Sunan Samudera mendapat gelar Kalijaga #1

kalijaga
Para sunan penguasa wilayah di kesatuan Demak telah berkumpul, dari ujung barat penguasa cirebon sampai penguasa Ampel. Abdullah Ibrahim sekarang telah menjadi Sunan Ampel menggantikan Maulana Malik Ibrahim yang telah wafat.

Berdasarkan musyawarah para sunan, serbuan ke Demak kali ini akan dipimpin oleh Sunan Giri dan markas komando dipusatkan di Keraton Giri, Kedaton, Gresik.

Berdasarkan usulan Panglima dari Turki, kali ini serangan pada Majapahit akan dilakukan pada dua sisi. Daratan dan sungai. Lalu ditunjuklah Raden Mas Said sebagai pemimpin pasukan yang akan menyerang dari sungai.

Said bukan orang sembarangan. Lahir di Tuban dan besar di Jepara telah menempa dirinya sebagai anak laut yang tangguh. Sejak kecil telah terbiasa hidup di atas air mengarungi samudera.

Setelah dewasa dirinya tumbuh menjadi kapten kapal perang yang tangguh dalam melindungi perairan jawa dari para perompak laut. Para awak kapal yang merasakan jasanya ini kemudian menjulukinya Sunan Samudera.

Baca Juga:   Kronologi Dua Mobil Saling Gencet di Gerbang Tol

Begitu mendapat tugas untuk turut serta menyerbu Majapahit ini, samudera langsung bersemangat. Apalagi tugas juga tetap di atas air, sungai dan lautan bagi samudera adalah sama.

Samudera meminta waktu 30 hari untuk memetakan aliran sungai yang menuju ke Daha. Selama itu dia menelusuri aliran sungai Brantas dan anak sungainya dengan sampan seorang diri.

Dia mencatat dengan cermat setiap detil sungai. Desa, daratan, bahkan sampai hutan bambunya. Dia tidak ingin rombongan kapalnya menjadi sasaran empuk prajurit Majapahit dari darat.

Dengan pakaian dan nama samaran, dia akan turun ke desa-desa di pinggir sungai. Mendata dan menyapa penduduknya untuk mengetahui apakah mereka masih loyal kepada Majapahit atau tidak.

Penduduk desa di pinggiran sungai menyapanya dengan Orang Jaga Kali. Sedang beberapa orang yang melihatnya sholat di atas sampan menyebutnya Kyai Kalijaga.

Sejak kepindahan Ibukota Majapahit dari Trowulan ke Daha Kediri, secara drastis telah kehilangan kemampuan maritim. Meski di beberapa tempat ada penjagaan, tapi sangat mudah dikelabui. Samudera kemudian sukses mencapai Kediri.

Baca Juga:   Lek-lek'an Malam Tahun Baru 2014 Sidorejo

Ketika pulang dan sampai di Giri untuk melaporkan temuanya di panglima tertinggi. Julukan Kalijaga telah sampai lebih dulu di Giri Kedaton. Dalam setiap musyawarah para sunan dalam menyusun strategi serbuan ke Majapahit, dirinya sekarang dipanggil Kalijaga.

Kalijaga kemudian memimpin pembuatan perahu perang yang lebih kecil agar bisa leluasa dalam berlayar dan bermanuver di aliran sungai Brantas. Kerajinan kayu memang salah satu keahlianya.

Kapal tersebut bisa mengangkut 30 pasukan, 14 pendayung, 4 meriam masing-masing dua di kanan dan dua di kiri. Total ada 10 kapal yg dibuat, semuanya berlayar dengan formasi jajar dua. Tapi hanya ada 6 kapal saja yg berisi pasukan, sisanya hanya sebagai kamuflase

….. bersambung
petikan novel Perang Jawa-buku saya. 😉

roda2blog di sosial media

Tinggalkan Balasan