Menjadikan Hari Sabtu sebagai Hari Pramuka (1)

pionering

Suatu hari sebuah Sekolah Dasar Islam Terpadu yang sudah berusia 7 tahun itu didatangi oleh Muspida Kabupaten. Maksud kedatangan mereka ingin menanyakan kebijakan sekolah yang meniadakan upacara bendera hari Senin. Beberapa media telah melansir dan menciptakan opini yang mempertanyakan nasionalisme para guru dan Kiai pesantren yang menaungi sekolah.

Dalam pertemuan tersebut, sang Kiai muda sekaligus pengasuh SDIT dengan singkat menjawab permasalahan itu, “Silahkan datang kembali di hari Sabtu untuk melihat betapa kami lebih mencintai Indonesia dibanding anda semua”

Sabtu pagi, selepas subuh Pak Kyai menelpon semua muspida kabupaten untuk menagih janji kedatangan dan beberapa wartawan yang pernah menulis kontroversi upacara bendera hari senin.

Pukul 07.00Semua siswa sekolah bersegaram pramuka berbaris rapi dengan tongkat dan ditangan, setelah pra upacara dengan sambutan Sang Kyai. Para siswa segera bergabung dengan Gugus Depan masing-masing untuk merangkai tiang bendera. Jam 9 mereka harus sudah menyelesaikanya.

pramuka-1

Aneh bukan, selama ini peserta pramuka sering bawa tali tapi cuma jadi ikat pinggang!

Pukul 09.00
Aneka pionering sudah jadi, yang terbaik dijadikan sebagai tiang sang saka merah putih ditempatkan ditengah lapangan. Akan menjadi sebuah kebanggan bagi sang kelompok perangkai.

Pukul 09.30
Rombonganย  Bupati datang didampingi camat lalu menyusul kemudian kepala kodim, koramil dan kapolsek. Terlambat dari janji jam 07.00 ๐Ÿ˜ˆ

Pukul 10.00
Setelah beramah tamah, Sang Kyai meminta kepada para tamu untuk ikut serta dalam upacara Bendera. Upacara bendera dimulai, bendera dikibarkan,disusul mengheningkan cipta lalu pembacaan pancasila dan dasa dharma pramuka. Kemudian tiba saat amanat pemimpin upacara, Sang Kyai pun maju.

Baca Juga:   Modifikasi Stiker Honda CBR150 2016 Wonder Woman

Setelah salam dan bersholawat :

“Bapak dan ibu para tamu yang terhormat warga negara Indonesia yang baik, pada jam berapa teks proklamasi dibacakan?, kurang lebih pada jam 10. Itulah kenapa Upacara Bendera kami pada jam 10 pagi, panas memang bila dalam musim kemarau sekarang, tapi itu setidaknya tidak berbahaya daripada ancaman serbuan Jepang yang menolak Kemerdekaan Indonesia tanpa sidang PPKI.

Tentu bapak tentara tahu kenapa sejarahnya Bung Karno dan Bung Hatta sampai diculik bukan?

Siswa kami berjumlah 114, terbagi dalam 6 group pramuka. Setiap 2 group harus membuat 1 tiang bendera dan yang terbaiklah yang sekarang ada di tengah lapangan dan dipakai mengibarkan bendera. Itulah kenapa kami tidak memiliki tiang bendera permanen, merah putih harus berkibar di atas karya tangan kami, bukan sekedar tiang permanen warisan nenek moyang tanpa tahu arti perjuangan.

Tolong untuk rekan wartawan jangan ngobrol sendiri, dan tolong berdiri yang tegak jangan ada yang duduk atau jongkok.

Lihat para anak-anak kecil di hadapan anda, mereka mengalungkan merah putih di leher bukan diikat dikepala. Filosofinya mereka siap berkorban sampai walau harus dipenggal lehernya demi Indonesia.

Para tamu sekalian, bukan saya tidak menghormati tamu dengan mengajak anda untuk mengikuti upacara ini. Tapi saya mengajak anda untuk menghormati sang merah putih yang berkibar. Dalam kurikulum kami, upacara hari senin itu mubazir, omong kosong. Para siswanya khidmat mengikuti upacara, tapi beberapa gelintir guru atau pegawai sekolahnya justru ngadem di kantor.

Tapi di sini, di hari Sabtu. Semuanya harus mengikuti upacara, semuanya dari guru dan siswa harus mengalungkan merah putih di leher, bukti bahwa kami mencintai Indonesia sampai urat leher kami putus sampai mampus.

Saya biasanya berpidato di sini harus minimal 1 jam tentang sejarah dan sosial ber-Indonesia. Dan Alhamdulillah anak-anak ini juga kuat walau kadang saya izinkan duduk. Kenapa harus 1jam, karena saya tahu ketika libur di hari minggu anak-anak ini kuat nongkrong di depan TV lebih dari 1jam. Maka bagi para tamu harus kuat 1 jam ya?

Di hari Sabtu ini para siswa belajar tentang mata pelajaran yang bisa digabung dengan kegiatan pramuka, seperti Kesenian dan keterampilan, Pendidikan Lingkungan Hidup, Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Jadi mereka belajar dan praktek langsung.

….

Nanti sekitar jam 02.00 ada upacara penurunan bendera, jadi bendera ini dinaikkan dengan hormat maka turunya pun juga harus dihormati. Bukankah demikian bapak komandan? (seraya melirik bapak tentara)”

Pukul 11.15
Upacara ditutup

Baca Juga:   klo Chuck Norris Maenin Bola ... That's Andrea Pirlo

Selepas upacara Sang Kyai mempersilahkan para tamu untuk jamuan makan siang, lalu mengundang untuk berkenan mengikuti upacara penurunan bendera yang ditolak halus.

Saya yang cuma seorang guru bantu ini cuma nyengir melihat Sang Kyai, teringat selalu doktrin KH. Syukri Zarkasyi (Sembuhkan beliau ya Allah … amin).

“Kalian tidak sah jadi Kyai kalau kalian tidak lulus Pramuka. Dan sudah terbukti bahwa Kyai-kyai handal alumni kita, adalah aktivis pramuka di sini.”

kh-abdullah-syukri-zarkasyi-_120417202632-889

 

 

roda2blog di sosial media

8 Komentar

    • Semoga kita semua senantiasa dihindarkan dari sikap berprasangka buruk terhadap sesama muslim.
      MasyaAllah, artikel ini sungguh menginspirasi saya Pak Guru ๐Ÿ™‚

  1. mak jlebbbb
    di koran cuma diberitain kalo ini nolak upacara doang. udah gitu aja.
    tapi gak ada/juarang sekali yg nulis kalo upacaranya hari sabtu dengan cara begini.

    ya maklum lah, media massa itu dikuasai siapa juga tau sama tau aja lah ๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan