Biaya di Moto3™Bakal Semakin Murah

moto3_original

Dalam pertemuan tahunan komisi Grand Prix di Madrid 10 Desember lalu, telah meputuskan biaya komponen untuk mesin, sasis dan komponen lainya yang bakal lebih murah untuk kelas Moto3 ™.

Dalam pertemuan tersebut, salah satu tujuan adalah untuk mempertahankan filosofi Moto3 ™ yang memang dirancang untuk mempromosikan bakat dan mengembangkan talenta agar semakin bisa bersaing di kelas selanjutnya.

Keputusan tersebut diamini dan melibatkan perwakilan dari Honda, KTM dan Mahindra, tiga produsen kelas Moto3 ™ .

 “Produsen telah menyepakati kisaran biaya dan spek teknis, bahwa semua harus lebih murah” jelas Carmelo Ezpeleta, CEO Dorna
“Tapi karena aturan 2014 sudah gak bisa dirubah, jadi yang kita sepakati adalah aturan untuk tahun 2015. Akan ada batasan anggaran dana untuk sasis, mesin dan komersial. Lalu pada musim panas 2014 tim moto3 udah bisa ngitung proyeksi untuk tahun 2015 dan setiap tim akan memiliki hak untuk memilih produsen sasis tapi dengan harga yang telah ditetapkan maksimumnya.”

Yang menarik adalah ada aturan bahwa pilihan sasis dan beberapa komponen lain sudah disediakan dengan harga yang juga telah disetujui oleh Dorna.

Baca Juga:   Bedah Yamaha Byson (1): Kondomnya tren atau blunder ya?

Untuk mesin dibatasi anggaran belanjanya maksimal 60.000 Euro (900juta Rp), lalu untuk sasis 85.000Euro (1.3 M Rp) walah masih mahal ternyata 🙄 tenang itu cuma kurang dari 1%-nya biaya APBD untuk tim  suwal amoh sepakbola dalam Indonesian Super League aka. Liga Setan Indonesia.

Mending dibonsai wae itu dana sepakbola. Toh tiap orang juga udah punya dua bola ngapain repot rebutan. :mrgreen:

dibonsai azizy horee

Pemerintah jangan diskrimasi subsidi sepakbola terus dong!, padahal enggak pernah berprestasi!Ini adalah kesempatan buat Indonesia,

Dengan kekuatan tim dan motor yang sederajat semua bisa juara asal benar-benar berbakat, jadi enggak ada lagi yang namanya tim kaya lebih punya uang untuk membeli (contoh) busi yang lebih bagus lalu tim yang duitnya pas-pasan cuma dapet busi afkiran. :mrgreen:

Baca Juga:   Keringanan Cicilan Kredit Kendaraan Dimulai April 2020, Janji Presiden Jokowi

Harusnya kebijakan kayak gini ini juga diterapin ke kelas utama MotoGP. Sehingga jarak ant

ara tim pabrikan-satelit dan CRT enggak seperti gerbong kereta api dan lokomotiv.

Yang menarik lagi justru pernyataan presiden IRTA  (International Road-Racing Teams Association) Herve Poncharal yang juga ikut rapat, katanya

“Kita juga perlu memiliki sistem yang jelas untuk kejuaraan nasional, yang merupakan dasar untuk mendapat tempat di kejuaraan dunia”

Naghh Indonesia yang notabene-nya negara maniak road race tapi kok melempem di kelas dunia, kira-kira road race-nya sudah sesuai aturan apa belum ya?

Sumber berita: motogp.com

roda2blog di sosial media

5 Komentar

  1. kalo cuma sentul yg jadi sirkut motor batangan mana bisa maju…! Setidaknya tambah 1 atau 2 sirkuit permanent yang berskala internasional…

Tinggalkan Balasan