Indonesia Bersatu seharusnya Bukan Karena Majapahit

Seberapa besar Majapahit akan selalu menjadi studi perdebatan panjang bagi anak negeri. Hal ini disebabkan karena luas wilayah NKRI didasarkan pada klaim daerah yang ditaklukan Majapahit.

Saudara sebangsa yang berada di luar jawa merasa bahwa bergabungnya mereka ke dalam NKRI adalah karena klaim pernah ditaklukan Majapahit. Bukan berdasarkan sukarela, cinta kasih dan satu perjuangan.

Wajar bila kemudian mereka mengemukakan pendapat bahwa nenek moyang mereka tidak lemah atau pernah dijajah, karena fakta sejarah terbaru membuktikan bahwa mereka juga penjelajah Nusantara yang tangguh.

Sejarah juga mencatat bahwa nenek moyang kita di timur ditindas lebih kejam daripada yang di Barat. Orang Banda bahkan ditangkap dijadikan budak belian dan tenaga kerja sampai mati untuk membangun Batavia. Fakta sejarah yang menghambat peradaban saudara di timur.

Baca Juga:   Pulsar Emang Liar!

NKRI harusnya berdiri diatas sejarah bahwa kita terdiri dari suku bangsa yang tangguh, yang saling menginginkan persatuan serta saling toleran antar suku lainya. Bukan disuguhi sejarah bahwa nenek moyang kita saling berperang untuk meluaskan kekuasaan.

Lihat sejarah bagaimana indahnya Ternate-Aceh dan Demak membentuk aliansi (Aliansi Tiga) multi suku, bersatu padu menggempur Portugis. Tiga suku dari tiga pulau untuk satu tujuan.

Bila melihat ke era kerajaan kuno. Sejarah kita lebih banyak diisi konflik antar anggota suku terutama tentang hal tahta, bukan perang perebutan wilayah antar suku.

Kalau ada itu hanya satu buku yang menceritakan perang, yaitu negarakertagama tentang perluasan wilayah Majapahit. Tapi apakah buku itu sebuah dokumentasi atau sastra dongeng seperti kebanyakan kitab kuno jawa lainya?

Baca Juga:   Castrol Power 1 Racing ... no TVC

Bila kitab negarakertagama masih diragukan keotentikanya, lalu kenapa kita menyandarkan alasan persatuan dan kesatuan NKRI pada teori penaklukan?

Alangkah indah bila kita ajarkan pada generasi masa depan, bahwa pulau-pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke bersatu jadi Indonesia karena meniru aliansi tiga kerajaan, Aceh-Demak dan Ternate.

Nenek moyang kita telah mengajarkan, bahwa untuk merdeka dan berdaulat kita harus bersatu.

Atau akui saja klaim sejarawan barat bahwa kita bersatu padu karena jasa Belanda menjajah kita, sehingga timbul rasa senasib seperjuangan.
image

Bonus gambar
image

roda2blog di sosial media

10 Komentar

  1. Penasaran ama Sejarah Amangkurat. peralihan kerajaan maritim ke agraris. penghancuran daerah pesisir apa mirip ama politik pintu tertutup Jepang,,,

  2. Setahu saya, yg dilakukan Majapahit bukanlah menaklukkan Nusantara. Harap dicatat, Majapahit didirikan oleh menantu Raja Singasari. Sebelumnya, kerajaan Singasari pernah mengalami ancaman serbuan pasukan bangsa Mongol yg berkuasa di China Daratan (dinasti Yuan). Namun serbuan bangsa Mongol ini berhasil digagalkan berkat kecerdikan Raden Wijaya yg merupakan pendiri Majapahit sekaligus menantu Raja Singasari. Semua petinggi dan rakyat Majapahit (yg diantaranya juga merupakan rakyat bekas kerajaan Singasari) masih ingat akan kedahsyatan serangan pasukan Mongol dahulu. Pasukan Mongol berhasil diusir, tapi bukan tidak mungkin mereka akan datang lagi dalam jumlah yg lebih besar. Kekhawatiran ini yg selalu terbayang di benak semua petinggi di Majapahit. Majapahit, yang masih merupakan kerajaan muda penerus Singasari dengan wilayah yg masih kecil, tentunya tidak akan mampu menghadapi serangan pasukan Mongol sendirian. Untuk itu perlu dibentuk adanya suatu aliansi kerajaan2 di seluruh wilayah Nusantara di bawah komando Majapahit untuk menghadapi serbuan kekuatan asing. Proyek raksasa ini baru bisa terlaksana di masa pemerintahan raja Hayam Wuruk dengan mahapatihnya, Gajah Mada. Jadi yg dilakukan Majapahit sebenarnya bukanlah penaklukan, tapi lebih mirip seperti yg dilakukan oleh Aceh-Demak-dan Ternate, namun dengan skala yg lebih besar. Kalaupun di kitab Nagarakertagama tercantum kata penaklukan, itu wajar. Nagarakertagama ditulis oleh penyair kerajaan Majapahit. Sebagai penyair kerajaan, wajar jika Mpu Tantular cenderung menggunakan bahasa hiperbola yg terlalu mengagung2kan Majapahit. Sama halnya seperti Babad Tanah Jawi. Sayangnya (atau untungnya?), pasukan Mongol ngga pernah datang lagi ke wilayah Nusantara, karena seterusnya dinasti Yuan (Mongol) berhasil digulingkan dan berganti dengan dinasti Ming. Makanya di era dinasti Ming ini, muncul tokoh Admiral Cheng Ho, yang berkeliling wilayah Asia (termasuk Nusantara) dalam rangka mengemban misi diplomatik untuk memperbaiki hubungan dengan kerajaan2 di wilayah Asia (yang sempat terganggu akibat ulah bangsa Mongol), sekaligus menginformasikan kepada seluruh kerajaan2 di Asia bahwa kekuasaan dinasti Yuan (Mongol) yg agresif sudah berakhir, berganti dengan dinasti Ming yg lebih toleran dan cinta damai. Efek dari misi diplomatik Cheng Ho ini tentunya sangat berpengaruh terhadap kebesaran Majapahit. Dengan hilangnya ancaman dari Mongol, maka tentunya sudah tidak diperlukan lagi suatu aliansi untuk mengantisipasi ancaman Mongol tadi. Otomatis aliansi itu sendiripun bubar dengan sendirinya. Adapun pamor kerajaan Majapahit sangat bergantung dari adanya aliansi ini, karena Majapahit berperan sebagai pusat komando/pemimpin dari aliansi. Pamor Majapahit tentunya memudar seiring bubarnya aliansi ini. Dan inilah yg menyebabkan kekuasaan/pamor Majapahit semakin menyusut. IMHO CMIIW

    • Ralat : Nagarakertagama itu karangan Mpu Prapanca. Mpu Tantular penulis kitab Sutasoma. Sorry ketuker2. Soalnya dua2nya hidup di jaman Majapahit :mrgreen:

  3. kalo mau jujur, mmg nusantara bersatu dengan hadirnya para penjajah di bumi nusantara, dan itu bisa diterima oleh akal sehat, dibandingkan cerita dongeng mengenai kebesaran majapahit yang bahkan di wilayah yang katanya merupakan wilayah majapahit nama majapahit tidak dikenal sama sekali baik secara tertulis maupun cerita turun temurun. Negara federasi lebih cocok dengan meniru suksesnya triple alliance Ternate-demak-aceh dalam membangun kekuasaan islm untuk mengusir penjajah. walaupun kenyataannya hanya kesultanan ternate yang berhasil menghancurkan dan mengusir portugis dan secara kokoh menanamkan pengaruhnya di wilayah timur indonesia termasuk seluruh sulawesi dan flores.
    Munculnya legenda majapahit tdk lebih dari pengaburan sejarah guna membesar-besarkan kelebihan dari salah satu suku tanpa ada suku lain yang lebih hebat darix, yang justru dimata suku lain dianggap lemah dan tidak pandai bergaul namun selalu ingin dipuji. kenapa tidak mengangkat kehebatan triple aliance sebagai upaya menyatukan bangsa ini, karena jika dasar ini yang dipakai maka akan begitu mebanggakan dan tidak ada daerah yang menentang karena sejarah tertulis maupun tulisan membenarkan hal tersebut, dan pada masa inilah kerajaan nuasantara pernah begitu berjaya dan perkasa menundukkan penjajah asing dan terusir tanpa bisa kembali

Tinggalkan Balasan