Big Cola, dari Peru mengguncang Coca-Cola di Indonesia

image

Bila di dunia ada pertempuran abadi tom and jerry, antara Coca-Cola vs Pepsi. Sekali lagi Indonesia menunjukkan anomali.

Di sini Pepsi bisa dibilang gak berkutik, modar terkapar melawan Coca Cola.

Nagh ketika seorang jawara kalah melawan jawara, eh muncul si ‘kupret’ dari negeri yg super jauh dari di Amerika Selatan. Datang tiba-tiba, tapi sukses menohok si jagoan.

Big Cola, merek yang muncul beberapa tahun yg lalu itu sukses merontokkan penjualan Coca Cola, halmyg tidak bisa dilakukan pepsi.

Sebelum ngomongin strategi, monggo kita bahas dulu sejarah Big Cola.

Big Cola diproduksi AJE asal Peru.
Big Cola bukan asli Indonesia, ini merek produknya AJE asal negara Peru. Macchu pichu.

Aje group mulai berdiri tahun 1989, ketika masa perang sipil di Peru. Ketika masa itu, banyak perusahaan termasuk Coca Cola dan Pepsi menghentikan produksinya di Peru. Takut sama peluru nyasar kali.

Situasi ini dimanfaatkan oleh keluarga Ananos, yang pada masa itu punya sebuah kedai minuman untuk mencoba meracik minuman cola sendiri. Sebuah peluang ditengah langkanya softdrink di pasaran.

Baca Juga:   Kisah Lengkap Bapak Penjual Bakso Sambil Momong Anak di Pasuruan 

Awalnya minuman tersebut hanya dipasarkan di kedai dalam bentuk gelas, ternyata rasa dan aroma Big Cola banyak yang suka. Lalu mulai  dikemas dalam bentuk botol dan dorrr penjualanya meledak. Tentu hal tersebut juga dikarenakan absenya Coca Cola dan Pepsi karena takut perang. 🙂

Walhasil, setelah masa perang usai dan damai. Ekspansi Big Cola dilakukan ke seluruh pelosok negeri dan sukses.

Saat ini Aje Groop sudah berekspansi ke Seluruh negara wilayah di Amerika Selatan, India dan yang terbaru mampir Asia Tenggara dengan pusat komando di Indonesia.
image

Strategi Bisnis
Aje sepertinya sadar bahwa masalah utama dalam bisnis di Indonesia  adalah distribusi. Ada tiga pendekatan yg biasanya diambil produsen di Indoneisa.
1. Mendistribusikan sendiri produknya seperti Wings Group, tapi butuh modal besarr
2. Merangkul distributor tingkat nasional seperti Unirama/Savoury/ Indomarco, tapi biasanya klo bukan produk dari babe perusahaan tersebut bakal dianaktirikan. Contoh kasus Pepsi yg dipegang Indomarco, susah nyampe ke daerah barangnya.

Baca Juga:   PRODUSEN MOTOR nggak harus selalu tentang MOTOR

3. Merangkul Distributor-grosir tradisional. Resikonya, banyak kredit macet, tapi Aje percaya dan berani mengambil resiko. Dengan dukungan iklan gencar, asal produknya tersedia sampai pelosok negeri pasti orang mau beli.

Dan Blaar, pilihan Aje benar.

Coca cola pun panik!. Mencoba menghadang dengan botol seru seharga rp.3900 tapi lebih sering dijual toko 4500. Mencoba menghadirkan varian baru dengan tiga ribu perak lewat Fanta Fresh.

Apakah Big Cola akan sukses menggusur Coca-Cola di Indonesia? Ya enggak sampai segitu lah. Big Cola – Aje hanya akan menjadi kerikil tajam dalam sepatu CCAI (CC Amatil Indonesia). Yang mungkin hanya bisa menyebabkan amputasi pada portofolio produk CCAI

Konsumen sekarang akan punya dua opsi ketika memilih minuman Cola, pilih Coca atau Big?
image

roda2blog di sosial media

28 Komentar

  1. sekarang lagi promo yang kemasan 425 ml,soalnya coca cola mau ganti kemasan harga tetep tapi isi lebih bnyak 540ml,apakah ini akan berhasil??
    dan satu lagi,untuk kemasan 1.5ltr juga lagi promo rp 9.500.

  2. Kalau minuman cola apapun merknya, sy takut minumnya. Sering baca di internet bahaya minuman cola, lebih banyak resikonya daripada manfaatnya. Pernah republika.co.id menulis tentang resep Coca cola, ternyata bahannya kimia semua. Yang alami paling cuma air dan gula aja.

  3. saya mau tanya,, apa Big Cola (PT. AJEINDONESIA/ rOSMALAH, SE – DIREKTUR) Ada mengadakan undian awal tahun 2016. dan saya mendapatkan kode uni DL 279 WR SATU UNIT MOBIL HONDA mOBILO (HADIAH LANGSUNG). saya tdk terlalu percaya kaena banyak sekali penipuan apalagi hrs menyelesaikan biaya administrasi BBN, STNK BPKB dlll. mohon infonya. apa masih benar hal tersebut ada undian dan jk benar apa masih bs diklaim

Tinggalkan Balasan