kaya bola, minimal butuh 100 x 60m.

        Itu permasalahan kita, dimana pemerintah gak sanggup kasih sarana buat olahraga, apalagi di kota.

        Beda sama voli, basket / badminton. Di setiap sekolahan pasti punya.

    • saya penggila bola, entah disebut orang bola atau bukan tapi saya muak nonton dagelan sepakbola kita. memang betul daripada tuh dana buat klub & dikorupsi mending buat cabang lain sajalah. masih banyak yg bisa berprestasi & mengharumkan nama bangsa drpd sepakbola cuma bisa jadi bahan tertawaan masyarakat dunia.

      sorry jadi curhat saya cuma muak lihat sepakbola indonesia beserta PSSInya yg busuk.

      • Hanya ada 1 tim bener2 bebas apbd, AREMA. itupun warisan dari Galatama. PT.Persib masih belajar kok, itupun masih menerima sumbangan Koni sampai 2012 gak tahu klo 2013ini. Klo yg lain dari 2 itu sama saja

  5. setahu saya persipura itu pernah masuk 16 besar liga champion asia loh,.,. sekitar tahun 2010 atau 2011,.., dan anda bilang pemain singapur berbondong-bondong main di indonesia karena gaji 1M semusim menurut saya ga jg ..,,klo menurut sya krn spakbla di singpr krng diminati bisa di ketahui dari sedikitnya penonton setiap club bertanding berbeda dgn indo yg sngt fanatik dgn sepakbola,..,tp bulutankis lebih menjanjikan di banding yg lain

  6. Benar!!! Sepakbola Indonesia dan LSI adalah lingkaran setan… Berbau anyir para politikus busuk!!! Mayoritas klub yg punya orang partai atau Kepala Daerah sebagai alat untuk korupsi APBD atas nama Anggaran Klub.. dari tingkat daerah hingga ketuanya, anggota PSSI mayoritas adalah orang partai Pohon Beringin.. partai paling korup di zaman orba.. Puncaknya adalah zaman kepemimpinan NH.. Sepakbola kita layaknya sampah berbau busuk.. dan kita semua tahu kalo KPSI itu pimpinan La Nyalla yg mau nyalon Gubernur Jatim.. dia adalah kepanjangan tangan dari Bakrie sang Bos Besar.. yang berjuang melanggengkan kekuasaannya untuk tetap membuat Sepakbola Nasional selalu di dalam lingkaran setan.. Sepakbola adalah bisnis menggiurkan.. apalagi menjelang 2014.. bagi mereka Sepakbola adalah mesin penyedot Uang Negara.. Dan mayoritas orang indonesia sudah buta akan fakta2 yang ane paparkan di atas..

  7. sya jg stuju yg dpanggil pemain trbaik kmrin sblm mafia kmbli k pssi pmain yg dr isl kan jg dpanggil tp siapa yg g mau..sya cm g suka aj sama orang yg ngatain pas jaman timnas diisi pmain ipl dkatain tarkamlah empritlah..kan hrsny ttp d dukung..skrng pssi tlah dkuasai mafia lg mau dah yg dulu g mau msk timnas skrng mau dan anehny kmrin bkn pmain terbaik yg main tp TITIPAN tuh liat si popon hamka fu ridwan apa msh layak msk timnas..sy rasa ngga tp hnya karna nama besar aj dia masuk dsuruh latian keras aj ngambek mlah srh minta ganti pelatih yg cemen kaya rd akhirny liat kan hasilny sma saja

  8. stop DANA APBD untuk BOLA……. SAYA SANGAT MENDUKUNG…!!!
    jangan kayak THE JACK maningnong yg mewek minta2 ma JOKOWI dana APBD untuk PERSIJA, mereka gx tau apa selama ini dana APBD untuk bola sebagian cuma dibuat untuk lahan KORUP, harusnya mereka dukung tuh klub kesayangan mereka untuk maju tanpa netek dari APBD kan lebih berwibawa……

    lihat lah VIKINK misalnya atau AREMANIA yang sangat bangga akan klub kesayangan mereka……

  9. Dari dana 20m (misalkan) yang masuk ke klub, sebenernya dana yang digunakan untuk pengembangan klub brp persen sih?, setengahnya aja bisa abis ditengah jalan bos, masuk kantong2 pribadi.

  10. Susah lho ngapus sepakbola, ngapus sepakbola sama saja dg ngapus sejarah, karena dulu pas zaman Hindia Belanda aja dewan volksraad pakai klub bola sbg alat melawan pejajah (beda sama skrg), mcm Tengku Nyak Arief di Persiraja, M.H. Thamrin di Persija (VIJ), dan Otto Iskandar Dinata di Persib.

  11. Nilmaizar /widodo yg bikin timnas kalah 10-0 atas bahrain itu sungguh memalukan,,,
    Tapi aq tdk menyalahkan pelatihnya tapi gara2 org2 yg punya jidat besar itu(pssi vs kpsi ) mementingkan egonya masing2 jadi sepakbola indonesia kacau,,,sekarang katanya pssi sdh bersatu tapi nyatanya masih ada masalah2 yg belum terselesaikan.

    Prihatin dgn olahraga d indonesia banyak yg berprestasi tapi tdk dilirik…

Tinggalkan Balasan