Lek-lek’an Malam Tahun Baru 2014 Sidorejo

mamba6Lek-lek’an itu bahasa sederhana dari begadang, cara nom-noman (anak muda) di desa saya dalam menyambut tahun baru. Bertempat di paseban karang taruna yang berhadapan dengan lapangan futsal tanah liat, klo lapangan terinspirasi Lapangan tenis Perancis Open. :mrgreen:

Acaranya sederhana, yang hobi nyanyi ya karaokean, yang enggak hobi ya cuma ngobrol ngalor ngidul, malah ada yg tidur :mrgreen: Sedang Acara puncaknya, mayoran, aka. Pesta makan-makan. No fireworks , no kembang api, tapi cuma mercon sisa lebaran kemaren. 😀 cuma 10 biji kok

Lalu menyantap basong (entog) yang dimasak para remaja putri dengan cara dioblog sampai hancurr. Sayangnya, saya cuma kuat sampai jam 11malam, pulang terus tidur, jadi gak ikut makan makan, maklum balung tuwek.

mamba2

Sing penting guyub rukun agawe sentoso, syukurlah pemuda di kampung saya ini termasuk kreatip dan menyalurkan jiwa mudanya pada hal hal positip. Tidak terpengaruh konflik dua SH yg mendarah daging di Madiun, tapi tetap ber-pencak dengan naungan Persaudaraan Rasa Tunggal.

Baca Juga:   Pakai Senjata Pindad, TNI pecundangi Australia dan US Army

Di bidang Olahraga punya dua lapangan, voli dan futsal yg aktif tiap sore. Di bidang seni juga punya grup hadroh yg cukup kondang dengan peralatan yg komplet, hawa murni.

mamba4

Karena kebetulan pembimbing spiritual di desa saya (KH. Suhaemi) itu juga gurunya Bupati Madiun periode sekarang, walhasil hubungan kami dengan pak bupati cukup akrab dengan kami. :mrgreen:

mamba5

Soal motor, anak-anak di desa saya lebih hobi freestyle daripada mrotoli motor apalagi ngalay dengan ban cacing.

mamba1

selamat tahun baru 2014, semoga semua harapan dan impian yang sempat tertunda di tahun kemaren bisa kita gapai di tahun ini.

roda2blog di sosial media

6 Komentar

  1. kadang kangen suasana guyub khas kayak gitu kang…
    di desa saia dah hampir punah cangkrukan khasnya…sekarang kalo cangkruk malah sambil oplosan tuh anak mudanya 👿

Tinggalkan Balasan