MotoGP butuh Stoner untuk menghadang dominasi Marquez

marquez1getty300foto: getty images

Beberapa pengamat memprediksi bahwa bila tidak ada “alien” baru lagi di motogp, Marquez akan mendominasi gelaran balap motogp beberapa musim mendatang. 🙄

Jika melihat susunan rider 2014 yang masih mainstream enggak banyak berubah di tim-tim pabrikan, maka bisa dipastikan 2014 bakal berjalan gitu-gitu aja, ya kurang lebih sama lah dengan 2013. Podiumnya antara J-Lo, Pedrosa dan Marquez. 🙁 Yang juara?, asalkan Marquez enggak patah tulang sampe amputasi ya bakal tetep super marq.

Nagh baru tahun 2015 gelaran lomba balap bakal seru, karena kontrak para rider pabrikan kadaluarsa di akhir 2014. Harapanya sih ada yang tukar pasangan, HoHe ke Honda, terus Pedrosa ke Yamaha. Atau malah Rossi balik ke Honda, tetap Pedrosa yang ke Yamaha. :mrgreen:

Atau yang lebih ekstrim, Pedrosa dipecat Repsol setelah berhasil meyakinkan Stoner balik ke MotoGP. :mrgreen: atau pokoke Stoner balik ke MotoGP lagh

Baca Juga:   Ngaji 1 Juz di SPBU Paron Ngawi Gratis 2 Liter Pertamax

Bila Stoner kembali ke MotoGP dengan tim Repsol, bakalan ada perlawanan sengit untuk Marquez.

Saya membagi dua macam tipikal pembalap di MotoGP, pertama pembalap dokter. Pembalap bertipe ini seperti Rossi dan Pedrosa. Bagi mereka setingan motor yang tepat sangat diperlukan untuk memenangkan balapan. Maka kadang tipe ini kalau kalah menyalahkan motor. :mrgreen:

Tipe kedua adalah Pembalap Conquer atau sang penakluk. Pembalap tipe ini enggak cerewet dan banyak menuntut harus ini-itu pada kru mekanik. Yang penting motornya layak untuk balapan, soal di lintasan itu urusan dia menaklukan dan mengoptimalkan motor. Yang bertipe ini ya si J.Lor, Marquez dan sang legenda Casey Stoner.

Penampilan terbaik Lorenzo adalah saat jadi runner-upnya (andai tidak cedera) Stoner musim 2011. Motor Yamaha saat itu kalah telak dari berbagai aspek dibanding Honda. Tapi HoHe sukses membayangi Stoner dibanding Pedrosa, andai tidak cedera di Philipis Island Asutralia, bisa jadi Hohe yang juara runner-up.

Baca Juga:   Pilpres di Australia Diwarnai Aksi Separatisme dan Kampanye Tolak Prabowo

Tapi Stoner lah sang legenda, terutama di tengah absenya para pembalap Jepang. Walau asli Australia, tapi Stoner memiliki kemiripan semangat push out the limit para rider Jepang. Lebih baik terpelanting jatuh daripada tidak bisa menaklukan motor untuk jadi juara. Crashy Stoner.

Stoner boyfoto: blog photozac

Semua orang merindukan stoner, tapi ya harus dimaklumi kenapa dia ogah balik. Balapan motoGP sekarang ini memang mirip dengan rombongan kereta api.

Ada lokomotif motor-motor prototype di depan yang memang menjadi identitas motoGP, lalu dibelakang adalah rombongan gerbong motor-motor CRT yang tak ubahnya cuma cheerleader full sponsor, papan iklan. :mrgreen:

Kalau F1 itu balapan semut, MotoGP ya seperti kereta api berjalan di rel, gak mungkin tim-tim CRT yang emang udah di setting kalah dan cuma numpang ditarik lokomotiv bisa nyalip.

roda2blog di sosial media

11 Komentar

    • Yup, dia memang cerewet, tapi dia juga tipikal bulldog, walau kadang juga anak mami :mrgreen:

      musim 2011.
      cuma dia rider Yamaha yang kompetitif, padahal motor yamaha bosok poll ketika itu 😉

  1. belumlah sampai disebut begitu, kecuali kalau tahun depan dan beberapa tahun lagi si marquez jurdun mulu. baru sekali bro.. walauk kemungkinan itu ada dan mungkin besar tapi selama belum terbukti jurdun berkali kali maka moto gp masih punya banyak jagoan lain… 😉 paece..

  2. menurutku the doctor terbilang jarang menyalahkan motor..
    mana ada yang seusai balapan dan di shoot kamera dia berlagak seperti donkey alias tolol? itu berarti menunjukkan kebesaran hatinya kalau dia mengakui dirinya yang salah strategi (walaupun motor juga ikut andil) tp yang jelas dia ga salahkan motornya… sanggah jika aku salah 😉

  3. kalau masalah mental lorenzo juaranya. sayang rossi sepertinya beberapa tahun belakangan down. tapi mungkin sekali tahun depan prestasinya akan lebih baik.
    marquez punya jiwa muda yang nothing to lose, tahun depan bisa lebih gila tapi bisa juga lebih kalem. pedrosa sih menurutku udah keliatan kelasnya, dia butuh luck untuk jurdun

Tinggalkan Balasan