Siapa Ayah?

Orang mengira saya tidak punya pekerjaan, padahal saya punya pekerjaan yg diimpikan banyak pria di dunia.

Setiap pagi, saya harus mengecek dan memastikan kesiapan putra anakku berangkat ke sekolah. Sebuah pelukan dan kecupan adalah upahku.

Lalu berlanjut di siang hari ketika mereka pulang dari sekolah. Menyambut lalu makan siang bersama mereka sembari melakukan wawancara pada mereka tentang aktivitas di sekolah.

Kemudian beristirahat dengan menonton TV sambil lesehan sembari memijit mereka yang mengeluh capek lalu terlelap dalam tidur.

Ketika sore tiba, inilah waktu dimana tulang dan umur tua saya diuji. Mengajak dua manusia kecil itu bermain sepakbola atau bola basket atau petak umpet atau lainya.

Baca Juga:   Ngaji 1 Juz di SPBU Paron Ngawi Gratis 2 Liter Pertamax

Saat malam menjelang, tugasku pun berganti menjadi guru bagi mereka. Walau ingatan dan kecerdasan otakku tak mampu membantu mengerjakan PR, tapi hadirku adalah candu bagi otak mereka untuk berputar.

Saat tiba waktunya tidur, dan aku pun meluruskan badan di atas dipan. Pikiranku melayang dan mengatakan betapa indahnya hari ini andai aku tidak setua ini.

Andai mereka adalah anak-anakku bukan cucu-cucuku, tentu masih banyak tenaga, pikiran dan waktu yg bisa kuberikan.

Andai ayah mereka dulu merasakan kasih sayang dariku seperti yang aku berikan pada cucu-cucuku ini, tentu dia juga akan lebih banyak meluangkan waktu untuk anaknya tersayang, bukan sibuk mengejar karir.

Baca Juga:   Warung Ayu Waduk Bendo Ponorogo. Sebuah Sedan Kecemplung Sawah

Berangkat gelap, pulang gelap lalu terlelap.

Uang mungkin bisa membeli benda yang menyenangkan, tapi tak pernah bisa membeli kasih sayang.

kakek dan cucu

roda2blog di sosial media

10 Komentar

  1. Dan siklus seperti itu tampaknya selalu berputar Pak Guru. Fenomena jaman sekarang.
    Ada pertanyaan : “Kenapa ya kakek dan nenek kita selalu terlihat lebih baik, lebih ramah, lebih perhatian dan murah senyum dibanding ayah dan ibu kita?”
    Jawab : “Itu wajar, karena mereka adalah orang2 yg sedang mempersiapkan diri untuk menghadap Tuhannya”
    Kira2 begitulah….

  2. dilema. gak bekerja ga da biaya. gak ada biaya lebih repot lg.
    orang fakir lebih dekat dengan kafir.
    yg penting ketika ada waktu luang manfaatkanlah dengan segala kasih sayang. insyaallah mereka mengerti dan jangan memberi contoh yg tidak baik. hal itu akan diingat terus oleh sang anak

Tinggalkan Balasan