I hate the #9

Ngomongin sepakbola dulu mas beroo
Layaknya bidang lain, permainan sepakbola juga punya trend di setiap era.
image

Awal tahun 90-an, jagad football tergila-gila pada apa yg disebut duet maut malah kadang tridente maut. Permainan sepakbola era itu begitu di dominasi dengan dua atau tiga striker maut di sebuah tim.

Tridente AC Milan, v.Basten – Rijkaard – Gullit menjadi lasan ngetrendya.

Era ini luntur di pertangan tahun 90an, tepatnya saat Zidane mengacak-acak ke-fenomelan Ronaldo da Lima. Ronaldo salah seorang striker terhebat di dunia tak berkutik ketika sepakbola nge-trend dengan mengandalkan trequartista. Daripada seorang striker haus gol.

Tim Prancis menjadi juara dunia 1998 adalah patokanya (juara tanpa striker haus gol), tim-tim lain pun meniru dengan lebih mengoptimalkan playmaker daripada striker.

Baca Juga:   Satu Kru Bus Restu Ini Ternyata Copet Semua

Melompat tahun 2013 sekarang, trend permainan mengarah pada #9, penyerang palsu. Biang keroknya? Skuad spanyol di piala dunia 2010 dengan fabregas sebagai lakonya. Maaf Messi tidak saya masukin sebagai #9, imho dia adalah striker sayap.

Nagh #9 ini cukup membosankan bagi saya. Di Premier League misalnya, pelaku #9 adalah Arsenal.

Di Arsenal akan sering terjadi si Striker Giroud berada di luar kotak penalti. Dia akan menahan bola menunggu para gelandang macam Ozil, Wilshere atau Ramsey masuk ke kotak penalti.

Si striker emang tidak dimaksudkan sebagai goal getter, tapi sebagai pembuka ruang, penahan bola dan pembagi bola. Cukup membosankan bagi saya, apalagi bila dibanding nonton MU atau liverpool yg punya duet maut.

Baca Juga:   Biaya Pungli di Grapari Telkomsel Ponorogo

Semoga mawon setelah Podolski fit bisa kembali ke pakem 4-4-2  daripa 4-5-1, tapi klo melihat skuad Arsenal yg melimpah ruah di sektor tengah kok kayaknya bakal awet pake #9.

Terutama klo ngeliat posisi Arsenal di puncak sekarang, wuihh bakalan awet pake #9. Yo wis laghh dinikmati mawon yg penting terus menang biar juara.

Come On You Gunners!
VCC
image

roda2blog di sosial media

9 Komentar

  1. justru lebih kangen trequartista….francesco totti species terakhir dari makhluk langka ini yang masih aktif…magic di lapangan hanya dengan 1 sentuhan….

    wenger lumayan bisa bikin la letoy naik tajem, tapi lawan tim2 besar masih sering kambuh penyakitnya la letoy :mrgreen:

Tinggalkan Balasan