VSI vs MandiriPay : siapa membajak siapa??

image

Beberapa hari lalu dapat tag dari teman yg bekerja di sektor IT, bahwa Vpay-nya VSI itu menggunakan layanan pembayaran yang ide-nya mengambil mirip dengan mandiripay.com.

He he he, siapa membajak siapa. Atau bahasa halusnya, mungkinkah ini seperti  kasus samsung dan apel?. Saya tidak mau menuduh seperti tag di FB rekan tersebut.
image

Yang pasti monggo sampeyan bandingkan sendiri kemiripam antara VPay yang dipasarkan dengan money game via VSI.

Sedangkan mandiripay.com tetap berjalan dengan marketing plan self payment dengan reward berdasarkan transaksi dan free registrasi.

image

Cashback di mandiripay.com tergantung pada transaksi, bukan dari uang registrasi paket pendaftaran atau loket atau hak usaha dari member baru.

Baca Juga:   Adu Kamera Samsung Galaxy Core vs Asus Zenfone 4.

Jadi enggak mungkin mau beli helikopter kalau join mandiripay.com :mrgreen:
image

roda2blog di sosial media

32 Komentar

  1. Jelas ambil MandiriPay dibandingkan VSI. Soalnya didukung nama besar Bank Mandiri dan jaringannya yang terluas se-Indonesia. Investasi aman, konsumen senang, kalau ada apa2 kan ditanggung ama Bank Mandiri

    • bahkan di bagian biaya transaksi dijelaskan bahwa Deposit dana ke akun MandiriPay: Sesuai Bank maksudnya adalah Tarif untuk menggunakan infrastruktur milik perbankan. (Contoh: Biaya transfer dari Bank Rp. 1000,- dan Anda melakukan deposit Rp. 100.000,- maka dana yang yang masuk ke system Deposit MandiriPay adalah sebesar Rp 99.000,-).

      sebagai catatan
      1.biaya transfer rata2 antar bank adalah minimal Rp.5000,
      2.mandiripay bukan produk ataupun bagian dari bank mandiri
      3.jadi tranfer ke akun/rekening virtual mandiripay dari rekening mandiripun akan terkena biaya minimal tersebut

  2. AFAIK mandiripay lebih dulu launching dibandingkan veritra pay, beberapa bln kebelakang content web veritrapay sama persis dengan content web mandiripay. baru minggu ini kayaknya webnya veritrapay sudah di ganti kontennya.

    mandiripay ini bukan MLM, dan deposit nya ke rekening virtual account jadi saat deposit via atm / ebanking, rekening tujuan adalah nama si pemilik account bukan nama mandiripay jadi terlihat lebih elegan dan profesional, sedangkan veritrapay depositnya transfer ke rekening personal atas nama yusuf mansur.

    • Iya..ini vsi yang menaungi mandiripay yang sudah ada sekitar tahun 2010an, sementara vsi ustadz kondang baru lahir tahun 2013..

  3. kajian islam
    Sebelumnya, saya meminta izin dari yg komen ini blog untuk ikut berkomentar dan menjawab pertanyaan di note ini.

    @Wahyudi Ibnu Yusuf
    PERTAMA:
    Mengenai komisi yg diterima A krn B telah berhasil merekrut C, maka proses ini tdk dinamakan samsarah ‘ala samsarah, sebagaimana tlh sy jelaskan dlm komentar saya sebelumnya.
    Adapun mengenai hukum boleh tidaknya komisi yang diterima A tersebut, maka berikut ini saya nukilkan jawabannya yg juga sy kutip dari tulisan sy ttg MLM.

    Pertanyaan: Up line mendapatkan bonus dari hasil usaha perekrutan member baru oleh down line-nya. Jika seseorang mendapatkan bonus dari hasil kerjanya secara langsung maka hal itu dapat diterima. Tapi, jika bonus itu merupakan hasil keringat down line-nya maka sudah tentu hal itu tidak dapat diterima.

    Jawab:
    Pemberian bonus atas hasil kerja down line seorang member adalah dibolehkan, karena makna “sababiyah” (sebab akibat) dalam rangkaian hasil kerja belumlah hilang. Dengan kata lain, keberedaan C tidak terlepas dari usaha A dalam merekrut B, sehingga A memiliki andil (meskipun tidak langsung) dalam perekrutan itu. Wa in sallamna jadalan (Jika pun kami menerima), bahwa makna sababiyah ini telah terputus, maka pemberian bonus ini dapat saja sah melalui beberapa akad berikut:
    a. Akad ji’alah (sayembara). Dalam hal ini perusahaan mengatakan kepada seorang calon member yang baru mendaftar, “Jika Anda dapat mendapatkan down line maka Anda akan kami beri poin 10. Jika Anda dapat meyakinkan dan mendidik down line Anda sehingga ia dapat merekrut member baru, maka Anda akan kami beri poin 9. Jika down line Anda (yang telah Anda didik) dapat meyakinkan dan mendidik down line-nya sehingga dia dapat merekrut member baru, maka Anda akan kami beri poin 8. Dan seterusnya.”
    b. Akad tabarru’ mu’allaq. Jika seorang berkata kepada A, “Anda akan saya beri 100 pound Jika datang Ramadhan,” atau, “jika datang si Amr,” atau, “jika saya gajian,” dan lain sebagainya, maka akad tabarru ini sah. Dalam kasus kita, perusahaan MLM dapat saja berkata, “Jika down line Anda berhasil merekrut anggota baru maka Anda akan saya beri poin 10. Jika anggota baru itu dapat merekrut anggota di bawahnya, maka Anda akan saya beri poin 9. Dan seterusnya.”
    Fain qila (Jika ada yang berkata): kami tidak sepakat bahwa akad ini sah. Justeru, akad ini tidak sah karena akad yang digunakan bersifat mu’allaq (menggantung) sehingga mengandung gharar (ketidakjelasan). Qulna (Maka kami menjawab): akad mu’allaq memang mengandung gharar, tetapi gharar yasir (ketidakjelasan sedikit) sehingga dibolehkan dalam akad tabarru’ (akad sumbangan/sosial). Akad mu’allaq tidak dibolehkan dalam akad mu’awadhah (akad tukar menukar) karena akad mu’awadhah harus dilakukan secara tanjiz (pengaruh hukumnya harus langsung berlaku).
    Fain qila (Jika ada yang berkata): akad tabarru adalah akad jaiz (tidak mengikat) bukan akad lazim (mengikat) selama barang yang diberikan belum diterima oleh penerima. Sedangkan kenyataannya, dalam sistem MLM seorang mendapatkan bonus itu secara pasti jika terjadi penambahan member. Qulna (Maka kami menjawab): akad tabarru adalah akad lazim menurut Malik meskipun barang belum diserahkan. Seandainya pun kita menggunakan pendapat jumhur yang berpendapat bahwa akad tabarru’ adalah akad jaiz, maka perusahaan dapat menyatakan dalam salah satu klausul akad bahwa janji tabarru bonus kepada member yang berhasil mendapatkan tambahan down line adalah mengikat (lazim). Dalam artian bahwa perusahaan akan terikat untuk memenuhi janji itu dan member dapat menuntut bila tidak dipenuhi. Hal ini seperti dalam akad al-ijarah al-muntahiyah bit tamlik.

    KEDUA: Tentu saja, akad samsarah berbeda dengan samsarah ala samsarah. Sy pun sepakat bahwa ketiadaan dalil ttg samsarah ‘ala samsarah atau tidak dibahasnya masalah ini oleh ulama, tidak menunjukkan kebolehan, tetapi tentu juga tidak menunjukkan keharaman. Bahkan, kemungkinan untuk boleh adalah lebih besar daripada kemungkinan menjadi haram. karena, al-ashlu fil mu’amalati al-ibahah.
    Selain itu, jika kita mencermati kitab-kitab fikih, para ulama akan mengembalikan akad samsarah ini kepada satu dari 3 akad, yaitu ijarah, ji’alah atau wakalah. ketiga akad ini disepakati kebolehannya oleh para ulama.
    Lalu, jika kita membaca pembahasan akad2 itu kita akan menemukan pembahasan ijarah ‘ala ijarah, ji’alah ‘ala ji’alah dan wakalah ‘ala wakalah. dan kesemua akad ini dibolehkan oleh para ulama.
    sehingga, dapat disimpulkan kebolehan samsarah ‘ala samsarah karena makna akad ini tidak keluar dari salah satu dari ketiga akad di atas.

    Justeru, dalam membahas hukum suatu akad, yg dikaji bukanlah mencarikan dalil untuk membolehkannya. tetapi, buktikan atau tunjukkan dimana letak ketidakbolehan akad tersebut. hal ini beranjak dari kaidah fikih yg disebutkan di atas: al-ashlu fil mu’amalati al-ibahah.

    demikian, wallahu a’lam.

  4. Bukti otentik sudah jelas ko, apabila dengan kata bajak dan siapa yang dibajak,,dari masing2 Aplikasi sudah jelas launchingnya,,, dar situ juga kita bisa lihat siapa yang jadi trendsetter dan siapa yang jadi follower,,,

  5. Dari awal saya sudah menggunakan Mandiri Pay baik itu versi website ataupun android. Bahkan Mandiri Pay sudah lauching untuk Blackberry. Transaksi aman, ga usah ribet. Dan terpercaya.

    Untuk topup deposit, bisa melalui virtual account bank mandiri dan bank danamon. Virtual Account tersebut atas nama user Mandir Pay tersebut, bukan atas nama perusahaan atau anonim.

    Berbeda jauh dengan veritrapay-nya yang masih baru seumur jagung dan berbasis MLM. Bahkan saya mengira bahwa veritapay meniru mandiripay dan nama perusahaannyapun di copas abis-abisan dgn nama singkat VSI.

    Kalo mau bersaing, yang sehat-sehat aja dan kreatif. Jangan bajak-bajakan.

Tinggalkan Balasan