Keindahan Majapahit: Sketsa Negarakertagama #8

Sketsa-sketsa ini bukan karya saya, ini berasal dari FB group pecinta sejarah Majapahit (Klik di sini) . Hak karya cipta dimiliki oleh Sdr. Tjahja Tribinuka (Alamat FB-nya)

Negarakertagama pupuh8

majapahit 11. Tersebut keajaiban kota: tembok bata merah, tebal tinggi, mengitari pura. Pintu barat bernama Pura Waktra, menghadap ke lapangan luas, bersabuk parit. Pohon brahmastana berkaki bodi, berjajar panjang, rapi berbentuk aneka ragam. Di situlah tempat tunggu para tanda terus menerus meronda jaga paseban.

majapahit sketsa 22. Di sebelah utara, bertegak gapura permai dengan pintu besi penuh berukir. Di sebelah timur, panggung luhur, lantainya berlapis batu, putih-putih mengkilat. Di bagian utara, disebelah pasar, rumah berjejal jauh memanjang sangat indah. Di selatan jalan perempatan, balai prajurit tempat pertemuan tiap caitra.

majapahit 33. Balai agung Manguntur dengan balai Witana di tengah menghadap padang watangan. Yang meluas ke empat arah: bagian utara, paseban pujangga dan menteri. Bagian timur, paseban pendeta Siwa-Budha, yang bertugas membahas upacara. Pada masa gerhana bulan Palguna demi keselamatan seluruh dunia.

majapahit 44. Di sebelah timur, pahoman berkelompok tiga-tiga mengitari kuil siwa. Di selatan, tempat tinggal wipra utama, tinggi bertingkat menghadap panggung korban. Bertegak di halaman sebelah barat; di utara, tempat Budha bersusun tiga. Puncaknya penuh berukir; berhamburan bunga waktu raja turun berkumpul.

majapahit 55. Di dalam, sebelah selatan Manguntur tersekat dengan pintu, itulah paseban. Rumah bagus berjajar mengapit jalan ke barat, di sela tanjung berbunga lebat. Agak jauh di sebelah barat daya: panggung tempat bercengkrama para perwira. Tepat ditengah-tengah halaman, bertegak mandapa penuh burung ramai berkicau.

semoga bermanfaat, dan bisa menjadi cermin untuk kebanggaan kebesaran sejarah yang telah diukir nenek moyang kita.

roda2blog di sosial media

8 Komentar

    • berdasarkan sumber sejarah majapahit tidak pernah hancur cuma mengalami keruntuhan tahun saka 1400 atau 1478 M di bawah pemerintahan girindrawardhana penyebabnya brawijaya(demak) sendiri yg menyerang keluarga kerajaan dan majapahit menyerahkan kekuasaan penuh kepada brawijaya V dan semua pendeta dan keluraga majapahit yg lain dan menteri migrasi ke bali dan lombok. cuma garis keturunan brawijaya v beristrikan 3 murtad masuk islam dan generasi penerusnya ( ki demung ) memeluk agama islam membentuk kerajaan plakaran generasi ke 3 brawija v (kerajaan pertama di madura bercorak islam) perpindahan dari daha ke madura barat tepatnya di kraton arosbaya bankalan dibawah kegerasi ki demung yaitu ki pratanu hingga 61 tahun (1531-1592)sebelum kedatangan belanda tahun 1885 menghancurkan keraton arosbaya. sekiranya begitu.
      tidak di ceritakan oleh sejarah masa generasi ario damar dan ario lembu masa genesai ke dua brawijaya V…….

Tinggalkan Balasan